
Foto: Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E saat turun di Lokasi Kebakaran di Kelurahan Pateten Satu, Selasa (3/11/2026).
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kelurahan Pateten Dua, Kota Bitung, tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan kebutuhan dasar. Ketua TP-PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis anak-anak yang masih bertahan di tenda pengungsian.
Bersama rombongan, Ellen yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kota Bitung turun langsung menghadirkan kegiatan trauma healing guna membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak pascakebakaran.
Melalui pendekatan penuh kehangatan, Ellen mengajak anak-anak bernyanyi dan menari bersama. Aktivitas sederhana tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk kembali tersenyum, menghibur diri, sekaligus mengurangi beban psikologis akibat peristiwa kebakaran yang mereka alami.
Suasana posko pengungsian yang sebelumnya diselimuti kesedihan pun berubah lebih hidup. Tawa dan keceriaan anak-anak mewarnai kegiatan tersebut.
“Kami bernyanyi dan menari bersama anak-anak supaya emosi mereka lebih stabil dan trauma setelah kebakaran bisa pulih,” ujar Ellen.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap aktivitas dengan penuh kegembiraan. Kebahagiaan semakin terasa ketika Ellen dan rombongan membagikan makanan ringan kepada anak-anak di penghujung kegiatan.
Di sela-sela kegiatan, Ellen juga memberikan pesan penting agar anak-anak tidak kembali menyaksikan rekaman video peristiwa kebakaran yang menimpa tempat tinggal mereka.
Menurutnya, paparan berulang terhadap rekaman kejadian tersebut dapat kembali mengingatkan anak-anak pada pengalaman menakutkan yang mereka alami. Karena itu, menghindari tayangan tersebut menjadi salah satu langkah untuk membantu proses pemulihan trauma.
Kehadiran Ellen di tengah anak-anak korban kebakaran menjadi bentuk perhatian bahwa pemulihan pascabencana bukan semata-mata tentang membangun kembali tempat tinggal atau memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan kondisi mental dan emosional para korban, terutama anak-anak, tetap mendapat perhatian.
Sebab, di balik kehilangan tempat tinggal dan keterbatasan selama berada di pengungsian, anak-anak membutuhkan perhatian, rasa aman, pendampingan, serta dukungan agar dapat kembali menjalani masa kecil mereka dengan penuh keceriaan.
Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan anak-anak korban kebakaran di Pateten Dua dapat perlahan bangkit dari pengalaman traumatis dan kembali menatap masa depan dengan semangat.
