Bisnis dan Ekonomi

Inflasi Sulawesi Utara 2025 Diproyeksikan Terkendali, BI: Masih Sesuai Target Nasional

Inflasi Sulawesi Utara 2025 Diproyeksikan Terkendali, BI: Masih Sesuai Target Nasional
Joko Supratikto

Manado, BeritaManado.com – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) memperkirakan laju inflasi di Sulut sepanjang tahun 2025 akan tetap terkendali pada kisaran 2,5 ± 1 persen, atau berada dalam rentang target nasional.

Hal itu disampaikan pada pelaksanaan BI Basuara x Bacirita APBN yang digelar di Four Points by Sheraton Manado, Kamis (25/9/2025).

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto menjelaskan, meski terdapat beberapa potensi tekanan harga, inflasi diprediksi bisa dijaga stabil berkat berbagai langkah pengendalian yang sudah disiapkan pemerintah bersama BI dan stakeholder terkait.

“Secara umum, inflasi Sulut pada 2025 masih akan terjaga sesuai dengan sasaran nasional. Kuncinya ada pada penguatan ketahanan pangan, termasuk program swasembada dan dukungan pada rantai pasok,” kata Joko.

Faktor Pendorong Inflasi

Menurut BI, beberapa hal berpotensi mendorong kenaikan inflasi di Sulut, antara lain:

– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan permintaan bahan pangan pokok.

– Peningkatan aktivitas penerbangan dengan dibukanya kembali rute internasional (international direct flight) yang diperkirakan menambah mobilitas dan konsumsi masyarakat.

– Gejolak nilai tukar rupiah yang bisa berdampak pada harga komoditas impor, khususnya pangan.

– Kenaikan tarif cukai rokok yang berlaku secara nasional.

Faktor Penahan Inflasi

Di sisi lain, ada pula sejumlah faktor yang diyakini mampu menahan laju inflasi:

– Normalisasi harga daging babi seiring mulai pulihnya pasokan di Sulut setelah beberapa tahun terganggu penyakit hewan.

– Program Swasembada Pangan dari pemerintah yang meningkatkan produksi beras dan komoditas lokal.

-Optimalisasi distribusi pangan murah melalui berbagai program, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran subsidi harga untuk kelompok penerima manfaat.

“Koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga akan terus diperkuat. Salah satunya dengan memperluas akses masyarakat terhadap pangan murah dan menjaga kelancaran distribusi barang,” jelas Joko.

Proyeksi Jangka Panjang

BI Sulut mencatat, tren inflasi Sulut dalam satu dekade terakhir sempat bergejolak, terutama pada 2013 yang mencapai hampir 10 persen.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara