AMURANG–Sabtu (15/10) hari ini, Bupati Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menghadiri acara rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sulut. Acara tersebut dibuka langsung Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang dan Wakil Gubernur Dr Jouhari Kansil di ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut jalan 17 Agustus.
Kehadiran Bupati Tetty Paruntu dirangkaikan dengan penandatanganan MoU peningkatan produksi padi untuk menunjang Sulut swasembada beras tahun 2012. Selain itu, menjadikan surplus beras nasional 10 juta ton hingga tahun 2014 mendatang.
Juru bicara Pemkab Minsel, Alvons Janhein Sumenge, SSTP ketika menghubungi beritamanado Sabtu (15/10) dari Manado menjelaskan, bahwa kegiatan ini langsung dihadir bupati CEP. ”Ibu tak mau mewakilkan di acara ini, karena memang acara ini sangat penting untuk rakyat Minsel. Seperti diketahui, acara dihadiri semua bupati/walikota se-Sulut,” ujar Sumenge.
Lanjut lelaki yang hobby dance ini, bahwa selain bupati bunda Tetty, hadir pula pejabat terkait diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel Ir Decky Keintjem, Kepala Badan Ketahanan Pangan Ir Efendy Tandipayung dan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Minsel.
Menariknya, acara koordinasi diatas juga dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Gubernur Sulut Dr Sinyo H Sarundajang dan bupati/walikota se-Sulut. Tak kalah menarik, bupati Tetty Paruntu mengusulkan beberapa hal menyangkut kebutuhan-kebutuhan petani Minsel yang memang sangat kurang.
”Diantaranya, bibit, pupuk, handtraktor, traktor, bahkan dana bantuan untuk petani Minsel yang nyata-nyata masih terlalu sedikit. Pengusulan dalam rangka revitalisasi pertanian. Usulan ini diharapkan dapat respon dari bapak Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. Karena memang, hal tersebut tak bisa disebut kurang,” jelas bupati Tetty.
Menariknya lagi, usulan ini langsung dapat respon dari Kementerian Pertanian. Kata pak Dirjen Tanaman Pangan, hal itu muda. Hanya saja, tinggal bagaimana ibu bupati mau lakukan loby langsung di pusat.
”Ya, soal loby pasti, dirinya akan lakukan. Itu hanya tinggal waktu saja. Yang pasti, semuanya akan dilakukan demi kelangsungan rakyat Minsel.Lebih khusus petani yang masih memerlukan bantuan,” sebut bupati CEP yang langsung dapat sambutan meriah dari semua bupati/walikota se-Sulut yang hadir. (ape)


Sudah tugas para Eksekutif Minsel utk mo ‘melayani’ masyarakat Minsel, lewat pembangunan dan peningkatan semua elemen di wilayah kepemerintahan Minsel, dan memang betul kesempatan programme or proyek di NKRI ini sangat banyak, tinggal di butuhkan lobby yang pas, pendekatan yang tau warna serta pengambilan keputusan yang tepat utk mendapatkan bantuan dari Pusat. Siapapun yang akan pimpin Minsel torang rakyat Misel harus dukung, tapi kalu pemimpin itu sudah mulai tidak fokus di Minsel itu torang masyarakat Minsel harus bersuara, bersuara yang santun dan sesuia dengan jati diri kita sebagai Masyarakat Asli Minsel. Ayo kita bangun Minsel, saat ini Bupati Paruntu yang di percayakan, ayo kita dukung utk menjadi lebih maju, tapi kalau mulai menyimpang mari torang kritik Bupati ini, kritik pedas ndak apa-apa, mar pada tempatnya. Mari torang lia ke depan jangan lia ke belakang, Kabupaten laeng mo lambung or mo se tinggal jauh kalu mo lia-lia ka blakang. Salam bae dan salam kritik dari Tou_Modoinding.
Saya sangat mendukung kinerja Ibu Bupati Minsel Tetty Paruntu walaupun banyak yang mengatas namakan saya dalam media ini. Apa yang sudah dibuat Ibu Tetty sekarang ini, jauh sangat baik demi rakyat Minahasa Selatan. Pembangunan infrastruktur jalan sudah terbukti ada saat ini dengan total pembiayaan hampir Rp. 80 milyard, jalan-jalan desa telah dibangun. Dan rakyatpun mengakui semua program yang telah diberikan oleh pemerintah pusat yang harus diawasi oleh pemerintah daerah. Saya sangat mendukung kinerja Ibu Bupati yang saya cintai.
“Demi”kianlah..
Cari2 muka jo…. Padahal itu memang program nasional (bukan krn perjuangan Bupati Teti). Cape deh……
Cuma mo pigi tanda tangan kwa sapa yg nda bisa…
Adoh! Masa’ Adano so lupa?
“Demi” rakyat Minsel maka Beliau memperindah Kantor Bupati lama…. (walaupun Kantor itu masih bisa bertahan bbrp puluh tahun lagi….)
“Demi” rakyat Minsel maka Beliau membangun Rumah Dinas Bupati yang baru…. (walaupun gedung sekolah msh banyak yg sudah rusak….)
“Demi” rakyat Minsel maka Beliau rela tinggal di Manado dan bolak-balik ke Minsel…. (walaupun menggunakan BBM bersubsidi yg dianggarkan di APBD….)
Saudaraku Adano dan para pencinta Minsel & Sulut pasti dgn mudah masih bisa memperpanjang daftar di atas….
Depe isi leh kwa ndak maso akal… Masa’ ada dirjen pi suruh bupati pi ba loby langsung di pusat… Bupati rajin ba loby artinya ndak mampu mengoptimalkan kemampuan daerah, cuma jago mengemis k pusat….
Tu judul dang pe besae….
“Demi”? Bukannya dia pe tugas itu?