Berita Utama

Konas Pemuda PGI 2026: Rio Dondokambey Satukan Visi Pemuda Gereja se-Indonesia

Konas Pemuda PGI 2026: Rio Dondokambey Satukan Visi Pemuda Gereja se-Indonesia
Ketua Pemuda Sinode GMIM, Pnt. Rio Alexander Dondokambey. Foto: Ist

Penulis: Tim Redaksi

Konsultasi Nasional (Konas) Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) kembali digelar setelah sempat mengalami kevakuman beberapa tahun.

Manado, Sulawesi Utara, menjadi tempat berkumpulnya lebih dari 100 perwakilan pemuda gereja dari berbagai daerah di Indonesia dalam forum nasional yang berlangsung 6–8 November 2026.

Kegiatan nasional ini secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dr. (H.C.) Puan Maharani, Jumat (6/11/2026).

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan Konsultasi Nasional (KONAS) Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Tahun 2026 bertajuk SATU Conference: Synergy, Apprentice, Transformation, Unity.


Di balik penyelenggaraan agenda tersebut, Ketua Pemuda Sinode GMIM, Pnt. Rio Alexander Dondokambey, B.Sc., M.M., mengambil peran sebagai Ketua Umum Panitia Konas Pemuda PGI 2026.

Rio menempatkan pertemuan nasional ini sebagai momentum untuk membangun kembali komunikasi antarpemuda gereja, menyatukan visi, sekaligus merumuskan arah pelayanan bersama ke depan.

Bagi Rio, Konas bukan sekadar menghidupkan kembali agenda organisasi yang sempat terhenti. Lebih dari itu, forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan pemuda gereja secara nasional.

Rio Ingin Pemuda Gereja Bergerak dengan Visi Bersama

Dalam laporan panitia pada pembukaan Konas Pemuda PGI 2026 di Aula Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Jumat (6/11/2026), Rio menjelaskan pentingnya menyatukan pandangan dan program dari berbagai sinode.

Ia berharap pertemuan ini menghasilkan kesepahaman mengenai arah pelayanan pemuda gereja, sehingga setiap daerah dapat bergerak dengan visi yang lebih terkoordinasi.

“Acara ini dimaksudkan sebagai wadah menyusun program dan menyatukan visi bersama arah pemuda gereja ke depan,” ujar Rio.

Menurutnya, penyelenggaraan Konas juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai pemikiran dan pengalaman pelayanan dari seluruh Indonesia.

Rio menjelaskan, panitia secara khusus mengundang Ketua DPR RI Puan Maharani untuk memberikan arahan kepada peserta.

Kehadiran pimpinan lembaga legislatif tersebut diharapkan memberikan perspektif kebangsaan, sehingga program yang dirumuskan pemuda gereja dapat selaras dengan visi dan misi pemerintah.

Hasil konsultasi nantinya diharapkan dirangkum menjadi rekomendasi serta dorongan bagi pemerintah dan masyarakat.

Lebih dari 100 Peserta, Hampir 80 Persen Anggota PGI Terwakili

Konas Pemuda PGI 2026 diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Peserta terdiri dari ketua pemuda sinode, ketua pemuda PGIW dan SAG, Majelis Pekerja Lengkap PGI, unsur Biro Pemuda Remaja PGI, serta Majelis Pekerja Harian PGI.

Rio menyebut keterwakilan peserta yang hadir secara langsung telah mencakup hampir 80 persen anggota PGI. Sementara perwakilan lainnya mengikuti kegiatan melalui sambungan daring.

Partisipasi dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan luasnya jangkauan forum yang berlangsung selama tiga hari di Manado.

Bagi Rio, keterlibatan berbagai unsur pemuda gereja menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi yang lebih kuat sekaligus menyamakan prioritas pelayanan.

Dengan demikian, gagasan yang muncul tidak hanya mewakili satu sinode atau wilayah, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan bersama bagi gerakan pemuda gereja di tingkat nasional.

Menghubungkan Pelayanan Gereja dengan Pembangunan Bangsa

Salah satu agenda penting yang ingin dibangun melalui Konas Pemuda PGI 2026 adalah memperkuat hubungan antara pelayanan gereja dan dinamika kehidupan berbangsa.

Rio berharap pemuda gereja tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi dan pelayanan internal, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Kehadiran Puan Maharani dalam pembukaan kegiatan menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas perspektif tersebut.

Dalam sambutannya, Puan mengingatkan generasi muda mengenai pentingnya menjaga persatuan, merawat toleransi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Puan juga mengangkat falsafah Minahasa Si Tou Timou Tumou Tou, yang mengandung makna manusia hidup untuk memanusiakan sesamanya.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan semangat yang ingin dibangun melalui konsultasi nasional, yakni menghadirkan pemuda gereja yang mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.

Manado Jadi Titik Awal Konsolidasi Nasional

Pembukaan Konas Pemuda PGI 2026 diawali ibadah yang dipimpin Ketua MPH SAG Sulutteng, Pdt. Jacklin Soan Sumilat, S.Th.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani, Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan, Ketua II MPH PGI Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E., serta Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.

Hadir pula jajaran pimpinan DPR RI, kepala daerah di Sulawesi Utara, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen, Rektor IAKN Manado Olivia Cherly Wuwung, serta sejumlah pimpinan organisasi gereja dan kepemudaan.

Konas Pemuda PGI 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (8/11/2026).

Melalui forum ini, Rio bersama panitia berharap lahir rumusan program yang dapat memperkuat persaudaraan lintas sinode, meningkatkan koordinasi pelayanan, serta menjadi rekomendasi konkret bagi gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Manado pun menjadi titik pertemuan kembali pemuda gereja dari berbagai penjuru Indonesia untuk membangun visi bersama bagi masa depan pelayanan dan kontribusi generasi muda.




ADVERTISEMENT