MANADO – Bisnis perhotelan di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) optimistis mengalami pertumbuhan lebih 20 persen pada tahun 2012. “Kami tetap yakin pertumbuhan hotel di Manado lebih 20 persen, hal ini tak lepas dari tren masyarakat Indonesia untuk berwisata ke Manado makin tinggi,” kata pemilik Hotel Aston Manado, Wempie Umboh, di sela peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-3 hotel tesebut di Manado, Selasa (1/5).
Wempie mengatakan, tren masyarakat berwisata ke berbagai daerah termasuk Kota Manado, merupakan peluang untuk tumbuhnya industri perhotelan. “Industri perhotelan terkait erat dengan pariwisata, ketika pariwisata tumbuh, maka tingkat hunian hotel akan mengikutinya, karena itu yakin tahun ini terjadi pertumbuhan hotel,” kata Wempie.
Selain faktor tren berwisata yang semakin tinggi, kata Wempie, pertumbuhan hotel sangat dipengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan yang relatif membaik khususnya Sulawesi Utara(Sulut). Harga tiket penerbangan yang semakin kompetitif dan bersaing, kata Wempie, menjadi salah satu faktor pendorong sehingga pariwisata Manado dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana diharapkan.
Bisnis perhotelan di Kota Manado, kata Wempie, semakin punya prospek menyusul pertumbuhan kota ini sebagai salah satu kota wisata yang semakin diminati di Indonesia. Manado terus bertumbuh menjadi daerah wisata yang potensial, ini jelas akan memberi dampak positif pada pertumbuhan hotel di Manado akan lebih tinggi tahun ini.
General Manager Hotel Aston Manado, Jaka Priatna mengatakan, bisnis perhotelan di Kota Manado pada tahun 2012 akan tetap tumbuh positif. “Tetapi pertumbuhan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi perlu upaya kerja keras dari seluruh manajemen bank, apalagi ditengah persaingan hotel yang semakin ketat,” kata Jaka.(dan)
