
Ondong-Winsulangi Salindeho dan Sisca Salindeho jadi lawan di Pemilukada Sitaro. Kendati demikian paman-keponakan itu tetap menunjukkan tanda pertalian saudara di Aula Kadademahe, Senin (29/4), usai pencabutan nomor urut peserta suksesi daerah kepulauan itu.
Terpantau beritamanado, usai mencabut nomor Sisca segera menemui pamannya. Selain menyalami Bu Winsu, sapaan akrab Winsulangi, Sisca juga memeluk dan langsung mencium pipi pria yang diusung Partai Golkar sebagai calon bupati. Sisca sendiri merupakan calon wakil bupati dari PDIP, bersama calon bupati Toni Supit.
Usai menemui sang paman, Sisca buru-buru mencari bibinya, istri Bu Winsu, Meiva Salindeho-Lintang, STh. Sisca juga memeluk serta mencium Meiva, Ketua DPRD Provinsi Sulut. (alf)

Sewaktu Pemilihan pertama bung TK menjadi TS Banteng,,, rupanya ada maksud tertentu dari Bung tersebut yaitu dia ingin menguasai seluruh Proyek yang ada di SITARO, tetapi masyarakat sangat bersyukur karena Bupati Pertama pilihan Rakyat sangatlah Bijak, dia selalu mengkaji terlebih dahulu semua kemampuan para kontraktor baru di berikan proyek,,, dan semua mulai kontraktor yang tidak memiliki Perusahan sampai yang ada perusahan sendiri di berikan pekerjaan.sehingga Bung yang dimaksud marah dan mangancam tidak akan mendukung banteng lagi, apa lagi setelah keluarganya tidak diusung banteng sebagai Caleg periode lalu, sehingga di meredamkan amarahnya hingga pemilihan saat ini. Begitu juga dgn bung SJ, ZP, TM dan lainnya walaupun lawan politik tapi tiap tahunnya selalu di beri pekerjaan. walaupun banteng tau mereka adalah duri dalam selimut. Ingat mengenai Fee Proyek Bos mereka juga selaku incumbent 2 katanya banyak menerimanya. jika dia mengatakan tidak pernah menerimanya dari mana tanah dan kebun pala yang dia miliki saat ini,,, apakah dari gajinya ???? sangatlah Mustahil !!! Inikah arti “Beringin beringin sejati” yang suka berdusta???
Berikut mengenai proses tender,,, sekarang ini Zaman semakin canggih Bro,,, Proses tender sekarang sudah melalui sistim Online , jadi diketahui oleh seluruh kontraktor di dunia, Karena Bupati qta tidak Gaptek jadi dia mengerti dan mengankat sitaro untuk bisa bersaing dengan kabupaten kota lainnya dalam pengolaan Administrasi. Bgm dengan Opa Opa ??? email saja perlu dipertanyakan ????
,einstein yg masih juga tidak pintar2,kalo mo bilang kase proyek pa salera pe tim sukses bilang masih ada piet kuera,giliran org lain dapat blg dari bupati ,bgm sih Ngana????kog tumpul banget!!!!,mengenai Ngana bilang Ngana mo serang PDIP,memangnya gua takut,seorang petarung tdk pernah takut!!!!!ngana iri ke PDIP yg selalu sesama kader saling baku bantu,apa itu salah?????pake otakmu!!!!!vreeke kan nimau bantu pa opa winsu jadi Ngana mo bilang segala rupa,jangan kwa punya sifat iri hati,nda bagus itu frenn.dan kelihatan Ngana pe orientasi cuma doi,kiapa kalo mendukung harus ada timbal balik so????itulah namanya militan!!!!
hehehe…jangan loe lupa bro…pasangan incumbent salah satunya ada pada SALERA…
jadi bukan hak mutlak dari Bupati untuk memberi ‘jatah’ pekerjaan proyek bagi para Kader lapangannya…masih ada posisi papan 02…
dan kalau para kader itu sekarang bergabung dengan SALERA sebagai rasa terima kasih pada Piet Kuera…loe gak perlu heran…
yang perlu loe tanyakan sama bosmu itu…kenapa loe dan teman-teman yang sudah malang melintang mendukungnya koq gak kebagian kerjaan yang notabene cuma mau dikasih Toni sama pengusaha manado-minahasa…
@einstein mungkin kalo ngana yg ketua DPC PDIP mungkin ngana pe pikiran cuma Bgm mo ambe doi nda heran sampe opa winsu ambe doi di sangihe,jadi pa ngana pe otak cuma ada doi,kalo proyek2 sampe salera pe ketua tim pemenangan Tommy Kansil dapa proyek,salmon Jacobus dapa proyek,apa ngana mo bilang???kiapa itu nda tulis pa ngoni2 pe komentar?
