
Penulis: Alfrits Semen
Bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tidak berhenti pada nilai bantuan yang diterima masyarakat.
Di sejumlah lokasi, bantuan tersebut justru menjadi pemicu bagi penerima untuk menambah swadaya sehingga rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan dapat berubah menjadi hunian yang jauh lebih layak.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Minahasa Utara Novly Wowiling saat mewakili Bupati Joune Ganda dalam penyerahan bantuan perbaikan RTLH dan rehabilitasi rumah korban bencana secara simbolis di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Rabu (23/9/2026).
Novly mengatakan, bantuan RTLH menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk dalam kelompok sasaran berdasarkan data sosial ekonomi pemerintah.
Menurut dia, kondisi rumah penerima memang menunjukkan kebutuhan yang nyata untuk mendapatkan intervensi pemerintah.
“Dari kondisi rumah yang layak dibantu, setelah mendapat sentuhan akhirnya menjadi rumah yang betul-betul layak lagi,” kata Novly.
Para penerima tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara.
Untuk rumah korban bencana, bantuan diberikan berdasarkan tingkat kerusakan, yakni kategori rusak ringan dan rusak sedang.
Novly menegaskan, besaran bantuan yang diterima masyarakat bervariasi.
Ada penerima yang memperoleh Rp15 juta, Rp20 juta hingga Rp30 juta.
Namun, menurut dia, nilai tersebut tidak selalu menggambarkan nilai akhir dari rumah yang berhasil diperbaiki.
Sebab, sejumlah penerima turut mengerahkan kemampuan dan sumber daya sendiri untuk menyempurnakan rumah mereka.
“Ada yang sampai menjual kebun. Jadi kalau melihat rumah yang sudah terbangun, misalnya bantuan paling tinggi Rp30 juta, itu tidak mencerminkan nilai bangunan yang sekarang,” ujarnya.
Semangat swadaya tersebut, kata Novly, justru menjadi salah satu dampak positif dari program bantuan pemerintah.
Bantuan tidak hanya dipandang sebagai pemberian, tetapi menjadi stimulus bagi keluarga penerima untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka secara lebih menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap penerima dapat menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan memanfaatkannya secara maksimal.
Program tersebut juga disebut sebagai bagian dari sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam upaya meningkatkan kualitas hunian sekaligus menekan angka kemiskinan.
Novly menyebut program renovasi rumah tersebut sejalan dengan agenda nasional pembangunan dan renovasi rumah yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap jajaran pemerintah dan pihak terkait yang melakukan pendataan serta survei langsung untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang tepat sasaran.
“Yang lebih penting daripada itu adalah bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima,” katanya.
Menurut Novly, perubahan kondisi rumah penerima menjadi indikator bahwa program tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dilihat secara langsung oleh masyarakat.
Pemkab Minahasa Utara pun mendorong agar semangat gotong royong dan swadaya masyarakat terus tumbuh, sehingga intervensi pemerintah dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kualitas hidup keluarga penerima bantuan.
