
Minut, BeritaManado.com — Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang digelar di Maumbi, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin Sekretaris Daerah Minahasa Utara Novly G. Wowiling dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Renold Asri, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert H.P. Sianipar, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Novly Wowiling menegaskan bahwa koordinasi yang kuat antarinstansi sangat penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Koordinasi dan komitmen bersama sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. TPID memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga melalui pemantauan perkembangan harga, menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat,” ujar Novly.
Selain pengendalian inflasi, pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui TP2DD.
Upaya ini dinilai mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Novly menjelaskan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah tidak hanya memperkuat tata kelola keuangan, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang lebih inklusif di masyarakat.
Di sisi lain, TPAKD juga memiliki peran penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan bagi pelaku UMKM, sektor pertanian, serta sektor ekonomi produktif lainnya.
Melalui sinergi TPID, TP2DD, dan TPAKD, pemerintah daerah bersama otoritas terkait optimistis stabilitas ekonomi daerah dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Kabupaten Minahasa Utara.
(***/srisurya)
