
Manado, BeritaManado.com – Heboh melanda dunia maya ketika suara menggema Abu Bakar Baasyir, mengajak umat Islam merapatkan barisan di Pilpres 2024 demi membela Islam.
Dalam serunya, ia menegaskan bahwa Pilpres bukan sekadar kontestasi politik biasa, melainkan alat penting untuk memperjuangkan nilai-nilai Islam.
Melalui TikTok @/aniesvisioner, Baasyir memberikan sinyal kuat dukungan pada Anies Baswedan sebagai sosok yang dianggap memahami esensi Islam.
Kabar ini pun menjadi bahan pembicaraan hangat di seluruh penjuru media sosial.
Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, Abu Bakar Ba’asyir lantas menyebut jika kandidat calon presiden yang paham ajaran agama Islam hanya Anies Baswedan. Ia pun meminta agar muslim dan muslimah Tanah Air memilih pasangan calon nomor urut 1.
“Calon presiden kita yang paham Islam hanya satu, yaitu yang nomor satu namanya Anies Baswedan. Itu yang wajib kita pilih,” beber Baasyir.
Atas hal ini, siapa Abu Bakar Baasyir?
Abu Bakar Baasyir bin Abu Bakar Abud merupakan seorang pendakwah kelahiran Jombang, pada 17 Agustus 1938. Ia adalah pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu’min yang ada di Ngruki, Sukoharjo.
Pendakwah berusia 85 tahun ini juga merupakan tokoh muwahiddin di Indonesia yang beraliran Jihadisme Salafi, aliran yang dianggap mempunyai keterkaitan dengan sejumlah peristiwa dan aksi terorisme di Tanah Air.
Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MUI) ini memiliki riwayat pendidikan yang moncer. Ia pernah menimba ilmu sebagai santri di Pondok Pesantren Gontor di tahun 1959. Ia juga sempat berkuliah di Fakultas Dakwah Universitas Al-Irsyad Solo pada tahun 1963.
Ia mengawali karier sebagai seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Solo. Selain itu, Abu Bakar Baasyir juga pernah menjabat sebagai sekretaris hingga ketua di beberapa himpunan mahasiswa Islam lainnya.
Pada bulan November 2023, Abu Bakar Baasyir sempat menghebohkan publik gara-gara mengunjungi Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo. Rupanya, ia ingin menyampaikan nasihat kepada calon wakil presiden nomor urut 2 tersebut.
Lebih lanjut, Abu Bakar Baasyir sempat terlibat sejumlah kontroversi. Mulai dari menolak menolak asas Pancasila, dituduh menjadi dalang aksi teror bom Bali di tahun 2002, hingga pernah dipenjara di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
(Jhonli Kaletuang)
