Politik dan Pemerintahan

Deprov Prihatin Kondisi Bunaken

Deprov Prihatin Kondisi Bunaken
Felly Runtuwene, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara

Manado – Sejumlah anggota DPRD Sulawesi Utara mengaku prihatin dengan kondisi Taman Nasional Laut Bunaken, yang semakin kotor karena dipenuhi sampah.

“Banyak wisatawan turut menyesalkan objek wisata terbaik dunia itu tidak terurus lagi, sehingga harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” kata anggota komisi IV Deprov Sulut, Felly Runtuwene, di Manado.

Lembaga wakil rakyat berharap kondisi Bunaken harus segera ditangani secara cepat dan optimal, agar tidak menimbulkan dampak buruk hingga ke mata internasional.

Ia mengatakan, taman laut Bunaken banyak menyimpan biota dan ekosistem laut yang jarang dimiliki di lokasi manapun, dan menjadi objek wisata idola para turis mancanegara.

Sampah yang berserakan di lokasi itu, disebabkan sampah yang bebas dibuang oleh masyarakat di pesisir pantai, bahkan sebagian besar datang dari sejumlah daerah aliran sungai (DAS).

“Kami bisa memanggil Dewan Pengelola Taman Laut Bunaken untuk mendengarkan persoalan sampah di objek itu, sehingga bisa dicarikan solusi bersama,” jelas Runtuwene.

Dirinya, mengharapkan Dewan Pengolahan taman laut itu tidak sekadar mengejar pendapatan dari berbagai kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik, tetapi juga menangani masalah sampah. (oke)

3 tanggapan untuk “Deprov Prihatin Kondisi Bunaken”

  1. Memang deprov bisanya prihatin trus..
    Kiapa nda pangge samua tu pemda Minahasa, Manado, Minut, suruh revolusi penanggguanagn sampah, kalauperlu sayembarakan konsep2nya soalnya tu kadis2 so berdekade gagal dorang., pilih konsep terbaik.

    Kita tunngu saja kalau brita begini menyebar..
    So mo mulai lagi yang namanya tu cara kampungan, kumpul2 kerja bakti musiman, semua berseragam tumpah rua ankat sampah 1/2 hari …..
    Kemudian bisa di tebak, tunggu lagi sebulan kemudian sampah numpuk dan kerja bakti lagi..

    Akhirnya Sulut punya a long lasting caparuni :)

    http://beritamanado.com/berita-utama/berita-foto-jalur-ring-road-dipenuhi-sampah/122827/comment-page-1/#comment-39157

  2. hari ini masi ngomong prihatin….?? sangat stuju dengan Rafan, hal ini bukan masalah baru, kenapa hari ini masi bicara prihatin..apa sebenarnya yg dikerjakan..?? apa cuman DUDUK,DENGKUR,DUIT..??..mungkin Anggota DPR nda tahu tupoksinya. jadi hanya sekedar prihatin biar ada bahasa buat dimuat di media”..kalo nda mampu, lepas jow itu jabatan Wakil Rakyat..!!!!

  3. Anggota DPRD Provinsi Sulut dari dahulu hingga sekarang hanya prihatin saja dengan keberadaan Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken. Tapi tidak ada konsep atau solusi untuk menanganinya agar supaya menjadi lebih baik. Percuma saja kalau hanya omong besar, seperti tong kosong bunyi nyaring. Masyarakat sudah muak dengan pernyataan prihatin saja seperti ini. Makanya Anggota DPRD Sulut jangan terlalu banyak pakai uang rakyat untuk studi banding yang tanpa ada pertanggung jawabannya. Mending dana studi banding dipakai untuk menangani TNL Bunaken. Benar kan….

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara