Kota Bitung

Ellen Honandar Sondakh Dorong Gerakan Sampah Jadi Rupiah, Empat Kelurahan di Aertembaga Ikut Pelatihan Kompos

Komitmen tersebut diwujudkan Ellen Honandar Sondakh menyerahkan bibit cabai atau rica kepada masing-masing kelurahan di Kecamatan Aertembaga.

Penulis: Syarif Umar l Bitung

Mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan menjadi gerakan yang terus didorong Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bitung. Tak sekadar mengedukasi, Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., bahkan turun langsung mempraktikkan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Gerakan tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang menyasar masyarakat di empat kelurahan, yakni Pinangunian, Tandurusa, Makawidey, dan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Jumat (6/11/2026).

Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Aertembaga ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa persoalan sampah dapat diatasi mulai dari lingkungan keluarga.

Ellen Honandar menegaskan, kaum ibu memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak seharusnya langsung dibuang, sebab jika dipilah dan dikelola dengan tepat, sampah justru dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Sampah nonorganik seperti plastik bisa memiliki nilai jual sekitar Rp2.000 per kilogram. Sementara sampah organik yang diolah menjadi kompos bisa bernilai hingga Rp5.000. Jadi, jangan langsung membuang sampah, karena ada manfaat ekonomi yang bisa diperoleh,” ungkap Ellen.

Lebih dari sekadar teori, Ellen turut memperagakan proses pembuatan kompos di hadapan peserta pelatihan. Ia ingin memastikan masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya di rumah masing-masing.

Di sisi lain, Ellen juga memberikan perhatian serius terhadap kebiasaan membakar sampah sembarangan. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut bukan hanya mencemari udara dan mengancam kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas akibat fenomena El Niño.

“Hindari membakar sampah, apalagi sampah organik. Asap pembakaran dapat memperburuk kualitas udara dan mengganggu kesehatan pernapasan. Dalam kondisi cuaca yang masih panas seperti sekarang, pembakaran sampah juga berisiko memicu kebakaran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung, Ny. Tenti Suak Sakul, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan implementasi program kerja Pokja III dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Ia berharap edukasi yang diberikan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aertembaga.

Pelatihan ini menghadirkan Liberty Rimbing, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Bitung, sebagai pemateri praktik pembuatan kompos.

Turut hadir Camat Aertembaga Stenly R. Tatipang, S.Sos., Kepala Dinas Pertanian Kota Bitung Steven Prok, Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Ny. Tenti Suak Sakul, Ketua TP PKK Kecamatan Aertembaga Ny. Santje Olivia Tatipang-Kandijoh, para lurah se-Kecamatan Aertembaga, serta masyarakat peserta pelatihan.

Sebagai langkah konkret mendorong pemanfaatan kompos, Ellen juga menyerahkan bibit cabai atau rica kepada masing-masing kelurahan di Kecamatan Aertembaga. Bibit yang disediakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah dengan memanfaatkan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik.

Melalui gerakan ini, TP PKK Kota Bitung ingin membangun kesadaran bahwa sampah bukan sekadar persoalan yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Dari rumah tangga, masyarakat didorong membangun pola hidup yang lebih produktif: memilah sampah, menghasilkan kompos, memperoleh nilai ekonomi, sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.