Berita Utama

Walikota: Kami Bekerja Bukan Sekedar Pencitraan

GS Vicky Lumentut (foto beritamanado)
GS Vicky Lumentut (foto beritamanado)

Manado – Menanggapi kritikan dan suara-suara sumbang dari sejumlah pihak yang menuding Walikota Manado, GS Vicky Lumentut memanfaatkan bencana sebagai ajang pencitraan dibantah langsung.

Ditegaskan Lumentut, saat ini pihaknya terus berupaya mengembalikan Kota Manado kondusif seperti biasanya.

“Kami bekerja sekarang bukan untuk pencitraan saja. Sialakan saja kalau ada pihak-pihak menuding demikian,” ujar Lumentut.

Dirinya pun berharap para oknum yang melayangkan penilaian itu, agar tidak menciptakan kondisi yang negatif ditengah masyarakat.

“Seharusnya kalau merasa warga Manado, jangan hanya dari jauh di tempat yang aman dan duduk-duduk lalu mengkritik. Mari sama-sama kita turun membantu warga korban bencana,” kata Lumentut dengan nada tinggi. (leriandokambey)

3 tanggapan untuk “Walikota: Kami Bekerja Bukan Sekedar Pencitraan”

  1. Jangan2 kita sto yang dianggap boss ini telah menciptakan kondisi yang negatif kang? Der dulu memang sukar skali kalau di kritik, nintau kyapa sto. Boss tanya pa anak buah samua yang suka ba reply-reply di BM banyak tu nda karuan, cara mereka memang kelihatan skali, kalau bukannya bermain ‘citra’ pasti bermain ‘cari muka’ pa boss. Nda ada yang salah dengan kritikan kami tentang pengrusakan lingkungan dan kurangnya antisipasi dari pemda, coba apa yang salah dari kritikan tsb? Coba boss baca bae2 tu anak buah pe tulisan-tulisan, orang awam saja membacanya pasti terkesan mereka itu bermain ‘citra’. Sok teknis samua tu anak buah pe penjelasan. Dan di tambah lagi dengan di besar2kannya faktor ‘extraordinary’ dong pekira samua rakyat akan io-io jo. Dorang nda berpikir klo ada banyak masyarakat juga punya ide dan pikiran yang lain dan lebih masuk akal, contohnya: Oh klo alam nda rusak pasti nda separah ini.., atau oh kalu boss realisasi akang membebaskan jalur DAS dan membangun tanggul setebal 2 meter, setinggi 3meter sepanjang Das yg ada di Manado rakyat tidak akan menderita seperti skarang….Coba reken kasar jo biaya untuk bangun samua itu, ada 2T? Co bandingkan dengan kerugian yang terjadi dan efek2nya skarang ini?

    BUktinya sampai skarang belum ada terdengar reaksi cepat apa untuk perencanaan penanggulangan kejadian yg sama untuk tahun2 kedepan? Saya yakin tahun depan akan lebih parah lagi.

    Kami mau ada pernyataan dari pemda: “Sebelum masa dan musim yang sama tahun depan, semua daerah DAS sudah bebas pemukiman, tanggul akan siap, dan tidak ada lagi tu potong2 bukit2, Ini harus benar2 kami realisasikan, walaupun harus menyisihkan program pembangunan yang lain, ii PRIORITAS KAMI!!!” Bagitu tu rakyat mo suka dengar.

    Kong Torang yang sementara ini ada di jaoh2 bukang cuma duduk2 doe…
    Yang penting dulu, torang bayar pajak, kong torang invest ka Manado torang pe kampung bukang kamana-mana dll..KOng biar cuma 1 mobil box instant noodles deng air mineral, torang so ikut serta merasakan..lebeh bae derpada tu tukang bagoso-goso ba-ba citra for boss padahal boss nda suruh sto.

  2. Aldrin deng cynthia, ngoni dua tunggu jo tu bantuan datang rupa sinterklaas. So nimbole kase tau pa pala ato lurah so? So nyanda dapa bajalang pigi di posko ato kantor camat so? Kalu pemerintah kurang tanggap, kiapa tu jalan boulevard di jembatan so boleh lewat? Kiapa ada posko utama dan posko di ktr camat? Kiapa ada nmr hotline 24 jam? Leri ini le kwa ja ba tulis rupa jo pemkot nyanda beking apa-apa.

  3. Manado – Masyarakat dengan kesalnya menuding pemerintah kurang tanggap akan penderitaan warga, dibandingkan pemerintah.

    “Lia jo di berita-berita yang ada. Wartawan lebe tau torang pe penderitaan dari pada pemerintah. Padahal ini PNS-PNS pe banyak, masa nyanda dilibatkan dalam penyaluran bantuan. Kong kurang mo pilih-pilih mana yang gampang mo kase, dorang (pemerintah, red) kase,” seru Aldrin warga Kampung Ternate.

    Ditegaskan warga, mereka sangat kecewa terhadap lambatnya dan penyaluran bantuan yang terkesan pilih kasih itu. Masyarakat pun berharap pemerintah lebih jeli lagi melihat penderitaan masyarakat, pasca bencana.

    “Supaya semua dunia tau Manado dapa bencana, kong banyak terima bantuan, wartawan kaluar maso lorong foto-foto dan minta warga pe tanggapan. Biar ba pece-pece (lumpur, red) dorang paksa maso. Mana pemerintah kalo begitu. Kalo nyanda cuma di oto bale kasana, bale kasini, dorang cuma turun di pinggir jalan, lepas bantuan kong pulang,” ujar warga Kampung Ternate dengan nada kesalnya. (leriandokambey)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara