Bisnis dan Ekonomi

Dari Inflasi Tertinggi Jadi Deflasi Terdalam, Sulut Sukses Lewati Tekanan 2019

Komoditas penyumbang inflasi utama pada kelompok ini adalah Nasi Dengan Lauk, Air Kemasan, Capcai dan Mie dengan andil inflasi tahunan masing-masing sebesar 0,22% (yoy), 0,12% (yoy), 0,12% (yoy) dan 0,10% (yoy).

Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan mencatatkan andil inflasi bulanan sebesar 0,36% (mtm) dan secara tahunan sebesar 0,17% (yoy).

Sesuai siklusnya, tarif angkutan udara akan mengalami penyesuaian ketika peak season seperti adanya HBKN, secara mtm, hal tersebut terlihat dari andil inflasi komoditas angkutan udara yang mencapai 0,30% (mtm) pada Desember 2019.

Namun secara tahunan karena adanya penyesuaian batas atas tarif angkutan udara, komoditas Angkutan Udara memberikan andil deflasi sebesar -0,16% (yoy).

Komoditas pendorong inflasi lainnya pada kelompok ini adalah komoditas Kendaraan Carter/Rental yang memberikan andil inflasi secara bulanan dan tahunan masing-masing sebesar 0,05% (mtm) dan 0,19% (yoy).

Bank Indonesia memandang positif pencapaian inflasi Sulawesi Utara pada tahun 2019 yang berada pada rentang sasaran inflasi 3,5±1% (yoy).

Hal ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik antar lembaga dan instansi baik ditingkat Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Kota dibawahnya yang tergabung dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terutama dalam pelaksanaan Operasi Pasar yang gencar dilaksanakan pada bulan Desember.

“Terutama untuk mengantisipasi lonjakan harga tomat sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi utama di Sulawesi Utara sehingga Sulawesi Utara dapat menjadi kota dengan deflasi terdalam di Indonesia setelah pada bulan sebelumnya tercatat sebagai kota dengan inflasi tertinggi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat.

Namun, mengingat Operasi Pasar merupakan tindakan yang bersifat short term, untuk menjaga inflasi Sulawesi Utara dikemudian hari, dari sisi produksi, reformasi kelembagaan pertanian, pengaturan pola tanam serta kerjasama antar daerah akan terus digencarkan dari awal tahun.

“Dari sisi permintaan, efisiensi struktur harga dan pengelolaan ekspektasi masyarakat serta perbaikan pola distribusi juga akan menjadi perhatian kami di tahun 2020,” kata Arbonas.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara