Minut

Coreta Kapoyos Ingin Kembangkan Budaya Minahasa Utara

Coreta Kapoyos Ronny Siwi Femmy Pangkerego

Coreta Kapoyos bersama Asisten 1 Pemkab Minut Ir Ronny Siwi dan Kadisbudpar Minut Dra Femmy AM Pangkerego MPd ME

Airmadidi – Kesekian kalinya datang ke tanah kelahirannya di Minahasa Utara, Coreta Kapoyos sebagai Ketua Yayasan Torang Samua Basudara bersama teman-temannya di yayasan, berkeingin mengembangkan budaya.

“Soal batik, soal prosesi kawin adat Minahasa dan potensi kerajinan mungkin kita bisa kembangkan, dan itu ada keinginan dari kita untuk kembangkan budaya Minahasa Utara,” ujar Coreta pada BeritaManado.Com

Didampingi Terry Wijaya Supit sebagai Handmade Replica Jewelry of Indonesia Heritage, Coreta mengakui pengembangan budaya dari Yayasan Torang Samua Basudara mencakup skala nasional, sering mereka juga kembangkan budaya di daerah lain dan untuk kali ini mereka berkeinginan melakukan pengembangan budaya khusus Minahasa Utara.

“Saya bicara dengan pak Asisten 1, ternyata banyak potensi kita kembangkan. Di Minut punya Waruga, Tumetenden dan banyak lagi,” ujar Coreta yang juga didampingi Ronny Siwi sebagai Asisten 1 Pemkab Minut bersama Femmy Pangkerego sebagai Kadisbudpar Minut. Pengembangan budaya, semisal Coreta proses pernikahan adat di Jawa, dua atau tiga hari melaksanakan harinya, siraman dan lainnya. Coreta mengakui jarang sekali melihat, dan bahkan tidak tahu cara adat itu seperti apa.

“Karena gini, saat resepsi mereka masih pakai pakaian adat. Tapi di kita Minahasa, jarang dilihat pakai pakaian adat Minahasa saat resepsi. Kalau dibiarkan seperti itu, anak cucu kita ngga tau adat budaya Minahasa itu seperti apa,” jelas Coreta.

Mengenai seminar tentang bagaimana bentuk model, baju adat Minut, Coreta memberikan apresiasi, walaupun tradisionlal, Coreta mengakui bisa dikembangkan modelnya.

“Baju adat memangg harus libatkan segi budayawan, akademisi, tua-tua adat. Tapi jangan lupa, kita di era modern, jadi sentuhan modern fashion pun harus ada,” kata Coreta.

Diakui Coreta, sekarang pun Kebaya Jawa sudah modifikasi, tapi tak lari dari pakem. “Kita coba berikan masukan, disini banyak pakar, tapi masukan bisa lebih bagus lagi kita buat. Mungkin bisa pake batik minahasa, nantilah, kita tak lari dari pakemnya yang ada. Karna kita ikutsertakan sejarawan, budayawan. Semakin banyaksemua pihak terlibat semakin baik,” tandas Coreta. (robintanauma)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara