
Boltim, BeritaManado.com – Keharuan terlihat diraut wajah masyarakat Desa Jiko dan Jiko Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) saat Bupati Sehan Landjar, SH., melalukan sosialisasi bahaya dari coronavirus disease atau COVID-19, Minggu (12/04/2020) malam.
Bupati disambut warga Jiko di depan rumah, mereka berdiri dan melambaikan tangan menyambut kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Boltim ini.
Ada yang berlari mendekati mobil yang ditumpangi Bupati, untuk mendengar setiap kata demi kata yang disampaikannya terkait bahaya dan antisipasi virus yang lagi mengancam dunia.
Bupati masuk ke Desa Jiko sudah hari yang keenam dan sudah kecamatan yang kelima Bupati kunjungi setelah kecamatan Tutuyan, Kecamatan kotabunan, Kecamatan Modayag, Modayag Barat dan Motongkad.
Dihadapan masyarakat Jiko bersatu, Bupati Sehan Landjar menyampaikan edukasi tentang bahaya virus Corona dan Berdoa untuk keselamatan Boltim agar dijauhi dari virus Corona.
Masyarakat pun khusyuk dan memanjatkan doa bersama-sama dengan harapan terhindar dan selamat dari wabah COVID-19.
“Meskipun lelah, saya tidak akan menyerah untuk kita bersama melawan wabah virus korona di daerah kita ini. Semoga, kita selalu diberikan kesehatan, keselamatan dari ancaman virus berbahaya ini,” ucap Sehan Landjar dalam do’a.
Dalam setiap penyampaiannya, Bupati mengapresiasi masyarakat yang mau dan terus mengikuti anjuran pemerintah, dengan berdiam diri di rumah dan menjaga kebersihan.
“Masyarakat di Boltim ada peningkatan dalam mengikuti anjuran pemerintah, itu perlu dipertahankan sebab kita harus tau bersama tentang bahaya virus ini. Saya bersyukur masyarkat mampu menyesuaikan diri dengan keinginan pemerintah,” ungkapnya.
Femi Masihor saat ditemui media ini, usai mendengar sosialisasi dari Bupati, mengaku sedih melihat Bupati yang turun langsung memberikan edukasi di masyarakat.
“Saya jadi sedih, pak Bupati itu sangat perhatian dan peduli dengan kami,” ujar Femi Masihor salah satu warga Desa Jiko.
Femi yang juga mengikuti doa bersama Bupati, menilai jarang ada yang terlihat seperti sosok pemimpin yang begitu akrab dengan masyarakat ditengah bencana wabah yang melanda dunia maupun Indonesia ini.
“Sedih haru melihat Bupati yang sudah mendekati akhir masa jabatanya, tetapi masi turun langsung di masyarakat, Seandainya masih bisa tiga periode, saya masih suka dengan pemimpin seperti Eyang (Sapaan akrab Bupati).” tutupnya.
(RiswanHulalata)
