Manado – Menteri Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan, warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano akan direlokasikan oleh pemerintah.
“Semua daerah aliran sungai yang masuk ke Manado akan dibuat tanggul dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor akan di relokasi,” ujarnya saat melakukan kunjungan di lokasi bencana banjir di Manado.
Dia menambahkan, nantinya pemerintah yang akan menyediakan tempat tinggal baru bagi warga tersebut. Pernyataan ini memang sempat disampaikan pemerintah pusat pada waktu bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2013, tetapi nyatanya, relokasi hingga peristiwa banjir kembali terjadi pada Rabu (15/1/2014) yang lalu belum terealisasi.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang sebelumnya telah meminta untuk direlokasi bagi warga disepanjang DAS Tondano. (Rizath Polii)

wacana , waktu banjir , sebentar lagi juga lupa.
Menyengsarakan….
Kalau seandainya sesudah peringatan banjir besar tahun yang lalu pemerintah dengan sigap melakukan antisipasi dengan membangun tanggul sepanjang DAS, Manado tidak akan menderita seperti sekarang ini. Kerugian triliunan rupiah seperti sekarang tidak akan terjadi dengan menginvest setengah triliun untuk pembangunan tanggul sepanjang DAS…Pemerintah malah jor-jorang memaksa pembangunan di sektor lain semacam tol dll…..Adalah Kesalahan yang fatal untuk menunda-nunda membangun pengaman banjir. Blunder di saat-saat akhir , syaaaang sekali!!! Kalau tidak di selesaikan tahun ini, Mari kita tunggu yang lebih besar dan dasyat lagi untuk tahun2 mendatang!!!!