Berita Utama

Vanda Sarundajang Pasang Baliho Tolak Kenaikan BBM

Vanda Sarundajang Pasang Baliho Tolak Kenaikan BBM
Vanda Sarundajang Tolak BBM (beritamanado)

MANADO – Komitmen, dan konsistensi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan penolakan terhadap kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus dilakukan seluruh kadernya. Satu di antaranya personel FPDI Perjuangan di Senayan, utusan Daerah Pemilihan Sulut, Vanda Sarundajang, melakukan penolakan kenaikan BBM secara terbuka, yakni dengan memasang baliho di berbagai tempat.

Vanda dalam baliho itu, menyatakan, Fraksi PDI Perjuangan, dan selaku Ketua DPD Taruna Merah Putih Sulut, menolak kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintahan SBY pada 1 April mendatang. Beberapa lokasi tempat pemasangan baliho antara lain, pertigaan Tikala, dan sejumlah lokasi strategis lainnya.

Selebaran penolakan kenaikan harga BBM beberapa elemen pemuda, dan masyarakat juga mulai muncul sebagai aksi penolakan terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Hanya sangat disayangkan di Sulut belum ada organisasi kepemudaan yang melakukan penolakan melakukan aksi unjuk rasa.(niel)

10 tanggapan untuk “Vanda Sarundajang Pasang Baliho Tolak Kenaikan BBM”

  1. ibu vanda,maaf sblumnya….
    rakyat sdh tdk bisa lgi di bohongi bgtu sja,klo ibu tolak BBM lwt baliho sya rasa itu blum cukup,krna yg sdh demo sja lgzg ke DRP-RI blum tntu akan di dgr,apalagi ibu hnya baliho.
    coba pkr scra logika ibu,,,…!!!
    dan sya rasa smua ini hnya bntuk protes politik,di mata rakyat ibu sndri protes kbjakan pemerintah srta di dewan sna psty ibu mnyetujuinya.
    krna dewan skrg istilahnya cuma iko” rame,cuma cari nama,nmun maksud dan fungsi tujuan yg sbnrya sbg dewan tdk tau sama skali.

  2. mungkin hanya untuk menghindari masalah saja
    apalagi ada ANGGOTA DEWAN YANG TERLIBAT PASTI masalah nya akan lebih panjang 3:)

    SONDER 24 MARET 2012
    SALAM MEMBERANTAS

  3. Jang cuma jago di BALIHO. Kalu cuma soal tolak kenaikkan BBM, orang nya skolah yg ada di pasar jengki lei so lama tahu.

    Apa kiprah Anda di DPR untuk SULUT??? ….Sampai saat ini Gak jelas!….
    Tunjukkan eksistensi anda di DPR, dengan mengeluarkan terobosan2 untuk Sulut! baru anda layak di sebut wakil rakyat Sulut.

  4. Maju terus Ibu Vanda !

    Penolakan atas kebijakan pemerintah pusat yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus mendapatkan penolakan.

    Kali ini, artis cantik Rieke Diah Pitaloka yang merupakan anggota komisi 9 DPR RI memberikan peryataan melalui website http://www.riekediahpitaloka.com. Pada website itu, dirinya mengeluarkan release.

    Isi realese tersebut yakni :

    Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.

    Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.

    Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!

    Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter

    Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel

    Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter

    Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
    = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun Lifting = 930.000 barel per hari,
    atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun

    Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
    Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun Pertamina memperoleh dari Konsumen : = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,- = Rp. 283,5 Trilyun

    Pertamina membeli dari Pemerintah
    = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- = Rp. 224,546 Trilyun
    Kekurangan yang harus di IMPOR = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- = Rp. 149,887 Trilyun
    KESIMPULAN: ?

    Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.

    Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
    Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun

    Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
    = Rp. 35,658 Trilyun.

    Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”

    Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun = Rp. 126,591 trilyun.

    Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun.
    Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.

    Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi) = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun = Rp. 97,955 Trilyun

    Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?

    JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!

    Jakarta 16 Maret 2012
    Salam Juang

  5. Ibu Vanda mau tolak kenaikan BBM? Permisi kita mo tanya pa Ibu. Waktu Rapat Paripurna Penetapan APBN 2012, Ibu pe fraksi pe sikap bagimana? Kalu Ibu pe fraksi setuju dengan APBN 2012, berarti juga harus bertanggung jawab bersama Pemerintah, lantaran IBU SEBAGAI ANGGOTA DPR YANG MENETAPKAN ASUMSI HARGA BBM CUMA USD 90. Kong kalu skarang harga BBM melonjak dari USD 110 berarti yang tetapkan asumsi harga BBM yang nyanda tiki, termasuk Ibu….jadi lebe bae, Ibu kase turung jo itu spanduk lantaran rakyat skarang so boleh ja ba rekeng sandiri. Kalu Ibu tolak BBM nae karena tahapan penghapusan subsidi, sama artinya Ibu
    memelihara hutang luar negeri Indonesia. Dari GATRA news, ada informasi yang menyebutkan Pada 2009 Indonesia membayar utang Rp161,83 triliun, lalu Rp142,5 triliun (2010), serta Rp154,4 triliun (2011). Sementara pada 2009 subsidi energi Indonesia Rp94,59 triliun, lalu Rp139,95 triliun (2010), serta Rp195,28 triliun (2011). Jadi sebenarnya kalu tahun 2011 lalu BBM so nyanda subsidi, torang so bebas hutang kong dapa surplus sekitar 40 trilyun…

  6. So salah ngana fanda mo taru ?ï mana ngana p sebe p mukka
    Ngana pe sebe pendukung partai penguasa.. Torang so tau ngana p maksud
    Biar populer toh.. So basi kasiang ngana pe cara. ??? kwa cuma mo cari popularitas
    ??? demo2 politisi karbitan nda jelas??

  7. Astaga….Apa ley ini…Lebeh bagus kase akang foto anggota Dewan yg terhormat Kota Manado, kong pi gantong di Pasar Binatang Kawangkoan, supaya tu sapi n kuda laku samua..Ndak perlu pake BBM ..TUKANG BELANTE pe mau mau ityuu….Setuju…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara