“Saya kagum. SHS memang patut diteladani. Bahkan setelah wafat, ia masih berbicara lewat buku-buku dan gagasan-gagasannya,” tutur TLS dengan nada penuh penghormatan.
Di meja kerja perpustakaan itu, tampak delapan buku karya SHS—baik yang ditulis langsung olehnya maupun yang ditulis orang lain tentang pemikiran dan perjalanan hidupnya.
Buku-buku itu menjadi semacam “prasasti hidup” dari seorang negarawan yang tak pernah berhenti belajar dan memberi.
Dikelilingi Sahabat dan Rekan Seperjuangan
Ziarah ini dilakukan Theo tidak seorang diri. Ia ditemani oleh sejumlah tokoh dan kerabat, termasuk Ferry Rende, Ketua DPD Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) Sulawesi Utara, organisasi yang dibina langsung oleh Theo.
Hadir pula Jerry Manein, Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Utara, serta jurnalis senior Rizal Layuck dan anggota rombongan lainnya.
Kehadiran mereka mempertegas bahwa hubungan TLS dan SHS bukan sekadar relasi pribadi, tapi juga simbol dari persahabatan antargenerasi dalam dunia politik Indonesia.
“SHS adalah sosok politisi mumpuni. Ia cerdas, punya jaringan luas, dan selalu setia pada sahabat dan idealismenya. Saya sangat terkesan dengan beliau,” ungkap Theo, yang dikenal juga sebagai Ketua Dewan Pembina GPPMP dan salah satu tokoh penting di Dewan Pembina Partai Golkar.
Warisan yang Tak Pernah Mati
Theo L. Sambuaga hari ini bukan sekadar politisi senior; ia juga akademisi yang produktif dan pemikir yang tajam.
Di usia 74 tahun, ia meraih gelar doktor. Dan pada 6 Juni 2025 ini, ia akan merayakan ulang tahun ke-76—usia yang penuh pengalaman, namun tetap bergelora dalam semangat pengabdian.
Ziarah ini, di tengah kesibukannya, menjadi cerminan nilai-nilai yang dijunjungnya: menghargai jasa, menjaga persahabatan, dan meneruskan perjuangan mereka yang telah lebih dulu berpulang.
Makam bisa sunyi, tapi kenangan dan warisan tak pernah mati
Di balik keheningan Kawangkoan Raya, hari itu terasa hangat oleh cerita, tawa, dan air mata yang dikenang kembali oleh Theo L. Sambuaga—untuk seorang sahabat yang telah menjadi bagian penting dari sejarah hidup dan sejarah bangsa: Dr. Sinyo Harry Sarundajang.
(RDS/FR)
