Jadi Pembicara di Konsultasi Gereja dan Politik
TONDANO – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Sulut memang perlu menunjukkan eksistensi dan perannya dalam politik di Sulawesi Utara. Karena itu, pada Sabtu (7/5), Komisi Pelayanan Kaum Bapa (P/KB) GMIM menggelar konsultasi gereja dan politik di gereja GMIM Schwardz, Langowan.
Pada kesempatan itu hadir tiga tokoh politik GMIM yakni, Stefanus Vreeke Runtu (SVR), Ketua DPD Partai Golkar Sulut sekaligus Bupati Minahasa, Olly Dondokambey SE, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut sekaligus anggota DPR RI, dan Dr GS Vicky Lumentut, Ketua DPD Partai Demokrat Sulut sekaligus Wali Kota Manado.
Ketiga figur ini dalam pemaparannya intinya sepakat GMIM sebagai gereja tidak bisa berpolitik, tetapi gereja harus mempunyai sikap politik. “Hajatan ini memberikan arti yang besar bagi GMIM. Politik dan gereja harus bisa berjalan sinergi. Jika tidak sinergi maka konteks politik akan keluar dari jalur yang sebenarnya. Peran gereja sangat penting untuk mengarahkan politisi agar menggunakan politik secara baik dan tidak keluar dari norma-norma yang berlaku,” ujar Olly Dondokambey.
Sedangkan Drs Stefanus Vreeke Runtu dalam kegiatan tersebut mengatakan, saat ini GMIM tidak lagi solid dalam menyuarakan keinginan dan harapan politiknya. Menurutnya, GMIM adalah lembaga gereja yang sangat besar, namun sayangnya tidak bisa memainkan peran strategis dalam pemerintahan.
Hal senada juga diutarakan Vicky Lumentut. Hanya dia berharap GMIM dalam perannya di politik hendaknya memberikan teladan yang baik kepada jemaat, sehingga gereja akan tetap menjadi panutan. Menariknya, ketiga figur ini tetap tak ingin gereja terlibat jauh dalam politik praktis. (abm)

Apa Vreeke pe maksud?