
Foto: Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung, Kompol Widarsono, S.H., M.H.
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Rekam jejak panjang dalam membongkar jaringan narkotika nasional hingga internasional mengantarkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung, Kompol Widarsono, S.H., M.H., meraih penghargaan Indonesia Visionary Leader Award 2026.
Penghargaan tersebut menjadi sorotan atas perjalanan pengabdiannya dalam memerangi peredaran gelap narkotika, sekaligus menghadirkan pendekatan pencegahan yang inovatif dan humanis di Kota Bitung.
Nama Kompol Widarsono bukan sosok baru dalam operasi pemberantasan narkoba. Selama bertugas di lingkungan BNN Republik Indonesia, ia memiliki rekam jejak panjang dalam pengungkapan berbagai jaringan narkotika berskala besar.
Salah satu kasus besar yang menjadi bagian dari perjalanan tugasnya adalah pengungkapan jaringan gembong narkoba Fredy Budiman, yang kala itu menyita perhatian publik secara nasional. Selain itu, sejumlah jaringan narkotika nasional dan internasional lainnya juga berhasil diungkap selama pengabdiannya di tingkat pusat.
Dedikasi dan keberaniannya dalam penegakan hukum turut mengantarkannya menerima Pin Emas Kapolri pada 2017, sebagai penghargaan atas pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional.
Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari dunia internasional. Sebuah majalah di kawasan Asia memberikan penghargaan khusus atas integritas dan konsistensinya dalam perang melawan narkoba.
Namun, ada pendekatan berbeda yang kini ditonjolkan Widarsono sejak dipercaya memimpin BNN Kota Bitung.Jika di masa sebelumnya ia dikenal melalui pengungkapan jaringan narkoba kelas kakap, kini ia memperkuat strategi pemberantasan narkotika melalui perpaduan penegakan hukum, edukasi, pembinaan karakter, dan keterlibatan langsung masyarakat.
Baginya, memberantas narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar dan memutus jaringan peredaran. Upaya pencegahan harus menyentuh akar persoalan dengan membangun ketahanan moral, memperkuat karakter, serta menciptakan lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Dari pemikiran tersebut, lahirlah lima inovasi unggulan BNN Kota Bitung.
LIMA INOVASI, PERKUAT GERAKAN ANTINARKOBA DI BITUNG
1. Sinabung Akhlak (Sinergi Membangun Akhlak).
Program ini menjadi fondasi gerakan pencegahan narkoba melalui penguatan iman, moral, dan karakter. Pendekatan pembinaan akhlak ditempatkan sebagai salah satu upaya membangun benteng diri dan ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
2. Cafe Link (Cafe Edukasi Keliling).
Melalui Cafe Link, BNN Bitung membawa edukasi bahaya narkoba lebih dekat dengan kehidupan anak muda.
Warung kopi dan kafe menjadi ruang komunikasi dan edukasi. Dengan suasana santai dan dialog terbuka, pesan-pesan pencegahan narkoba disampaikan secara lebih akrab, komunikatif, dan mudah diterima generasi muda.
3. Sambang.
Program Sambang menjadi strategi jemput bola BNN Bitung dengan turun langsung ke kelurahan-kelurahan.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan sosialisasi bahaya narkoba, tetapi juga membuka layanan SKHPN (Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika) serta melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi rawan peredaran gelap narkotika.
4. Patroli Bersinar (Patroli Bersih Narkoba).
BNN Bitung memperkuat pengawasan melalui kolaborasi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.Sinergi tiga pilar ini diarahkan untuk memperluas pengawasan hingga ke lingkungan permukiman dan lorong-lorong masyarakat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
5. IPS (Intra dan Interpersonal Skill).
Tidak hanya menyasar masyarakat, penguatan juga dilakukan dari internal organisasi melalui program IPS.
Pembinaan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pribadi, empati, kemampuan mengelola emosi, serta keterampilan berinteraksi secara positif. Dengan demikian, pegawai BNN diharapkan memiliki integritas dan mampu menjadi teladan dalam menjalankan tugas.