para kader PDIP sitaro, silahkan anda menelaah kembali…
seberapa banyak Toni Supit memberikan pekerjaan proyek buat para Kader PDIP Sitaro…????
mungkin prinsip Toni…Koki makannya belakangan…tapi malah gak dapat makan…
dan ingat…
periode 2013-20018 buat Toni sudah final artinya Toni sudah gak perlu lagi menjaga dan memelihara Kader PDIP untuk kepentingan selanjutnya…
artinya ini periode terakhir Toni Supit untuk bupati…
artinya…ini masa mendulang uang buat Toni…
artinya Toni gak perlu memberi ‘makan’ kader PDIP selain meraup keuntungan sebanyak mungkin untuk dirinya…
kader PDIP harus menyadari situasi…
buat para pendukung buta hati Toni Supit…
saya ingin ada yang menjawab dan menjelaskan…
mengapa Toni selama menjadi bupati selalu bersikap Diskriminatif…
mengapa pekerjaan-pekerjaan proyek di Sitaro…
lebih dari 60% itu diserahkan pada para Pengusaha asal manado, minahasa, sangihe…
padahal seorang Bupati yang mencintai daerahnya harus berupaya memberdayakan para pengusaha setempat yang dengan setia membayar administrasi persuratan untuk pengurusan perusahaan, seperti Pajak Reklame, Retribusi Kebersihan dan Izin Gangguan yang tidak kecil biayanya…
dan para pengusaha luar daerah yang dikasih proyek itu tak punya kontribusi sama sekali dalam menyetor PAD Sitaro…
sikap Toni itu membuktikan isi hatinya dan pandangannya terhadap masyarakat Sitaro…
Mr. XXX org nd tau trimakash, pemilihann (Periode) lalu cri makan pa banteng,serta so se makan maux ba caleg di periode lalu, nd tamaso caleg iko menghilang,skg muncul ulang kong hina2 banteng,kurang sama dg dpe Bos nd tau trimakash,pmilihan lalu kurang banteng da se makan,selesai pndaftaran di sekre banteng, trus banteng iko da se doi for beli sembako dg baliho for dpe massa,srta menang tahun 1&2 so d suruh kelola sebagian proyek,tahun brikut maunya semua,, dia nintau krn banteng kong jdi juragan tanah dg kobong, nanti lia banteng mo ambe ulang tu tanah dg kobong kwa itu krn so nd doi mo pke kampanye,, memang org nd tau trimakash dorang,, xixix
ada lagi,, Tu doarang pe Bos nanti pertama naik Speed dgn bANTENG,,, KRN BARU ITU NAIK sPEED hampir muntah,, wek..wek…wek..>>> Inga2 SITARO memiliki Medan yang menantang,,,, Opa siap JO ?????
yang punya pengalaman teroris siapa? syukur tabrakan kapal part2 nda terwujud.
banyak…teroris pemilu di ondong siau barat …paling banyak dari pendukung opa …
hahahah
PetarUng lagi Petarung lagi… PDI P adalah Partaia Wong Cilik.. Bukan wong ko. Jangan Jadi Babu Ditanah Sendri.. kecuali
Yaaaaa putra,kita so pernah bahas itu aso bey punya,so jelas banget!!intinya begini saja kalo ada penyimpangan dalam proyek silakan LAPOR,kase data yg akurat bukang cuma bilang ini begini itu begitu dan apabila terjadi penyimpangan jangan selalu menyalahkan bupati,bisa saja oknum2 SKPD.beda dengan kasus open house yg melibatkan opa winsu itu sdh nyata2 ada audit BPK lembaga resmi negara yg di tindak lanjuti oleh polda.kalo data yg akurat begitu baru mantap.kalo cuma nama2 proyek kita le bole beking kong bilang macam2.jadi urus saja yg so terbukti ada penyimpangan yaitu open house 2010 yg di lakukan oleh opa winsu,ok?
@Putra Mulengen dan Putra Mbalinge di tagulandang
Di bawah ini kutipan koment dari Saudara kita ASLI Tagulandang; sepertinya ini sangat penting untuk simak dan kita telusuri bersama demi kebaikan masa depan SITARO.
*Mohon Maaf sebelumnya untuk ASO BEY karena saya Re-post komentnya.
“BEYZEL HARIMU ( ASO BEY )”
17/04/2013 at 16:03
Qita perlu kasih masukan buat masyarakat Siau Tagulandang Biara tentang hasil pembangunan yg di buat pada periode 2008 – 2013 yg sudah dikerjakan dan sudah dinikmati oleh seluruh rakya Sitaro yg pernah melewati atau menginjakan kakinya di daerah2 tersebut seperti sbb :
Proyek2 ini perlu dipertanyakan kembali soal pelaksanaannya, apakah sudah sesuai atau tidak sesuai dengan proses pelaksanaannya.
Hasil pembangunan beginilah yg selalu duji2 oleh sebagian masyarakat kita Sitaro yg belum bisa mengawasih hasil pembangunan yg di buat oleh seorang kepala daerah yg berkuasa saat itu.
kami merasa sebagai bagian dari rakyat sitaro perlu mempertanyakan masalah ini dan kalau perlu harus di usut kalau disini betul-2 ada penyelewengan dana dari kontraktor pelaksana.
Jadi masalah Dana pelaksanaan perlu di Audit kembali :
A.Khusus daerah Siau Timur :
Pekerjaan Jembata Karalung tender 2010 Dalam Tender Bentangan Jembatan itu ada 2 ukuran yaitu Bentangan 8 Meter Dan Bentangan 12 Meter Tapi pada kenyataanya sekarang ada berapa meter…….Turlap ke Karalung.
B.Khusus Utk Daerah Tagulandang :
1.Jalan lingkar Ruas Buhias – minanga dalam 3 tahun berjalan selalu muncul thn 2009 – 2010 & 2011 ( cari Kontraktornya )
2. Ruas Jalan Buhias Via Bulangan tdk selesai pada thn 2009
3. Jaringan Air Bersih juga 3 tahun berjalan 2009 – 2010 & 2011)
khusus 2009 JABersih Dari sumber( wo )ke Buhias — via lewat
desa bawoleu-lumbo dan bungamanu ……mana bekas Jaringan Pipanya terpasang. ( cari kontraktornya )
4. Kemudian Muncul lagi 2010 dalam Tender ada lagi Jaringan Air Bersih tersebut dari sumber ( wo ) ke buhias — via lewat desa bawoleu.lumbo dan bungamanu….. mana bekas jaringannya ada di jalan2.( cari Kontraktornya )
C.Khusus Daerah Biaro sbb :
1. Ruas jalan Buang lamanggo tdk selesai thuin 2009
(cari Kontraktornya ).
Ini komentar kami atas hasil pekerjaan dari Kepala daerah yg berkuasa saat periode 2008 – 2013 begitu.
Petarung alias koruptor panta putih!! Banci!!
Siancai…..dorang kwa tu mo nae ngoni so baterek disini. Masih perlu puluhan taon torang baru mo dapa pemimpin yg jujur bersih dan berwibawa. Samua dorang ini sami mawon, sakaiba org gunung bilang. Jadi percuma mo bela pa dorang samua
@putra kebi taumata pia masa lalu,ia mapulu i djibton nakoa ketua DPRD,berarti i sie taumata sudarung mawu boko soal e nungara doi i kau LAPORE!!!arite ketang mohongu masurung opa winsu seng i periksa polda.ngana kira kita nintau so..cuma kita gunakan bahasa indonesia supaya samua bole mangarti ini opa winsu pe kalakuan bagaimana yg mana suka ambe doi rakyat dengan beking open house dengan di sertai kwitansi2 fiktif
Coba cek di Seluruh Distrik yang ada di sitaro dan Dispemda Kabupaten
Semua Kontraktor yang dapat Proyek Kakap dan Tery itu ada konstribusi yang masuk ke kas daerah……….!!!!!!!!
Sudah jelas tidak ada sama sekali…..karena kenapa……???? perlu masyarakat ketahui……. karena semua Rekanan/kontraktor yang pemilik perusahaan bukan berasal dari Distrik-2 yang ada di Kabupaten SITARO semua,,,,,,Tapi melainkan Pemiliknya mengurus surat-2nya di luar dari Kabupaten SItaro…… disinilah kelemahan dari pemimpin yg berkuasa saat itu.
Saya berani berbicara karena,,,, saya adalah salah satu korban dari kebijakan tersebut…. he he he eeeeeeeeeee…..bongkar jo nochhhhhh.
Sudah betul itu kawan pada jaman dahulu mangkaget dalam pembagian proyek di tahun 2010 waktu itu dari Proyek Tery sampai Kakap itu bisa di dapat oleh sekolompok masyarakat yang tinggal Satu RT/RW disalah satu Pulau yg ada di tagulandang yaitu ada di kampung Cina kompleks Pasar Buhias dan dari Wawonasa yg ada di kota manado dan sebagian dari daerah Ternate…….he he he eeee sungguh hebat pemerintahan Tony supit.
Pada waktu itu saya sangat ngeri melihat sikap seorang pemimpin dari suatu daerah pemekaran baru punya aturan demikian…
Selamat jalan jo Ngana Tony sudah kaya, so banyak Doi so cukup jo dalam satu periode berkuasa.
kase jo Pemerintahan selanjutnya ke Asli Putra Daerah SITARO yg memimpin.
@Petarung..
i kau masingka anu ketua DPRD su indonesia i’i ketang i JIBTON Tamudia ko botonge mengatore kontraktor.., bene sebelum nakoa ketua DPRD su SITARO i sie elo2 ko ketang kapu nongkronge su jl. RODA su Manaro..,tapi orase i’i sie seng nakala dingangi TONSU,karena selama 5 taung i kebi kontraktor haruse pe maehe upeti 12%-20%.
asale i kau masingka anu..,”FUNGSI DPR KO KETANG SU PENGAWASAN ANGARAN BALINE MENGATORE KO MU MORONG DINGANG KO MUHALE”.
Tanda2 org kalap,kejadian sama deng di minahasa serta proyek provinsi banya maso di minahasa bilang gubernur ada campur tangan,bukannya bersyukur ada proyek maso bilang macam2.APBD itu di susun pihak pemerintah bersama dewan otomatis kalo so di ketuk berarti dewan juga menyetujui,dan di dewan itu ada berbagai macam partai bukang cuma PDIP,suka atau tidak suka kalo itu menguntungkan utk calon tertentu itulah realita,anda pemerhati tau berpolitik ndak?kalo ndak kita maklum.kalo tau belajar banyalah,ok?intinya kalo ada suatu proyek itu perlu di awasi supaya jgn ada penyimpangan,mo itu menguntungkan pa sapa bukan torang pe urusan mo cari tau.
einstein ….betul sekali itu, dorang nimau cari tau padahal itu so jelas ada yang aneh dgn proyek bibit pala…he..cuma yg bibit ikan yang diperiksa bibit pala tidak…ada apa?
Qta barusan kesiau dan busyet jalan yg harus dianggarkan di APBD tdk masuk malah jalan yang setapak, jalan kampung yg harusnya jadi bagian PNPM dijathkan di APBD,,,Why krn proyek kecil begitu sang bupati bisa buat penunjukkan dan yang ditunjuk adalah orang orang yang dekat dgnya….
Gila …kasihan sitaro mau dibawa kemana….
Orang kampung pirua nintau dorang pe tahu yg penting bupati ada beking jalan….
@bro Einstein kalo soal itu,lapor ke ke POLDA atau kejaksaan bukang kita pe kerja mo cari tau.simpel kan?kan So ada contoh si opa winsu kena temuan BPK,opa cicil TGR,Polda turun tangan periksa..dan bagusnya Musti ada data resmi dari lembaga negara bukan hanya si ini begini si ini begitu.supaya data akurat.
bro petarung…
saya minta tolong bro untuk cari data korupsi pengadaan bibit Pala sekitar 2 tahun lalu di Sitaro kalau gak salah anggarannya 2M…masih belum tuntas…
uangnya sudah cair tapi barangnya gak ada…
tolong cari informasi siapa dalang dibalik proyek itu….???
Bu Winsu kua so pengalaman klo sama fam dibaku adu. itu hari,dia baku par deng Makagansa yg nyanda top. depe lawan Makagansa yg top, jd ya kalah noh. sama deng ini di Sitaro. Bu Winsu mo baku mangada deng Salindeho yg nyanda top, jdi tu noh sapa yg mo kalah.
begitu dp akibat k’lo seorang bupati yg nyanda tau diri/aturan.wajar kalau di teriaki bro…
@petarung alias koruptor.. ngana ndak pigi pa piet kuera pe rumah, Kong bataria akang pa dia bagini “Wooooy!!!! ngana piet, ndak yakin menang kang? Soitu selain ba calon wabub, ba caleg ley” coba jo kalu ngana berani!!!! Hihihihi
Beginilah kalo niat baik selalu di tanggapi negatif,bgm kbr is org mabo yg bataria di rmh dinas?ngana putra so coba bataria pa gubernur atau walikota pe rmh dinas?coba jo
itu ibarat ciuman YUDHAS ISKARIOT….he…he..he, pada akhirnya dia akan menyakiti orang yang dia cium tersebut.