Berita Utama

Catatan Markus Wauran: Three Main Points Basis Pintu Gerbang Pasifik

Pelabuhan Bitung
Pelabuhan Bitung

Sulawesi Utara Pintu Gerbang Pasifik sebagai ide cemerlang dari Almarhum Dr Sam Ratulangi, sedang dilanjutkan perwujudannya oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Three Main Points.

Three Main Points tersebut adalah Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Udara Dr Sam Ratulangi dan Likupang.

Three Main Points ini sebagai basis awal menjadikan Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Pasifik yang sedang dilanjutkan, dikreasi dan dikembangkan oleh Gubernur Olly Dondokambey.

Bitung akan dijadikan Pelabuhan ekspor-impor wilayah Indonesia Timur dalam konekvitas ke-Pasifik untuk mengisi kebijakan Presiden Jokowi yaitu menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia, sebagaimana Pidato Presiden Jokowi pada Sidang IMO (International Maritime Organization) di depan peserta Marine Enviroment Protection Committee (MEPC) tgl 19 April 2016 di London.

Untuk mewujudkan Bitung berfungsi seperti tersebut diatas, maka bertolak dari keberadaan Bitung warisan Gubernur/Walikota sebelumnya, Olly DOndokambey telah, sedang dan meningkatkan melalui karya-karya baru seperti menjadikan nyata Bitung sebagai IHP (International Hub Port), pembangunan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dimana Bitung sedang dan akan dibangun berbagai industri baik barang dan jasa, penyelesaian jalan tol Manado-Bitung, pembangunan jembatan Bitung ke pulau Lembeh dan lain-lain.

Pembangunan IHP tersebut tentu perlu dikembangkan terus dengan membangun berbagai sarana dan prasarana modern agar dapat beroperasi secara efisien dan produktif selama 24 jam.

Demikian pula pembangunan KEK tersebut, perlu disiapkan ruang/tanah yang cukup luas untuk pembangunan berbagai industri barang dan jasa yang dalam perhitungan bisnis, memiliki pasaran luas, baik di dalam negeri maupun diluar negeri khususnya Indo-Pasifik.

Perlu dijajaki kemungkinan membangun industri yang bahan bakunya dari sumber daya alam yang telah dilarang ekspornyanya oleh Presiden Jokowi setelah nikel yaitu bauksit, timah, dan lainnya yang akan menyusul.

Hal ini tentu perlu kajian matang, dengan mengambil pengalaman pembangunan industri mobil merk Holden, yang berakhir dengan kegagalan.

Dalam upaya untuk mengisi pembangunan industri di Bitung, maka pohon-pohon kelapa yang tidak produktif di Sulawesi Utara sampai dengan Sulawesi Tengah bisa diproses menjadi industri meubel dan barang jadi lainnya utuk tujuan ekspor dan domestik. Tentu ini perlu penelitian pasar.

Kemudian, dengan berfungsinya jalan tol Manado-Bitung, diharapkan arus barang produksi pertanian dan lainnya dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah menuju Bitung akan semakin ramai.

Produk-produk pertanian ini dapat diolah menjadi bahan jadi maupun bahan baku industri yang memberikan nilai tambah untuk tujuan antar pulau maupun ekspor, termasuk ikan.

Dalam kaitan ini, maka bahan makanan dengan tujuan ekspor, perlu dibangun fasilitas pengawetan bahan makanan yang modern yang menjamin high health quality sebagaimana persyaratan yang berlaku di negara-negara maju di Pasifik seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Cina, dan lain-lain.

Perlu dibangun Kantor Konsulat di Manado

Pelabuhan Bitung juga bisa dijadikan Pusat pelabuhan Pariwisata Maritim Indonesia bagian Timur, baik dalam pelayaran domestik maupun internasional yaitu kawasan Asia-Pasifik.

Khusus untuk Pariwisata Maritim domestik, pasti banyak peminatnya, bila diatur dengan baik dari segi pengenalan budaya, kuliner, kekayaan/wisata alam, dan lain-lain.

Tentang pembangunan Pelabuhan Udara Dr Sam Ratulangi, yang saat ini bukan hanya berfungsi untuk angkutan orang dan barang dalam negeri, tapi juga sudah berkembang dengan penerbangan keluar negeri, maka perlu diikuti dengan berbagai fasilitas yang mendukung untuk mengantisipasi berkembangnya fungsi penerbangan dari pelabuhan udara tersebut.

Misalnya perlu dibangun Kantor Konsulat di Manado dari negara-negara yang memiliki prioritas penerbangan untuk pengurusan visa dan dokumen-dokumen yang lain, sehingga tidak perlu lagi pengurusannya di Jakarta, demi menghemat ongkos dan pengurusannya lebih cepat.

Juga diantisipasi perluasan pembangunan landasannya untuk dapat didarati oleh pesawat udara ukuran besar seperti Boeing 747 maupun Airbus 380.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara