Agama dan Pendidikan

Banyak Orang Berteriak Tentang Toleransi, Ini Testimoni TAUFIK TUMBELAKA

Taufik Tumbelaka

 

Manado – Ada yang menarik beberapa hari belakangan ini tiba-tiba begitu banyak Pemimpin (atau mereka yang merasa dirinya Pemimpin) dan juga para Elite Politik (atau mereka yang mengaku dirinya Elite Politik) seakan kompak berteriak Toleransi dan Kebhinekaan secara lantang. Uniknya hal ini muncul berkaitan erat dengan hal Keagamaan. Begitu kuatnya teriakan ini menggema sampai keruang-ruang publik.

Demikian testimoni pengamat politik dan pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka menanggapi berbagai dinamika yang terjadi di Indonesia yang diterpa berbagai kejadian dan issu tentang toleransi.

“Teringat diakhir bulan lalu ketika saya menjadi pembicara dialog Menangkal Radikalisme dari Desa disebuah desa kecil
disudut pesisir Minahasa Utara, di kecamatan Likupang Barat, seorang Bapak tua yang menjadi peserta mengatakan sesuatu hal
menarik yang substansinya adalah semua persoalan ini bisa diredam tergantung dari bagaimana Pemimpinnya…! Saya tertegun,
seseorang yang sudah sepuh membuat saya teringat sebuah kalimat bijak, ikan busuk dari kepala,” jelas Taufik Tumbelaka.

Lanjutnya, jika melihat perkembangan terakhir ini dan “dikawinkan” dengan suara dari orang tua didesa pesisir Minut, maka hal menarik adalah masalah Pemimpin dan “pemimpin”.

Sebetulnya kalau dicermati masalah legitimasi seorang Pemimpin dimata masyarakat telah menjadi sesuatu yang krusial sejak
peristiwa Malari 1974, para “pemimpin” sejak waktu itu bermain diwilayah formalitas seremonial dalam upaya meraih legitimasi
rakyat, hal itu sebenarnya sah-sah saja namun itu akan menjadikan sosok “pemimpin” bukan Pemimpin.

Ada contoh langkah menarik dilakukan Prof. Koesnadi Harjosoemantri, Rektor UGM dibeberapa dekade lalu, Beliau melakukan
langkah Hebat, menerima keluhan mahasiswa setiap pagi dan malam hari dirumahnya serta memberi solusi konkrit plus tuntas dan juga memahami aspirasi politik aktifis mahasiswa. Untuk yang terakhir, Prof. Koesnadi pernah menemani bahkan mengantar mahasiswa yang berunjuk rasa didalam kampus UGM ke Kantor DPRD Yogyakarta pada saat Rezim Soeharto sedang kuat-kuatnya berkuasa dan Prof. Koesnadi saat itu sebagai Rektor UGM Yogyakarta. Dampaknya Prof Koesnadi dianggap sebagai Pemimpin Sejati yang sangat disayang oleh mahasiswa bahkan itu terus berlangsung sampai Beliau tidak menjabat menjadi Rektor.

Berkaca dari hal diatas, persoalannya adalah masalah Pemimpin dan “pemimpin” bukan masalah Toleransi dan Kebhinekaan apalagi Keagamaan, saat ini tidak sedikit “pemimpin” berteriak semangat Toleransi, Kebhinekaan, Nasionalisme, Patriotisme bahkan sampai kemasalahan Keagamaan namun keseharian mereka jauh dari yang mereka teriakan.

Para ” pemimpin” (termasuk yang didaerah) seharusnya menjadikan dulu dirinya seorang Pemimpin baru bicara hal- hal urgen
kepada masyarakat. Caranya sederhana, satukan antara ucapan dan tindakan, khususnya tindakan keseharian lalu benahi lingkaran terdekat seperti Keluarga, kerabat dan rekan-rekan politiknya yang biasa disebut Ring Satu. Suara dari desa pesisir disudut Minut sangat jelas subtansi pesannya, ikan busuk dari kepala.

“Hal ini perlu menjadi perhatian khusus dari para ‘pemimpin’ jika ingin himbauannya didengar, jadilah terlebih dahulu sebagai
seorang Pemimpin dengan cara menanamkan Idealisme, Kepekaan dan Konsistensi. Bagi saya hari-hari kebelakangan ini menjadi lucu karena mendadak banyak “pemimpin” (termasuk yang di Sulut)berteriak masalah Kehohanian sehingga terkesan (maaf?) mendadak relijius.. Sekedar mengingatkan, berhati-hatilah bicara masalah keagamaan karena nanti urusannya bukan dengan Rakyat, tapi dengan Tete Manis,” pungkas Tumbelaka. (***/JerryPalohoon)

Satu tanggapan untuk “Banyak Orang Berteriak Tentang Toleransi, Ini Testimoni TAUFIK TUMBELAKA”

  1. Mantap, tiba tiba juga sang Taufik merasa religius, atau cenderung menilai bahwa dia sudah sangat tahu segalanya di manado, yg paling bahaya sudah merasa dirinya paling hebat. Ato coba kwa cumu nama ‘pemimpin’ yg mana itu, kong mantap bandingkan apa yg sama2 ada beking

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara