MANADO – Ekspor ikan kayu produksi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke Jepang dan Korea Selatan menunjukkan peningkatan tajam di tahun 2012 ditandai ekspor semakin kontinu tiap bulan.
“Tiap bulan ekspor ikan kayu terus terjadi, permintaan lebih tinggi datang dari pembeli Jepang, pada pekan kedua April 2012 ini sebanyak 50 ton ikan kayu diekspor ke negara tersebut,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan, Kamis (12/4).
Sesuai data Surat Keterangan Asal(SKA) atau certificate of origin, kata Sanny ekspor ikan kayu ke Jepang mendatangkan devisa sebanyak 30,06 juta Yen.
Sementara ekspor ikan kayu ke Korea Selatan, kata Sanny, tercatat sebanyak 25 ton, mampu mendatangkan devisa sebanyak 18,75 juta Yen.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengatakan, permintaan ikan kayu kedua negara tersebut karena ikan kayu sebagai bahan baku diolah menjadi berbagai jenis produk dibutuhkan masyarakat.
“Ikan kayu ternyata banyak manfaatnya, selain diolah menjadi produk pangan khas (ikan) Jepang dan Korea, ikan kayu juga menjadi bahan baku untuk bumbu-bumbuan hingga parfum,” kata Hanny.
Produk tersebut disebut ikan kayu, kata Hanny karena telah diproses melalui pembakaran pada suhu tertentu, sehingga dihasilkan komoditas yang sudah mengeras seperti kayu, tetapi tahan meski disimpan lama.
Kendati permintaan ikan kayu dari Jepang dan Korea tinggi, tetapi para pengekspor mengaku belum sepenuhnya mampu penuhi kebutuhan masyarakat di kedua negara itu, karena keterbatasan bahan baku.(niel)
