Mitra, BeritaManado.com – Lambatnya pekerjaan proyek pembangunan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di ibukota Kabupaten Minahasa Tenggara disoroti warga.
Proyek dengan anggaran cukup fantastis karena dikelolah Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya yang bersumber dari APBN, dengan anggaran atau nilai kontrak Rp6,7 miliar, oleh warga dinilai pekerjaannya terlalu lambat.
“Kami minta pelaksana proyek dalam hal ini PT Wijaya Kusuma Emindo agar lebih profesional dalam mengerjakan proyek miliar ini. Sebab masyarakat Ibukota Ratahan sudah sangat membutuhkan tersedianya infrsastruktur air bersih yang memadai,” tegas Lintje Soputan, warga Wawali Pasan.
PT Wijaya Kusuma Emindo dikonfirmasi melalui Jemmy Poundanan membenarkan adanya keterlambatan dalam pekerjaan tersebut.
“Memang saya akui ada keterlambatan, hal itu dikarenakan panitia pembebasan lahan Pemkab Mitra terlambat melakukan negosiasi dengan pemilik lahan,” kata Jemmy.
Dengan begitu lanjut dia, maka proses pekerjaan proyek tersebut juga ikut terhambat. “Terkait dengan masa kontrak kerja, itu sudah kami perpanjang,” jelasnya.
Sementara itu dari pantau di lokasi kegiatan, sejauh ini volume pekerjaannya baru sekira 70 persen dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan pihak perusahan yakni sudah 80 persen. (rulansandag)
