
Andrew Sumolang bersama anaknya saat meninjau tanam
Langowan, BeritaManado.com — Cuaca bersahabat di Langowan membuat warga sangat leluasa untuk beraktivitas, tak terkecuali para petani.
Suasana seperti ini sering dimanfaatkan petani, setidaknya meninjau kokoditi tanaman siap panen di kebun.
Itulah yang dilakukan Adrew Sumolang bersama anaknya Diego saat melihat perkembangan tanaman tomat di kebunnya Senin (22/9/2025) siang.
Menurut Andrew, yang menjadi refleksinya bukan soal berapa banyak cuan yang bisa diperoleh jika sukses panen tomat.
“Bagi saya itu hal bersifat teknis, dimana keringat dan lelah selama proses tanam hingga panen akan mendapatkan imbalan setimpal dengan hasil kerja keras selama berbulan-bulan,” ungkapnya.
Andrew menuturkan, bahwa sesuatu yang lebih bernilai yaitu bagaimana menanamkan nikmatnya seorang petani kepada anak-anak.
“Menurut saya, ada kenikmatan tersendiri menjadi petani ataupun anak pertani. Melalui bertani kita dapat mengajarkan kepada anak-anak kita tentang sebuah proses. Alasannya yaitu sebuah hasil tidak diperoleh dengan hal yang instan,” kata Andrew.
Dalam konteks yang lebih tegas, Andrew dengan lantang mengatakan dalam unggahan status di media sosialnya bahwa menjadi anak petani lebih mulia ketimbang anak koruptor.
(Frangki Wullur)
