Kota Bitung

Usut “Pengusiran” Pasien di RSUD

RSUD Manembo-nembo (foto beritamanado)
RSUD Manembo-nembo (foto beritamanado)

Bitung – Aksi pengusiran salah satu pasien di RSUD Manembo-nembo usai bersalin menuai kecaman dari masyarakat. Salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bitung yang meminta walikota mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan sangsi tegas.

“Ini jangan didiamkan, karena akhir-akhir ini walikota sementara mengkampanyekan pemberantasan kemiskinan lewat pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu. Ini harus ditindak,” kata Ketua GMNI Kota Bitung, Edwin Tumurang, Jumat (1/3).

Menurutnya, oknum dokter-dokter materialisme harus dibuang kedaerah pedalaman atau ditarik kedinas kesehatan dan diskor jagan dulu beroperasi untuk efek jera. “Kalau perlu cabut ijin praktek mereka,” kata Tumurang.

Ia sendiri berharap walikota dan wakil walikota menindaklanjuti permasalahan tersebut. Mengingat apa dilakukan oknum dokter dan para perawat RSUD sudah mengangkangi program yang sementara dikampanyekan walikota dan wakil walikota menekan angka kemiskinan.

“Harus ada tindakan nyata dari walikota dan wakil walikota agar masyarakat Kota Bitung benar-benar mendapat jaminan ketika berobat, karena dengan adanya kasus ini pasti masyarakat diliputi rasa was-was takut ditolak atau diusir ketika berobat,” katanya.(enk)

5 tanggapan untuk “Usut “Pengusiran” Pasien di RSUD”

  1. Mudah2 anda telah membaca, pandangan saya di topik satunya,
    Jadi setiap manusia wajib berusah untuk mencapi nilai kemanusiaan yg lebih baik, dan dalam jalan upaya untuk mencapai tersebu tentunya bisa terjadi hambatan dan benturan dengan nilai kemanusiaan orang lain. Dan merupakan kewajiban mutlak setiap orang untuk menilai ttg nilai kemanusiaan dirinya secara objektif dan tepat, sehingga tercipta suatu sistem masyarakat yg harmonis saling menghargai. Dan selanjutnya merupakan suatu kewajiban untuk menjaga nilai yg telah diperoleh.

    Akhir kata membuat banyak pandangan dan tuliasan membuat sakit kepala, dan pada akhirnya sia2 jika kita lupakan Tuhan Allah kita Yesus Kristus.

  2. Masih banyak yang perlu dibenahi, dan pihak pemda seharusnya ikut aktif menangani ini karena ini berhubungan dengan hak setiap warga negara untuk mendapatkan hak pelayanan publik yg sama.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara