
Jakarta, BeritaManado.com — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) baru saja merampungkan proses panjang Verifikasi dan Penentuan Akhir (Pantuhir) Calon Paskibraka Tingkat Pusat tahun 2025.
Ini adalah momen penting, di mana putra-putri terbaik bangsa disaring untuk mengemban tugas mulia mengibarkan bendera pusaka.
Dari sekian banyak calon, Firji Beeg dan Bianca Alessia Christabella Lantang patut berbangga karena berhasil terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat pusat mewakili Sulawesi Utara.
Sementara itu, Marfel Christian Polii dan Marsya Lamusu akan menjadi calon cadangan yang siap siaga.
Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi dan Pantuhir Calon Paskibraka Pusat 2025 telah berjalan dengan penuh tanggung jawab.
Integritas, transparansi, objektivitas, netralitas, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah prinsip yang dipegang teguh oleh BPIP.
“BPIP senantiasa memegang teguh prinsip-prinsip tersebut dan berupaya agar Pembentukan Paskibraka setiap tahunnya semakin baik, yaitu dengan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh putra-putri terbaik bangsa, untuk menjadi Paskibraka, tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, dan golongan dengan mengacu pada standar Pembentukan Paskibraka yang ditetapkan BPIP,” kata Yudian Wahyudi dalam konferensi pers di kantor BPIP, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Lebih dari sekadar baris-berbaris, program Paskibraka ini memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Sesuai Peraturan Presiden No 51 tahun 2022, Paskibraka merupakan program pengkaderan calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila.
“Oleh karena itu, pembentukan Paskibraka adalah proses manajemen talenta nasional dari putra-putri terbaik bangsa, yang diharapkan di masa depan akan menjadi pemimpin Indonesia di berbagai bidang yang berkarakter Pancasila,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat pun luar biasa, di mana tahun 2025 ini, tercatat lebih dari 130.000 peserta mendaftar Paskibraka.
Angka ini jelas menunjukkan betapa tingginya semangat generasi muda untuk menjadi bagian dari Paskibraka.
Mekanisme Seleksi Bertingkat dan Monitoring Ketat
Proses pembentukan Paskibraka dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
BPIP sendiri tak henti-hentinya memonitor dan mengevaluasi seluruh proses ini.
Di tingkat kabupaten/kota, mereka menggunakan sistem Transparansi Paskibraka.
Sedangkan di tingkat provinsi, BPIP hadir langsung dalam proses seleksi di 38 provinsi untuk memastikan standar yang ditetapkan terpenuhi.
Wakil Kepala BPIP, Ibu Rima Agristina, yang juga menjabat sebagai Pengarah Program Paskibraka, menjelaskan inovasi penting yang dimulai sejak tahun 2024 melalui Verifikasi dan Pantuhir Calon Paskibraka Tingkat Pusat.
“Pada tahun 2025, setiap provinsi melaksanakan medical check-up (MCU) kepada 6 orang (3 pasang) Calon Paskibraka berdasarkan hasil seleksi peringkat tertinggi di Provinsi,” tutur Rima.
