
Tomohon – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tomohon Selatan diperkirakan akan teratasi dengan bakal dibangunnya resorvoir atau tempat penampungan air di Kelurahan Walian II atau kerap disebut Perum Atas..
Pembangunannya telah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Tomohon Jimmy Eman SE Ak, Jumat 1 November 2013 dimana saat membawakan sambutan mengungkapkan bahwa Sistem Persediaan Air Minum (SPAM) yang bakal dibangun akan sangat membantu dan menunjang kebutuhan air bersih khususnya di Kelurahan Walian II dan sekitarnya.
“Saat ini kita memang masih dalam tahap untuk mencari sumber-sumber air yang baru guna menyediakan air bagi seluruh masyarakat di Kota Tomohon. Dengan komitmen mensejahterakan masyarakat serta kerjasama dari pemerintah provinsi serta dukungan masyarakat kota Tomohon, pada tahun 2014 nanti seluruh masyarakat sudah dapat merasakan dan menikmati fasilitas air bersih dalam 24 jam. Dan kepada para pekerja agar dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu yakni pada bulan Desember nanti,” ungkap Eman.
Sementara itu, Dirut PDAM Kota Tomohon Ronny Pandey SKom mengatakan pembangunan SPAM berkapasitas 300 m³ plus jaringan yang akan diambil dari jaringan Malimbukar ini menelan Rp 2.272.000.000,00 dengan sasaran pelayanan air di Walian II dan juga di rumah dinas Walikota. “Kedepannya akan lebih jauh lagi karena dipersiapkan untuk ke daerah Tomohon bagian Selatan seperti Uluindano, Tumatangtang dan Kampung Jawa,” ungkap Pandey.
Hadir juga dalam acara ini, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir Ervinz Liuw MSi, Asisten Administrasi Umum Dra Truusje Kaunang, Camat Tomohon Selatan Drs Robby Kalangi SH , Lurah Walian II Felix Mantiri, tokoh-tokoh masyarakat dan agama, para undangan serta warga masyarakat.

memohon juga perhatian manajemen PAM Tomohon untuk control pipa-pipa PAM jalur Tomohon Utara (Kakaskasen Satu)yang disuntik dibeberapa tempat dan disalurkan kerumah warga dan screen house tanaman hias dekat jalur pipa air PAM maupun yang dilaksanakan lewat program PNPM Mandiri yang diinformasikan masyarakat penyambungannya dilakukan oleh aparat PAM asal Kakaskasen inisial MM ….dan dibayar warga jutaan rupiah…
tomohon utara sudah menjadi tujuan wisata kuliner…. minta ampun air PAM sudah satu bulan lebih tidak jalan….disaman kepepimpinan JETPOL mo panas satu tahun tidak ada ungkapan debit air di limbaan menurun …yang soal sumber air mahlimbukar untuk siapa dan yang kita-kita ini dari tomohon utara. … hanya jadi pengemis minta air ….ingat pemilu 2014…sudah didepan mata merobah pola pikir masyarakat yang sudah diciderai perlu waktu lama….untuk pemulihan…jangan-jangan hal ini bisa dipolitisasi…boss.
kong bgmna dang d.gn Tomohon utra,yg so 1 bln lbh krisis air?
pdhl bayar mahal.