
Manado, BeritaManado.com – Meskipun di terpa banyak isu negatif termasuk dugaan korupsi mega proyek dan proses pemilihan rektor tidak sesuai prosedur, namun manajemen Universitas Sam Ratulangi terus melakukan perbaikan lebih baik.
Demikian disampaikan wakil rektor 2 Unsrat, Ronny Maramis, ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi 4 DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (5/4/2018) siang.
“Sekarang Unsrat sudah akreditasi A akan loncat ke BLU. Kita semua harus menjaga Unsrat dan Unima yang merupakan lembaga pendidikan tinggi kebanggaan masyarakat Sulut sehingga harapan kami DPRD juga memberikan dukungan,” jelas Ronny Maramis pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi 4, James Karinda SH, MH.
Lanjut Ronny Maramis, Unsrat memiliki kekhususan, aturan sendiri, dengan senat menjadi acuan. Program khusus diberikan kepada para mahasiswa yang memiliki kendala menyelesaikan studi.
“Syukur, anak-anak lulusan Unsrat patut berbangga memegang ijasah akreditasi A. Kami memiliki program khusus bagi mahasiswa-mahasiswa terancam putus kuliah, mereka dipanggil dan diberi solusi,” terang Ronny Maramis.
Ketua Komisi 4, James Karinda, berharap pihak rektorat terus berkomitmen menjadikan Unsrat sebagai universitas kebanggan yang menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas.
“Karena di masa lalu Sulawesi Utara sangat dikenal memiliki banyak tokoh pendidikan berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional, sebut saja Dr Sam Ratulangi, Maramis dan masih banyak lagi,” tandas James Karinda.
Rapat dihadiri anggota Komisi 4, Fanny Legoh, Siska Mangindaan, Herry Tombeng, Meiva Lintang, Muslimah Mongilong dan Rita Lamusu.
(JerryPalohoon)
