
Editor: Sri Surya
PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas pemerataan literasi keuangan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank SulutGo sukses menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 yang dipusatkan di Lapangan Daagon Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini secara khusus menyasar perempuan, ibu rumah tangga (IRT), serta pelaku usaha mikro perempuan sebagai pilar utama penggerak ekonomi keluarga.
Melalui program tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perlindungan konsumen, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Abdullah Mokoginta, Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, Assistant Manager Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK & LMS) OJK Shinta Korah, Wakil Pemimpin Bank SulutGo Cabang Lolak Aditya Paputungan, serta Pemimpin BNI Capem Lolak Franky Audy Kolibu.
Dalam sambutannya, Abdullah Mokoginta mengapresiasi langkah strategis OJK dan Bank SulutGo dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga.
Menurutnya, edukasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat semakin bijak mengelola anggaran keluarga, mandiri secara ekonomi, serta terhindar dari ancaman penipuan digital, judi online, dan pinjaman online ilegal.
Sebagai Campaign Manager GENCARKAN di tingkat regional, Bank SulutGo menilai perempuan memiliki peran sentral dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Karena itu, selain memberikan edukasi, Bank SulutGo juga memperluas akses inklusi keuangan melalui penguatan jaringan Agen BSG di desa-desa dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro bagi pelaku usaha rumahan.
Group Head Operasional Bank SulutGo, Nolvy Kilanta, menegaskan bahwa ibu rumah tangga berperan sebagai “menteri keuangan” dalam keluarga sehingga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan yang baik demi terciptanya kesejahteraan rumah tangga.
Sementara itu, sesi edukasi utama dibawakan secara interaktif oleh Shinta Korah dari OJK. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan wawasan mengenai perencanaan keuangan yang sehat, pengelolaan risiko keuangan, serta pentingnya perlindungan konsumen di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, OJK, Bank SulutGo, dan sektor perbankan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan perempuan di Bolaang Mongondow Raya sehingga tercipta keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan tangguh secara finansial. (***)
