Kota Manado

Ada 5 Kecamatan, Kota Manado Utara Sudah Klop

Manado – Membentuk kawasan otonomi baru bernama Manado Utara sudah punya secercah harapan. Setidaknya ada 5 kecamatan yang bisa digabung untuk menuju ke pemekaran baru dari Kota Manado itu.

Kelima kecamatan dimaksud adalah Tuminting, Singkil, Bunaken, Bunaken kepulauan dan Mapanget.

“Kini sudah ada 5 kecamatan untuk membentuk Kota Manado Utara, kita harus mulai menyeriusi pembentukannya mulai dari sekarang,” sebut Edwal Puasa dan Rudolf Pontius, tokoh muda Kelurahan Singkil 1, Senin (11/11).

Kontur pesisir di Tuminting dan daerah landai di Mapanget bisa dimanfaatkan seluasnya untuk menjamin perekonomian masyarakat di daerah otonom baru ini.

“Pesisir bisa menambah income dengan pembangunan infrastuktur perikanan, sementara di Mapanget bisa jadi kawasan industri, kami kira ini tinggal perencanaan saja, yang pasti hasilnya bisa memberi efek produktif buat masyarakat,” cetus Edwal. (Ady Putong)

Satu tanggapan untuk “Ada 5 Kecamatan, Kota Manado Utara Sudah Klop”

  1. Saya pernah ingin menyampaikan opini di dua media di manado beberapa tahun yg lalu, ketika ada perorangan secara politis mengusulkan manado utara jadi kota otonom. Alasan politisi ybs manado utara (wilayah sebelah utara sungai Tondano yg dibilang sebagai wilayah berkontras dgn bagian selatan sungai ybs) dianak tirikan dari pembangunan fisik-infrastruktur. Sayang waktu itu tidak ada media (dari dua media di manado) yang mau memuat isi usulan tsb. Saat itu saya ingin memberi komentar bhw cara berpikir politisi tsb tak beralasan, krn justru di bgn utara manado (wilayah di utara sungai Tondano) padat perumahan, dan terdapat airport, terdapat pusat kegiatan; ekonomi perhotelan, restauran, keolahragaan (bakal ada stadion manado komplit), tempat pameran, dll. Kalau politisi tsb mau menyatakan manado bagian selatan sungai lebih dibangun pemerintah, itu pendapat kualitatif tak berdasar krn secara historis kebetulan Belanda membangun pusat pemerintahan di bgn selatan sungai Tondano yg otomatis memberi kesan kawasan selatan ini lebih terbangun. Faktor historis lain, yaitu penduduk migran lokal Minahasa yg paling padat di Sulut lebih dekat berdomisili di bagian manado selatan sehingga terkesan wilayah ini terbangun secara ekonomi, dst, dst banyak alasan bhw pendapat si politisi tsb hanya bersifat politis oportunis sesaat dan tak masuk akal.
    Justru sekarang kota Manado sebagai ibu kota provinsi perlu dikembangkan tambah luas wilayah kotanya, karena dengan tkt kepadatan penduduk kota dan wilayah yg sempit lebih kecil dari kota Bitung, adalah wajar dikembang-luaskan seiring dgn pembangunan by pass III di Selatan Manado, dan kota Manado perlu wilayah Pineleng utk menyeimbangkan perluasan wilayah manado, agar dapat mengatasi MASALAH KEMACETAN yg seiring dgn perkembangan jumlah kendaraan motor, yg akan lebih bermasalah pada lima tahun ke depan. Dan adalah pantas dia sebagai ibu kota provinsi yang metropolitan dan kosmopolitan bergengsi dan seksi berwilayah luas. Kalau, hanya alasan kuantitatif jumlah kecamatan Manado utara, dan keinginan politis oportunis agar Manado Utara jadi kota otonom, ini sangat tak masuk akal. Justru kota Manado jadi berwibawa dgn setelah ketambahan wilayah Mapanget, dan lebih ideal Kecamatan Pineleng masuk pemerintahan kota Manado sekarang ini. Potensi infrastruktur kota Manado lebih berpotensi dan seksi dengan adanya wilayah Mapanget, Bunaken sekitarnya. Dan kalau mau diKLETO wilayahnya oleh oportunis politis, justru akan mengurangi potensi kewibawaan dan keseksian kota Manado sekarang yg semakin berkembang dgn pimpinan Sdr Luemtut dan Mangindaan (yang keduanya memiliki visi pembangunan kota yg visioner). Apalagi dengan adanya gedung baru (icon) dan adanya Wenang city, by pass II, dan lain-lainnya, tentu syarat kepemerintahan dan keparawisataan kota Manado semakin terdukung. Usul saya adalah hal lucu yg tidak lucu kalau secara politis oportunis Manado Utara dimekarkan jadi kota otonom. Semoga masukan ini bermanfaat bagi semua pihak.

    Lekum,

    TOLE

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara