
Dari kenaikan harga gas hingga ujian masuk perguruan tinggi, dari panggung diplomasi nasional hingga polemik lahan viral di Minahasa — hari ini Sulawesi Utara bergerak cepat. Berikut tujuh berita terpenting dari BeritaManado.com yang patut kamu ketahui.
1. Harga Gas LPG Nonsubsidi Naik, Bright Gas 12 Kg di Sulut Kini Rp 238.000
Dompet warga Sulawesi Utara perlu bersiap. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi sejak Sabtu, 18 April 2026. Bright Gas 12 kg kini dibanderol Rp 238.000 per tabung di agen resmi — naik Rp 36.000 atau sekitar 17,8 persen dari sebelumnya Rp 202.000. Sementara Bright Gas 5,5 kg naik dari Rp 97.000 menjadi Rp 114.000. Pemicu utamanya adalah lonjakan harga minyak mentah global, dengan Indonesian Crude Price (ICP) Maret 2026 menyentuh USD 102,26 per barel. Kabar baiknya: LPG 3 kg bersubsidi tidak ikut naik, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
2. UTBK-SNBT Unsrat 2026 Resmi Dimulai: Kelulusan Murni, Jangan Percaya “Pelicin”
Ribuan calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Selasa (21/4/2026). Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, membuka langsung sekaligus memastikan pengawasan berjalan berlapis bersama Tim Monitoring dan Evaluasi dari Panitia Pusat SNPMB. Ada satu pesan keras yang disampaikan Rektor: jangan sekali-kali percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. “Kelulusan peserta murni hasil kerja keras sendiri,” tegasnya.
3. Sulut Dapat Jatah 248 Sekolah Direvitalisasi Tahun 2026, Anggaran Rp 231 Miliar
Kabar baik datang dari sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan Sulawesi Utara mendapat alokasi revitalisasi 248 satuan pendidikan pada 2026 dengan anggaran senilai Rp 231 miliar lebih. Angka ini bagian dari target nasional 71.744 sekolah yang akan direvitalisasi tahun ini — jauh di atas target awal 11.744, setelah Presiden Prabowo menambahkan 60.000 sekolah ekstra. Kota Manado sendiri kebagian 18 sekolah. Selain fisik, digitalisasi juga dipacu: Sulut menerima 3.760 unit papan interaktif pada 2025.
>> Baca selengkapnya: Abdul Mu’ti: 71.744 Sekolah Jadi Target Revitalisasi 2026, Sulut Kebagian 248
4. Bupati Joune Ganda Lantik Pejabat Baru Minahasa Utara: Siapa Saja?
Peta birokrasi Minahasa Utara berubah. Bupati Joune Ganda melantik sejumlah pejabat tinggi pratama dan administrator di Aula Kantor Bupati Minut, Selasa (21/4/2026). Di antara nama-nama yang menempati pos baru: Asriyadi Lalompoh sebagai Kepala Dinas Pangan, Jein Barantian di Dinas Pariwisata, Bertha Katuuk memimpin Dinas Pertanian, serta Marce Lidya Warouw di Dinas PUPR. Pelantikan dipimpin Sekretaris Pemkab Novly Wowiling yang mewakili Bupati. Pesan Joune singkat tapi tegas: tunjukkan kinerja terbaik dan jalankan amanah sesuai aturan.
5. Olly Dondokambey Dampingi Megawati Bertemu Dubes Tiongkok: Sinyal Strategis untuk Sulut
Figur Sulawesi Utara kembali tampil di forum strategis nasional. Olly Dondokambey, Bendahara Umum PDI Perjuangan, mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di Jakarta, Senin (20/4/2026). Pertemuan membahas isu geopolitik global, ketahanan pangan, riset, inovasi, dan kebudayaan. Kehadiran Olly di lingkar inti kepemimpinan partai sekaligus dalam forum diplomatik non-formal ini dipandang sebagai sinyal bahwa Sulut tidak hanya eksis di level regional, melainkan punya representasi nyata dalam dinamika nasional-internasional.
6. Hari Kartini: Christiany Paruntu Serukan Perempuan Sulut Ambil Peran Strategis
Di momentum Hari Kartini, 21 April 2026, politisi perempuan asal Sulawesi Utara Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menyerukan agar perempuan tidak lagi berdiri di belakang, melainkan berani tampil dan mengambil peran strategis di berbagai sektor — dari kepemimpinan, energi, hingga kebijakan publik. CEP juga menyoroti pentingnya kebijakan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih berpihak pada daerah seperti Sulut agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di Jawa. Kiprahnya di panggung politik disebut sebagai bukti nyata bahwa perempuan mampu berada di garis depan perubahan.
7. Viral Video Penolakan Warga, Pemilik Lahan Agotey Angkat Bicara: “Ini Tanah Perkebunan, Bukan Hutan Lindung”
Sebuah video yang memperlihatkan warga Desa Agotey, Kecamatan Mandolang, Minahasa, menolak rencana pembangunan objek wisata paralayang menjadi perbincangan di media sosial. Pemilik lahan, Wenny Lumentut (WL), pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa lahan seluas puluhan hektare miliknya itu bukan kawasan hutan lindung, melainkan tanah perkebunan bersertifikat yang sudah dimilikinya sejak sekitar 25 tahun lalu, sesuai data Badan Pertanahan Nasional. Dari total lahan, hanya 5 hektare yang direncanakan untuk paralayang; sekitar 50 hektare sisanya akan dibiarkan tumbuh alami, sementara 2.000 pohon durian dan kopi juga akan ditanam.
>> Baca selengkapnya: Wenny Lumentut: Lahan Agotey Bersertifikat, Bukan Kawasan Hutan Lindung
Ikuti terus perkembangan berita terkini Manado dan Sulawesi Utara hanya di BeritaManado.com.
