
Manado, BeritaManado.com — Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan PT Bank Panin Tbk dan PT Bank SulutGo (BSG) menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Program ini secara khusus menyasar kelompok penyandang disabilitas di Provinsi Sulawesi Utara.
Acara yang berlangsung semarak dan penuh antusiasme ini bertujuan untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di kalangan penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, OJK bersama mitra perbankan berupaya memastikan akses dan pemahaman yang setara terhadap berbagai produk dan layanan jasa keuangan bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari sejumlah pihak terkait. Direktur Operasional Bank SulutGo, Louisa Parengkuan, S.E., menegaskan komitmen BSG dalam mendukung program inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Bank SulutGo siap menjadi bank yang ramah disabilitas dengan menyediakan layanan yang mudah diakses serta produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Dari unsur pemerintah daerah, Muh. Subhan Langga, S.E., selaku Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulut sekaligus Analis Kebijakan Muda Rehabilitasi Sosial, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang dilakukan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah OJK dan pihak perbankan yang menunjukkan perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui edukasi keuangan,” katanya.
Sementara itu, Budiman P. Siahaan, Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi SulutGoMalut, menjelaskan bahwa GENCARKAN merupakan inisiatif nasional untuk membangun masyarakat yang melek finansial.
“Bulan Inklusi Keuangan menjadi momentum penting bagi kita untuk memastikan seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak yang sama dalam mengakses layanan keuangan. Pemahaman yang baik tentang literasi keuangan akan melindungi masyarakat dari risiko investasi bodong maupun pinjaman ilegal,” tegasnya.
Sesi utama kegiatan diisi dengan penyampaian materi edukatif. Gratia Marentek dari OJK memberikan pemaparan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan produk jasa keuangan resmi, serta tips menghindari penipuan.
Selanjutnya, Glenn Palar dari Bank SulutGo menjelaskan secara praktis tentang produk perbankan Bohusami Young yang dirancang inklusif, serta langkah mudah untuk membuka rekening tabungan.
Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis Tabungan Bohusami Young dan santunan kepada perwakilan peserta disabilitas oleh Komisaris BSG, Jaclyn Koloay.
Tindakan ini menjadi wujud nyata kepedulian sektor jasa keuangan dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok disabilitas.
Melalui kegiatan GENCARKAN ini, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan penyandang disabilitas di Sulawesi Utara dapat meningkat secara signifikan, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan mereka di masa mendatang.
(***/srisurya)
