Bisnis dan Ekonomi

BI Sulut Perkuat Ekonomi Inklusif Lewat Literasi dan UMKM di Paskah Nasional 2026

BI Sulut Perkuat Ekonomi Inklusif Lewat Literasi dan UMKM di Paskah Nasional 2026
Antrean pengunjung booth UMKM di Paskah Nasional 2026

Penulis: Sri Surya | Manado

Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih Megamas tidak hanya menjadi momentum spiritual dan kebersamaan, tetapi juga sarana edukasi ekonomi bagi masyarakat melalui partisipasi aktif Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut).

Di tengah kehadiran puluhan ribu jemaat, BI Sulut menghadirkan berbagai program literasi kebanksentralan yang dikemas interaktif, termasuk layanan perpustakaan keliling.

ADVERTISEMENT

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran bank sentral sekaligus memperkuat literasi ekonomi dan keuangan di tengah suasana perayaan yang inklusif.

Kegiatan berskala nasional ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama jajaran pemerintah dan tokoh lintas agama.

Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan bahwa Paskah Nasional memiliki dimensi strategis tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal, BI Sulut menghadirkan 15 UMKM binaan yang memamerkan produk kuliner dan kreatif.

Program inovatif Scan QRIS Rp26 menjadi daya tarik masyarakat, karena cukup dengan melakukan transaksi digital senilai Rp26, pengunjung memperoleh voucher belanja produk UMKM sebesar Rp20.000.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menegaskan bahwa keterlibatan Bank Indonesia dalam Paskah Nasional 2026 merupakan bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi lokal. Selain itu, momentum Paskah Nasional 2026 menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” ujar Joko.

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas yang dipadukan dengan inovasi digital serta penguatan literasi ekonomi mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Momentum Paskah Nasional 2026 pun menunjukkan bahwa kolaborasi antara nilai kebersamaan dan inovasi ekonomi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah transformasi digital yang terus berkembang. (***)