Berita Utama

Waspada! 19 Desa dan 4 Kelurahan di Minut, Terdepan Kena Dampak Kerusakan Gunung Klabat

Waspada! 19 Desa dan 4 Kelurahan di Minut, Terdepan Kena Dampak Kerusakan Gunung Klabat
Gunung Klabat di Kabupaten Minahasa Utara.(foto: Kementerian PUPR/Twitter)

Minut, BeritaManado.com – Gunung Klabat, di Minahasa Utara, Sulawesi Utara sedang tidak baik-baik saja.

Upaya reboisasi massal yang dilakukan pasca kebakaran hebat hutan Gunung Klabat yang terjadi pada September 2015, sepertinya menjadi sia-sia ketika aktifitas ilegal logging, dan galian C masih terus terjadi.

Kondisi semakin parah ketika masyarakat menggunakan teknik pembakaran untuk perluasan area tanam dan pengasapan untuk memburu hewan.

Gunung Klabat di Minahasa Utara merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Utara dengan ketinggian mencapai sekitar 1.995 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung ini oleh masyarakat Tonsea (Minahasa Utara) disebut juga Gunung Tamporok.

Sayangnya, sederet tindakan serakah manusia mulai berdampak buruk bagi kelangsungan hidup manusia sendiri.

Bila bicara dampak kerusakan gunung mulai dari longsor dan banjir bandang, maka mereka yang hidup di kaki Gunung Klabat, menjadi kelompok pertama yang rawan.

Sedikitnya, ada 19 desa dan 4 kelurahan yang terbentuk di kaki Gunung Klabat.

Ke-23 desa dan kelurahan ini, yaitu Kecamatan Airmadidi ada Kelurahan Airmadidi Atas, Kelurahan sarongsong Satu, Kelurahan Airmadidi Bawah, dan Kelurahan Sarongsong Dua.

Selanjutnya yaitu Kecamatan Dimembe ada Desa Klabat, Pinilih, Tatelu, Warukapas, Dimembe, Laikit, Matungkas.

Untuk Kecamatan Kauditan, ada Desa Tumaluntung, Paslaten, Lembean, Kaasar, Karegesan, Kaima, Treman, Kawiley, Kauditan I, Kauditan II, Watudambo II, dan Watudambo.

Jumlah ini akan semakin luas apabila kerusakan hutan di Gunung Klabat masih terus terjadi.

Bencana banjir bandang di Desa Klabat, Kecamatan Dimembe, pada Sabtu (18/3/2023) lalu menjadi peringatan awal pentingnya menjaga alam Gunung Klabat.

Bupati Minut Joune Ganda kepada BeritaManado.com mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis untuk perawatan Gunung Klabat.

“Saya lagi koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian untuk kita sampaikan bagaimana menjaga dan merawat Gunung Klabat yang lebih komprihesif dengan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ujar Joune Ganda menjawab BeritaManado.com, Kamis (23/3/2023).

Joune Ganda juga mewarning para pelaku penebangan liar (Ilegal logging) di hutan Gunung Klabat.

Ia meminta pemerintah desa dan masyarakatnya untuk waspada dan mengawasi praktek penebangan liar (illegal logging) di wilayahnya masing-masing.

“Masyarakat diminta agar secara proaktif melakukan pengawasan, serta juga melaporkan setiap aksi penebangan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” lanjut Bupati Joune Ganda, didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut, Theodore Lumingkewas.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara