Berita Utama

Begini Kronologi Kejadian Penganiayaan ABK Oleh Oknum POMAL di Pelabuhan Manado Versi TNI-AL

Oleh sebab itu Satgas Gakkumla melakukan pembinaan sedikit lebih tegas dengan maksud dan tujuan agar mendapat keterangan dari keempat orang tersebut mengapa menghalang-halangi Satgas Gakkumla dalam menjalankan tugas pemeriksaan kapal.

Dari keempat orang tersebut satu diantaranya mereka merupakan Nahkoda KM Gregorius yang dimana KM Gregorius tersebut apabila Tim Satgas Gakkumla melakukan pemeriksaan ABK dan Nahkoda selalu kontra dengan adanya Satgas Gakkumla dan berbeda dengan kapal-kapal lainya yang selalu kooperatif apabila Tim Satgas Gakkumla melakukan pemeriksaan.

Akibat dari Nahkoda KM Gregorius yang berpesta minum-minuman keras dapat
membahayakan pelayaran dan penumpang dari KM Gregorius, dikarenakan KM Gregorius akan berlayar pukul 16.00 Wita maka tim Satgas Gakkumla menindak tegas Nahkoda tersebut.

Dalam pembinaan tegas Tim Satgas, keempat orang tersebut meminta maaf
kepada Tim Satgas Gakkumla dan mengakui kesalahanya dengan memohon kepada Wadan Satgas agar permasalahan ini tidak diteruskan ke ranah hukum dan dituangkan dalam surat pernyataan yang di tanda tangani diatas materai.

Setelah membuat surat pernyataan tersebut, Tim Satgas Gakkumla memeriksakan kesehatan keempat orang tersebut dengan memanggil Tim Kesehatan dari Diskes Lantamal VIII.

Setelah diperiksa oleh Tim Kesehatan, keempat orang tersebut sekira pukul
14.00 Wita sudah diperbolehkan untuk kembali.

Diketahui Danlantamal VIII Laksma TNI Nouldy Tangka secara pribadi mengaku sudah meminta maaf ke pihak keluarga korban.

“Saya sudah meminta maaf kepada keluarga korban melalui video call. Dan saya berjanji akan membayar perawatan korban sampai pulih seperti sediakala,” tandasnya.

Deidy Wuisan

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara