Politik dan Pemerintahan

Tokoh : Christiany Eugenia “Tetty” Paruntu

Tetty Paruntu
Tetty Paruntu (foto Jerry/beritamanado)

TOKOH: Orang bijak menyatakan, cara terbaik untuk memenangkan sebuah peperangan ditumpukan pada tiga faktor, yaitu persiapan, strategi, dan kecepatan. Agaknya, ketiga hal inilah yang seolah menjadi kredo Tetty Paruntu dalam menyongsong pilkada  Minsel yang tinggal lima bulan lagi.

Dari segi persiapan, Tetty Paruntu dan tim-tim suksesnya ternyata telah bekerja lebih keras jauh-jauh hari sebelumnya. Pasca pemilu legislatif dan Presiden beberapa waktu lalu, pergerakan dan persiapan sudah dimulai, dan bahkan semakin intensif dalam 4-5 bulan terakhir ini. Tim-tim sukses dan tim relawan independen juga sudah terbentuk dan bekerja penuh semangat karena dukungan dari Tetty Paruntu yang sepenuh-penuhnya.

Tetty Paruntu, mudah bergaul dengan siapa saja
Tetty Paruntu, mudah bergaul dengan siapa saja (foto hanny/beritamanado)

Untuk persiapan yang digerakkan oleh tim-tim sukses resmi maupun independen, dua jalur komunikasi sudah dibangun dengan sungguh-sungguh, yaitu jalur offline (aktivitas langsung ke masyarakat) dan jalur online (aktivitas publikasi dan pencitraan di dunia maya). “Untuk saat ini ada kisaran 120-an. Kami terus melakukan promosi ke fakultas-fakultas lewat kegiatan AMMS Peduli,” kata Ulaan Tertius, Ketua Tim Independen, menjelaskan gerak timnya ke kalangan mahasiswa. Menurut Tertius, setelah itu dibentuklah Tim Generasi Muda Pendukung Tetty Paruntu di desa-desa di Minahasa Selatan.

Tetty Paruntu dekat dengan siapa saja
Tetty Paruntu dekat dengan siapa saja (foto fredy tewu)

Sementara libur Natal dan Tahun Baru 2010 ini juga tidak dilewatkan oleh Tetty Paruntu untuk terus memikat jantung hati warga Minsel. Selain kunjungan demi kunjungan ke warga dan menghadiri berbagai perayaan Natal, Tetty juga mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), kebaktian akhir tahun, seminar, pertemuan dengan tokoh-tokoh lintas agama, serta pertemuan dengan tokoh-tokoh partai pendukung.

“Hari ini saya melantik team kerja saya di 10 desa di Minsel. Mohon doa restunya,” tulis Tetty di status Facebook-nya beberapa waktu lalu. Dan saat ini sudah dilantik team kerja gabungan 15 desa. “Mohon doa restunya,” ujar Tetty kepada beritamanado, saat berjumpa di acara Natal Golkar Sulut di restoran Big Fish kawasan Bahumall.

Karisma, ketekunan, serta kerja keras Tetty Paruntu bersama tim-tim sukses andalannya ternyata juga disambut dengan sangat baik oleh warga Minsel maupun sejumlah fans-nya di dunia maya. Sejumlah sahabatnya menawarkan diri menjadi anggota tim sukses pemenangan Tetty Paruntu. Sementara, sentuhan lapangan juga tak kalah menariknya.

“Perkembangan sekarang, begitu banyak anak muda di desa-desa yang membuat grup sendiri sebagai pendukung Ibu Tetty,” jelas Ulaan Tertius. Dan, laporan terbaru dari sebuah media terkenal di Sulut mengonfirmasi fenomena tersebut. Menurut media tersebut, dukungan kepada bakal calon bupati Tetty Paruntu terus bertambah dan tak terbendung. “Seperti 130 orang relawan yang tersebar di desa Arakan, Raprap, Pungkol, Paslaten, Wawontulap, Sulu, Kaneyan, Koreng, dan Tumaluntung menyatakan diri mendukung Tetty untuk Minsel 2010 mendatang,” tulis media tersebut.

Dari sisi komunikasi online, tim sukses Tetty Paruntu tak kalah cepat bergerak. Grup Facebook “Tetty Paruntu For Minsel 2010-2015 (Media Center)”, salah satu di antara 4-5 grup yang menyatakan dukungannya ke Tetty, telah menjadi grup Facebook paling banyak member-nya, paling cepat pertumbuhannya, paling aktif update informasinya, serta paling banyak memancing aktivitas para member. Grup yang digawangi Everly Octavianus dan Nofita Ester ini per 28 Oktober 2009 telah memiliki member 4.300 orang, dan persis dua bulan setelah itu member-nya sudah melonjak menjadi 7.230 orang. Itu sangat jauh meninggalkan perkembangan grup-grup calon bupati lain yang hanya berkisar antara 2.000-2.600 anggota atau bahkan hanya ratusan saja.

Begitulah, pada saat kandidat-kandidat lain masih dipusingkan dengan kendaraan politik yang bisa mengusung dan mendukung pencalonan mereka, Tetty Paruntu sudah cepat bergerak dengan persiapan yang lebih rapi, taktis, tepat, dan komprehensif. Tetty Paruntu juga sudah didukung secara bulat sebagai calon tunggal dari Partai Golkar. Mendapati dukungan yang kuat dan persiapan yang sangat rapi tersebut, apakah Tetty Paruntu optimis akan mampu memenangkan pilkada Mei 2010? “Optimis dong… mereka sangat antusias dan semangat!” tegas Tetty. Semoga persiapan, strategi, dan kecepatan bergerak tersebut mampu memenangkan Tetty Paruntu. Amin![]  (JRY)

39 tanggapan untuk “Tokoh : Christiany Eugenia “Tetty” Paruntu”

  1. Rekan Komentator Yth

    Mesti yg diberkati dan menjadi berkat adalah yang mengandalkan dan Mencintai TUHAN YESUS KRISTUS

    Karena yang terjadi adalah apa yang dikehendaki TUHAN YESUS KRISTUS, dan jika kita semua bersama-sama menulis di sini, adalah untuk si pemenang menjadi Bupati Minsel

    Bupati yang akan memimpin periode berikut ini, adalah DOA masyarakat thd dia sang calon…., dan kita semua sdh merasakan sejak sebelum tulisan ini

    Salam-ku yang yang diberkati kpd TETTY PARUNTU
    0816 700 000/JOHNY

  2. Klo tdk salah Fan Erick yg comment diatas adl Erick Gabriel Kawatu, putra Gemmy Kawatu… jd wajar jika commentnya membela ayahnya sendiri.

  3. Selamat utk Tetty Paruntu & Sonny Tandayu (PANTAS) yg telah resmi diusung oleh Partai Golkar. Pada akhirnya, resminya pengusungan pasangan ini oleh Partai Golkar menunjukkan bhw berita2 ttg kekuatan popularitas & elektabilitas Tetty Paruntu bukan karangan belaka. Berita2 bhw Tetty Paruntu beserta tim suksesnya telah bekerja keras dlm sosialisasi maupun kampanye media sehingga meningkat popularitasnya juga bukan isapan jempol belaka. Tetty telah pula memberikan pembelajaran politik bahwa pencalonan di pilkada bukan hanya butuh idealisme atau pengalaman, tetapi juga butuh kepiawaian dalam komunikasi politik, butuh strategi & perencanaan yg cerdas, kerja keras, dan intuisi politik yg mumpuni. Keberhasilan tahap awal Tetty Paruntu dibanding calon-calon lain yg diwacanakan (yg msh jg blm mdpt kepastian kendaraan politik) sekaligus membuktikan lagi, Tetty punya kans besar utk menang di pilkada Minsel. Sekali lagi selamat utk Tetty. Buktikan perempuan jg bisa mjd pemimpin politik yg hebat!

  4. Hebat sekali.. semua berita ttg Tetty dipenuhi oleh komentar (pro maupun kontra). Bukti bhw Tetty memang punya magnet. Sukseslah…

  5. Saya yakin Ibu Tetty sudah sangat siap untuk usulan debat itu. Terlebih kalau debatnya dilakukan dalam bahasa Inggris di hadapan panelis tingkat nasional/internasional. Bravo Ibu Tetty…. generasi muda Minsel & Sulut ada di belakangmu. Menangkan pilkada ini satu putaran saja.

  6. Tugas KPUD : Hrs melakukan fit & proper test dgn cara melakukan debat publik terbuka antara semua calon bupati didepan anggota KPUD, eksekutif, legislatif dan utusan / kelompok masyarakat Minsel, sehingga masyarakat dpt menilai lansung kapabilitas dr msg2 calon, dan tdk ragu2 memilih calon bupati yg benar2 bertekad memajukan Minsel. Bukan dgn teriak, promosi, janji, pamer kekayaan, kekuatan pendukung, keluarga dll.
    Prioritaskan pada penyelesaian tindak pidana korupsi, meningkatkan %tase pendapatan masyarakat, menurunkan %tase pengangguran dan bertekad menjadi kabupaten terbaik di minahasa.

  7. Saya setuju… pemimpin Bisa siapa saja…..dari latar belakang mana saja.. dan saya sudah menentukan pilhan saya…. itu karna saya tau benar apa yang sosok saya idolakan mampu perbuat.. terutama visi dan misinya membangun MINSEL….. mari jangan perdebatkan latar belakang, perbedaan namun bagaimana kita bisa membangun MINSEL dengan CEPAT dan TEPAT..
    thks…..

  8. @ FanErick

    Sy hargai pandangan Anda utk lbh bahagia bila Minsel dipimpin oleh figur2 yg anda rekomendasikan di atas. Tentu itu hak Anda. Terlebih Anda adl calon pemilih di Minsel, warga Minsel, kelahiran Minsel, (atau bahkan mgk salah satu kandidat?). sdg saya (sekalipun tdk tinggal di Minsel tidak otomatis saya bukan orang Minsel, bukan?) sayangnya tdk bisa memilih di sana.
    Sy dg berbagai informasi yg sy dapat, mirip anda juga, tentunya jg punya preferensi pilihan (lbh tepat mgk sekadar menjagokan tanpa pilihan nyata). Ketika saya ikuti komentar2 yg menurut saya menarik, mempengaruhi, menggiring opini (menurut bahasa anda), sy pun tergelitik utk berkomentar. terlebih utk komentar2 yg menurut saya logikanya kurang pas, atau bahkan dibengkokkan (bahasa anda: menggiring).
    jd ketika argumentasi anda bertendensi meng-exclude calon dr pengusaha, tentu saja saya sangat menolaknya. selain sangat subyektif, tll menggeneralisir, tidak prporsional, argumentasi itu jg sama sekali ahistoris, baik dr sisi perspeketif sejarah perpolitikan lokal, nasional, bahkan internasional. saya semakin tergelitik utk menanggapi argumen2 yg punya bobot intelek spt yg anda kemukakan, ttp sayangnya tidak cukup fair itu.
    kelemahan lain dr argumentasi anda; pertama, ketika anda bilang calon yg sdh memberi bukti & bkn janji semata, sejatinya semua calon yg anda ungkap pun tidak ada bedanya. ini bila logika kita tetapkan dlm konteks posisi bupati/wakil bupati (sayang anda tdk menyebut Ventje Tuela di sini). yg benar saja, semua calon kandidat yg skr (tak terkecuali figur2 yg anda sebut di atas) hanya mampu menawarkan janji, rancangan program, visi dan misinya. kecuali jika bupati & wakil bupati (incumbent) ikut maju di pilkada, barulah anda berhak mengklaim mereka terbukti, bukan sekedar janji, atau impian semu semata :-)
    kelemahan kedua, penilaian apriori anda thd latar belakang pengusaha saya pikir semakin mengarah ke sosok Tetty ini. padahal sgl argumentasi anda ttg kutamaan birokrat/akademisi itu akan luruh dengan sendirinya manakala pilkada nantinya masuk ke tahap wacana calon wakil bupati. bukankah sangat mungkin calon Tetty ini nantinya memilih berpasangan dg birokrat/akademisi (dn msh sgt mungkin sosok itu berasal dr nama2 yg anda jagokan di atas?). apakah bila kebetulan komposisi pasangannya semisal Tetty-FFL, Tetty-AGK, Tetty-Lombok, anda msh menganggap yg ada hanya janji2, wacana, mimpi sesaat?
    jadi, apa yg sy bela di sini bukan si calon an sich, tp lbh pada prinsip2 bhw setiap orang berhak memimpin (apapun latar belakangnya) apabila dikehendaki rakyat & mll pemilu yg jujur dan adil.
    salam demokrasi

  9. @ Dear Julia.,

    Hhmmm………,saya kan hanya menyebut, figur pemimpin Minsel kedepannya, lebih pas kalau diisi dari kalangan Birokrat/akademisi, yg saya bahasakan diatas, lebih memahami kerja eksekutif dengan sejuta lika-liku tata aturan dan Birokrasinya…. kalau anda menyebut nama AGK, berarti yg terlintas dibenak anda mengenai kriteria figur yg saya maksud adalah AGK sendiri.. (yang nyebut anda loh…, ^_^ ) saya menghargai itu…..

    ses Julia, saya kira sangat wajar apabila tiap orang memiliki persepsi pribadi mengenai seperti apa figur pemimpin ideal dimatanya.
    kehadiran saya disini, hanya sebagai pembanding bagi persepsi2 anda. berhubung saya melihat dari posting2 yang anda sampaikan, andapun seakan mau menggiring opini kawan2 pembaca situs ini, bahwa figur yang paling berpeluang dlm memimpin Minahasa Selatan adalah Tetty Paruntu. bahkan pada topik yang lain (tetty, AGK, FFL mendominasi MInsel), anda mengatakan bahwa tetty SUDAH PASTI diusung Golkar. saya pun akhirnya menjadi tertarik dengan pandangan anda, SAMPAI2 saya mengikuti pendapat2 yg anda posting. dan betapa kagumnya saya, ketika mengetahui bahwa anda ternyata bukan orang asli Minsel, dan bahkan berdomisili di luar daerah., tetapi kelihatannya sangat paham dan mengerti seluk beluk dan dinamika aktual yang terjadi di Pilkada Minsel sendiri. lebih mencengangkan lagi, ketika anda mengambil kesimpulan bahwa calon yang berlatar belakang politisi/pengusaha, yang sebelumnya anda bahasakan memiliki “Gizi Politik” yang lebih baik daripada calon berlatar belakang akademisi/birokrat, memiliki peluang yg lebih baik dlm memenangkan pilkada Minsel nanti.
    saya hanya sebagian kecil dari masyarakat Minahasa yang msh percaya bahwa proses demokrasi dlm bingkai Politik adalah hal yg harus dilaksanakan dgn penuh “kewibawaan dan kesantunan” jgn sampai proses demokrasi (Pemilihan Kepala Daerah) lantas menjelma menjadi komoditas bisnis “berobjek” suara rakyat. bukankah ini suatu pembelajaran yang keliru bagi msyrkt??
    sekali lagi saya tekankan, saya hanya sebagian kecil dari msyrkt Minahasa yg concern dgn fenomena yg hangat di masyarakat kita, dimana banyak calon2 yg menyatakan diri maju dlm suksesi Pilkada, tetapi sayangnya terlampau asing dgn bidang tersebut (Eksekutif/pemerintahan). seberapapun hebatnya kemampuan leadership seseorang, rasanya dunia pemerintahan dgn segala lika-liku birokrasinya, tetap saja membutuhkan sentuhan tangan2 yg telah lebih dahulu “diproses” didalamnya. inilah yg membuat saya percaya, bahwa seorang Top Leader Eksekutif, mutlak memiliki wawasan yg cukup mengenai apa dan bagaimana pemerintahan/birokrasi itu sendiri. dan bukankah orang2 yg bergelut di dunia Birokrasi/akademisi yg lebih akrab dgn hal2 tersebut>?!
    saya pinjam kata2 anda….,(apakah saya berpikir realistis atau hanya mengada2? )

    akhirnya,…
    saya lebih tenang, kalau daerah yg saya cintai dipimpin oleh figur2 yg sudah “terproses” di dalam dunia ekseskutif. seperti ( FFL, AGK, Harum & Prof. JLL) mengingat akan pengalaman dan penguasaan mereka thdp fungsi2 eksekutif.! cukup fair kan….?

    yg paling AKHIR……, alangkah berbahagianya saya, apabila figur pemimpin Minsel nantinya adalah sosok yang tumbuh dan berakar di minsel, dan telah berkarya dengan memberi bukti bukan sekedar janji, “rancangan2 Program”, bahkan impian2 semu yang hanya membuat kita terbuai sesaat.

    Trima Kasih
    Sa Cita Ma Esa, Keter Cita…!!!

  10. @ FanErick

    Sy hanya coba menelisik logika anda. berdasar logika anda, pastilah sosok AGK yg paling pas utk dipilih sbg bupati minsel dg argumentasi sdh berpengalaman di birokrasi. dan arah argumentasi anda, pengusaha dg motif ekonominya sangat meragukan.
    menurut saya logika anda sangat lemah. dg logika spt itu, dn merujuk kasus manta bupati minahasa utara, dan menggeneralisasinya, anda hendak menyampaikan pesan bhw yg paling pas adalah AGK. dan anda menafikan fakta di beberapa daerah lain sosok2 eksekutif dr pengusaha mampu memimpin daerahnya dg baik.
    bupati, gubernur, presiden adl jabatan politis. siapapun bisa masuk krn suara rakyatlah yg berdaulat. sbg jabatan politis, yg paling utama adalah leadership. seorang leader itu bukan orang yg mengurusi detail urusan pemerintahan, tetapi dia memimpin tim yg terdiri dr orang2 terbaik dan ahli di bidangnya. leader inilah yg akan membawa perubahan ke arah yg lebih baik atau lebih buruk. dan yg mendrive itu adl kompetensi pribadi, kualitas kepribadian, kekuatan visi dan misi, serta motivasi untuk mjd pemimpin teladan.
    Satu lagi, seorang leader harus mampu menggerakkan orang atau massa dan meraih dukungan yg sebesar-besarnya. leader akan membimbing para pendukungnya untuk berubah mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama. jadi akan mjd nilai plus apabila figur leader itu dekat, sering bersentuhan dengan rakyatnya, dan memang benar-benar dicintai rakyatnya. figur dan kepribadian leader menjadi segalanya di sini.
    Dengan esensi leader spt yg saya argumentasikan di atas, anda akan temui fakta di lapangan bhw org yg paling berpengalaman di birokrasi, politisi yg berpengalaman, akademisi yg paling mentok gelarnya sekalipun, termasuk pengusaha yg kaya raya tak terhitung nolnya sekalipun tdklah selalu yg menjadi pilihan rakyat. rakyat akan memilih berdasarkan pengetahuan dan pemahamannya, tautan emosi dan persepsinya, serta harapan-harapannya akan si sosok.
    So, arah argumentasi saya adalah ‘meluruskan’ asum-asumsi dan logika anda, bhw kualifikasi2 yg anda sampaikan di atas tidak menjamin sama sekali akan terpilihnya figur yg anda inisiasikan di sini. see? apakah saya berpikir realistis atau hanya mengada2 :-)

  11. @ all……,
    Salam.
    Pilkada di Minahasa Selatan mmg sangat menarik utk dicermati apalagi ditelisik dari latar belakang figur2 calon kepala daerah yang muncul. ada dari kalangan Politisi, Birokrat, Akademisi, bahkan Pengusaha sekalipun. tetapi saya rasa kita harus relaistis, bahwa utk mengelola Pemerintahan..,perlu sosok yang juga paham akan pemerintahan. misalnya Birokrat/Akademisi. sedangkan utk sosok papan 2 “bisa” diisi dari kalangan politisi/pengusaha. ingat, memanage pemerintahan bukan perkara yang sesederhana menjalankan bisnis.
    menjalankan pemerintahan perlu penguasaan akan seluk beluk tata aturan dan etika birokrasi, sehingga mampu menghadirkan iklim kepemerintahan yang kondusif, kita patut belajar dari beberapa daerah yang dipimpin oleh figur2 yang awam dengan pemerintahan (pengusaha), ternyata hampir seluruh figur2 tersebut kewalahan dalam mengelola birokrasi dan administrasi. bahkan karir politiknya mandek dan berakhir di “PENJARA”. kasihan masyarakat, kasihan pembangunan, kalau para pemimpin2 seperti itu hanya menyederhanakan pengelolaan pemerintaha n semudah mengelola bisnis/perusahaan.
    sayapun lebih percaya terhadap figur2 yang lahir, tumbuh dan “sudah” berkarya di daerah kelahirannya. hal ini merupakan jaminan akan penguasaan problematika aktual dan faktual dari daerah yang akan dipimpinnya. bagaimana mungkin seseorang yang jarang terdengar kiprahnya, kemudian dalam waktu yang sesingkat-singkatnya PULKAM (Pulang Kampung) lantas memberanikan diri utk memimpin daerah tersebut. ADA MOTIF APA DIBALIKNYA??!! (Hmmmm….,jangan2 Motif Ekonomi) inilah ketakutan saya, kalau banyak kalangan pengusaha yang banting setir menjadi figur Eksekutif.

    Ingat Motif & Prinsip Ekonomi… :
    Mencari keuntungan sebesar-besarnya, dengan pengorbanan sekecil-kecilnya….

    ohhh….,Jangan sampai terjadi di Tanah Tountemboan.

    yang terkahir…,Saya Salute dengan sepak terjang Partai Golkar di Indonesia..>!!! mereka mampu menghadirkan iklim Demokrasi yang sehat…
    HAL INI DIBUKTIKAN DENGAN TURUNNYA (JUKLAK NOMOR 02 DPP/GOLKAR/12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DARI GOLKAR).
    DALAM JUKLAK TERSEBUT, DITEGASKAN BAHWA SELURUH HASIL REKOMENDASI CALON KEPALA DAERAH DARI PARTAI GOLKAR HARUS MENGACU PADA HASIL SURVEY.!! DENGAN DEMIKIAN REKOMENDASI MUSDA DIANULIR.!!

    Secara otomatis Partai Golkar membuktikan dirinya sebagai Partai Terbuka yang menjunjung tinggi demokrasi. dengan demikian pula hasil rekomendasi Musda Golkar Minsel yang MENGUSUNG TETTY PARUNTU sebagai satu-satunya kandidat Bupati Minsel dari kendaraan Golkar, resmi DIANULIR.!
    oleh karenanya saya harapkan kepada calon2 yang akan di survey dari Partai Golkar (T. Paruntu, Gamy Kawatu, Roby. Sangkoy & D. Masengi) untuk dapat bersaing sportif.
    Syukur, Partai Golkar masih menjaga “ciri” demokrasinya.
    padahal saat musda Golkar Minsel menyatakan bahwa T. Paruntu sebagai calon tunggal Bupati yang akan diusung, saya sempat pesimis dan miris…
    tetapi dengan turunnya Juklak tersebut saya semakin Optimis akan hadirnya figur2 kapabel dan berkualitas yang nantinya muncul.

    Terima kasih..,
    Sa Cita Ma Esa, Keter Cita…!!!

  12. Halo Pak Romeo… koq tahu saya mendukung kandidat lain haaahaaha? Saya mendukung semua calon yg maju dg tekad baik utk mengabdi kpd masyarakat di Sulut. Bahkan scr pribad, saya pun sbenarnya lbh condong ke kandidat perempuan. Kan hebat lihat semakin byk pemimpin perempuan.
    Tp dlm diskusi2 ini saya sll ‘mengingatkan’ bhw semua pendukung perlu menjaga kandidatnya, baik dr sisi memuji maupun membela. Sbb kalau pembelaan & pujiannya tidak atau kurang berkualitas kan malah kasihan si kandidat yg didukung. yah, kita perlu logis, realistis, dan bicara sesuai fakta sajalah. bukankah begitu :-)

  13. HALLO REKAN DI MINSEL

    BANGUN MINSEL DENGAN SUMBER DAYA YANG TERSEDIA DISEPUTAR MINSEL, SAYA SARANKAN JANGAN BERADA DILUAR ITU ATAU DENGAN MENARIK KEKUATAN SUMBERDAYA DILUAR MINSEL KEDALAM MINSEL

    MEMBANGUN MINSEL DENGAN PERTANIAN, SANGAT TEPAT DAN TERLALU TEPAT

    KARENA SUMBER DAYANYA TERLALU BESAR DAN SEMUANYA YANG MENDUKUNG PERTANIAN ITU ADA DI MINSEL, KITA MENGELOLA SEMUA SUMBER YANG ADA DISITU DAN YANG TERLALU BESAR DISITU, UNTUK HASIL YANG TERLALU BESAR DAN DIMINATI DALAM JUMLAH BESAR DILUAR MINSEL

    FRAMENYA ; ADA DISAMPING IBU TETTY PARUNTU

    PIKIRAN-PIKIRAN BESAR MESTI MENGHASILKAN KARYA YANG BESAR DAN PIKIRAN-PIKIRAN MENSEJAHTERAKAN MESTI BERASAL DARI KERAJAAN SORGA

    JANGAN PERNAH PERCAYA APALAGI MENGIKUTI PIKIRAN-PIKIRAN YG MENYUDUTKAN & MENGECILKAN KARENA SEMUA ITU PASTI BUKAN DARI KERAJAAN SORGA, KECUALI KITA BERSEDIA KELUAR DARI KERAJAAN SORGA (Jangan yah…)

  14. HALLO REKAN DI MINSEL

    TERIMA KASIH TELAH MERESPONS TULISAN SAYA YA
    TUHAN MEMBERKATI BAPAK/IBU

    SAYA BUKAN REKAN BISNISS IBU TETTY, SAYA MEMILIKI BISNISS SENDIRI, & BISA DILIHAT DIWEBSITE SAYA

    TETAPI MEMANG SAYA PERSIS MELIHAT KONSEP PERTANIAN YG BELIAU KEDEPANKAN, SANGAT LOGIC, DAN TERLALU MUNGKIN DIREALISIR

    UNTUK MEREALISIR MEMBUKA 30.000 ORANG PEKERJA DALAM TAHUN PERTAMA HANYA MEMBUTUHKAN 4000 HA LAHAN PERTANIAN NON PRODUKTIF

    JADI JIKA KITA LIHAT/YAKINI
    ADA LAHAN ITU DI MINSEL,
    ADA USIA TENAGA KERJA PRODUKTIF DISANA, YG BELUM BEKERJA
    ADA KEAHLIAN DISANA (AHLI PERTANIAN TERMASUK PARA AKADEMISI)
    ADA APBN, ADA APBD, DAN ADA BANK

    ADA TUJUAN YANG TERAMAT BAIK DISANA

    LALU APA YANG MEMBUAT ITU TIDAK BISA KITA REALISIR..??

    JAWABNYA HANYA KARENA KITA KURANG TEPAT MEMILIH PEMIMPIN
    DAN ATAU RAKYAT MINSEL TETAP MENGINGINKAN 30.000 ORANG USIA MUDA SELALU BERDIAM DIRUMAH SAJA

    *****jangan salah pilih yah kawan….!!! ******

    HATI-HATI YAH…
    KEJAHATAN AKAN MENANG KETIKA ORANG BAIK DIAM SAJA

    SALAM HORMATKU BUAT REKAN PENGAMAT/KOMENTATOR
    DAN TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI MINSEL, AMIN

  15. ……. Dan sepertinya Julia Han adalah pendukung kandidat yang lain ya?

    HiHiHi ….

    ……. Pak Simanjuntak, saya kagum dengan pemikiran anda !

  16. Dan sepertinya Julia Han fans berat kandidat yang lain,. Hahaha.. Pak Simanjuntak, saya kagum dgn pemikiran anda !

  17. YTH REKAN PENGAMAT EKONOMI, POLITIK PEMBANGUNAN MINSEL

    SAYA D.JOHNY.S.SE.MM
    http://www.arthalines.com
    HP 0816-700 000

    SAYA TERLALU YAKIN, MINSEL SANGAT BISA BERTUMBUH, LEBIH CEPAT DARI YANG DIPERKIRAKAN OLEH BANYAK PENGAMAT EKONOMI, POLITIK DI MINSEL

    BASIC;
    SUMBER DAYA ALAM ; KESUBURAN TANAH MINSEL
    SUMBER DAYA MANUSIA ; USIA PRODUKTIF MUDA 18-30 THN
    SUMBER KEAHLIAN ; PERGURUAN TINGGI DAN PRAKTISI
    SUMBER PEMBIAYAAN; BANK, APBN, APBD

    GOAL ;
    1.PERTANIAN, PERDAGANGAN HASIL PERTANIAN (EXPORT & MEMENUHI KEBUTUHAN DALAM NEGRI)
    2.MENGIKIS PENGANGGURANDGN GAMBARANNYA +/- SBB;
    -TAHUN PERTAMA MEMPEKERJAKAN 30.000 USIA PROFUKTIF MUDA
    -TAHUN KEDUA MEMPEKERJAKAN 60.000 USIA PROUKTIF MUDA
    -TAHUN KETIGA MEMPEKERJAKAN 90.000 USIA PRODUKTIF MUDA
    (hingga thn ke 3, sebanyak 180.000 terbuka lapangan pekerjaan, dgn tingkat upah UMR)
    -TAHUN KE 4, MEMBENTUK DIVERSIFIKASI PEMBANGUNAN YG BERORIENTASI BISNISS DAN DISANA MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN YANG BARU (Apa itu, …….akan saya urai, dalam bahagian lain, dari sesi ini), dan disana akan membuka lapangan pekerjaan bagi yang memiliki keahlian diatas SMA (setidak-tidaknya kesempatan kerja bagi kelompok D3 dan S1)

    TAHUN KELIMA, MINSEL MENJADI SANGAT TAMPIL BEDA DARI SEKELILINGNYA

    KONSEP DIATAS, ADA SAYA LIHAT JELAS DISAMPING IBU TETTY PARUNTU SAUDARI KAMI DI DALAM TUHAN YESUS KRISTUS

    MAJULAH MINSEL,
    HANYA DENGAN MEMERINTAH DARI ATMOSFIR KERAJAAN ALLAH, BANYAK DAERAH MENJADI SANGAT MAKMUR

    KEMISKINAN AKAN MENANG,
    KETIKA ORANG PINTAR, DIAM SAJA

  18. @ Julia Handi
    kalo boleh saya menanggapi sedikit saja…… kalo bicara Pamor karna menghambur-hamburkan uang itu tidak benar……. yang pasti sosok Tetty Paruntu mendapat simpati dari masyarakat karna Visi dan Misinya yang jelas, kemampuannya dan kharisma kepemimpinan dengan kasih yang dimilikinya seperti magnet bagi masyarakat kala Tetty Paruntu hadir diantara Masyarakat.. Belau juga Sangat Dekat dan selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan kerja dan seluruh aktivitasnya.. ini yang saya rasa menjadikan Tetty Paruntu TOP di MINSEL….
    thnks…

  19. @ Nofita
    Pertanyaan saya, mengapa banyak orang mjd simpati kepada sosok Tetty Paruntu? Apakah karena kemampuannya, kualitas kepemimpinannya, kedermawanannya (spt tertulis di blog), atau faktor apa?
    Saya baca di situs ini, seorang bakal calon gubernur Sulut juga dielu-elukan massa karena rajin menghambur2kan uang ratusan juta hingga milyaran rupiah. bahkan konon sdh disediakan dana 1 T utk memenangkan kursi gubernur. apakah Tetty mdpt simpati krn hal spt ini?

  20. Semua orang mempunyai hak untk menilai baik secara subyektif atau obyektif….. Sebenarnya kita patut bersyukur ada Figur Tetty Paruntu yang sudah sukses dan ternama di Metropolitan mau kembai ditanah kelahirannya untuk duduk di “kobong” “baseri dipaka-paka omba” bersama masyarakat MINSEL… Kesiapannya sudah dari segi fisik maupun rohani.. tidak tanggung-tanggung apapun skarang untuk MINSEL yang ada di otak sosok cantik ini.. ini masalah pemberian diri.. Baginya Mencalonkan diri adalah hal yang tidak main-main…. mungkin ada yang bertaya tanya mengapa nama Tetty Paruntu sekarang marak di semua Media… mungkin saja banyak orang yang simpati kepada sosok Tetty paruntu
    salam kasih Nofita…..

  21. Saya bukan warga asli Minahasa Selatan tetapi ikut tertarik berkomentar thd pertanyaan2 sdr Jefry Mangindaan. Saya sdh melihat-lihat blog Tetty Paruntu dan beberapa pertanyaan di atas sdh terjawab. Jd mgk itu hanya soal akses informasi saja.
    Saya juga memahami bhw dlm suasana menjelang pilkada seperti ini, semua kandidat pasti berlomba-lomba menyampaikan informasi yg menguntungkan posisinya dan sebisa mgk mengurangi informasi yang tidak menguntungkan dirinya. Ini dilakukan oleh siapapun dlm prosesn kandidasi, entah itu di level birokrasi pemerintahan, partai politik, dunia akademik, usaha, LSM, bahkan di organisasi2 keagamaan sekalipun.
    Adapun masyarakat sesungguhnya juga tidak terlalu bodoh untuk menanggapi semua informasi tersebut. Saya sepakat dan sama percayanya dengan Sdr Jefry Mangindaan, bahwa rakyat Minsel sudah cerdas-cerdas untuk menilainya. Jadi buat apa takut akan ada misinterpretasi untuk masyarakat yang sdh kritis dan cerdas? Terlalu naifkah penyederhanaan saya ini?
    Sebab, masyarakat juga nantinya yang akan menilai apakah semua yang telah disampaikan itu mengandung kebenaran atau tidak. dan jgn lupa, masyarakat pada strata apapun memiliki nurani dan kepekaannya sendiri untuk menilai kepribadian setiap kandidat. Apalagi untuk masyarakat yg religius, Tuhan tidak akan membiarkan mereka memilih tanpa bimbingan dalam memilih pemimpinnya.
    Namun sisi lain dari pertanyaan-pertanyaan dan pesan implisit di diskusi ini adalah adanya semacam ‘keharusan’ bahwa pemimpin Minsel haruslah orang asli Minsel yang selama ini tinggal dan bekerja di sana. Ide ini ideal tetapi juga berbahaya karena akan membawa arah demokrasi kita mundur ke belakang. Kalau logika ini diikuti, saya yang bukan asli Minsel pasti jadi warga kelas dua dalam kancah politik di sana. sdr Jefry Mangindaan pun mungkin juga akan sulit diterima jadi Bupati di luar Minsel karena selama ini tinggal di Minsel, seberapapun hebat kompetensi dan potensinya.
    Syukurnya sebagaimana yang saya lihat para kandidat di Minsel hampir semuanya orang-orang Minsel atau masih dalam cakupan Sulut. Saya malah lebih sepakat kalau setiap calon yang diusung bukan hanya lekat dg kedaerahan asalnya, tetapi lebih pada kekuatan kompetensi, kekuatan pengalaman, dan visinya yang jauh ke depan. Sebab tantangan pembangunan di daerah-daerah era modern ini sungguh membutuhkan tokoh-tokoh yang bukan sekedar mampu, tapi juga berjejaring, berwawasan, dan bervisi jauh ke depan. Selain juga tentunya niat yang tulus untuk memajukan daerah yang dipimpinnya.
    Ini harapan saya untuk seluruh daerah di Sulut yang akan menjalani pilkada secara serentak. Semoga diskusi-diskusi masyarakat Sulut tetap terjaga dalam ranah produktif dan konstruktif.
    Salam dr jakarta
    Julia Handi

  22. Semua orang mempunyai hak untk menilai baik secara subyektif atau obyektif….. Sebenarnya kita patut bersyukur ada Figur Tetty Paruntu yang sudah sukses dan ternama di Metropolitan mau kembai ditanah kelahirannya untuk duduk di “kobong” “baseri dipaka-paka omba” bersama masyarakat MINSEL… Kesiapannya sudah dari segi fisik maupun rohani.. tidak tanggung-tanggung apapun skarang untuk MINSEL yang ada di otak sosok cantik ini.. ini masalah pemberian diri.. Baginya Mencalonkan diri adalah hal yang tidak main-main…. mungkin ada yang bertaya tanya mengapa nama Tetty Paruntu sekarang marak di semua Media… mungkin saja banyak orang yang simpati kepada sosok Tetty paruntu
    salam kasih Nofita…..

  23. Memang nama Tetty Paruntu baru belakangan ini kita dengar… menurut saya memang kreativistas dan aktivitas Ibu Tetty baru belakangan diliput dan disodorkan kepada masyarakat, sebagai bentuk publikasi… menenai kiprah dan apa yang sudah di buat sebelumnya tidak ada dokumentasi atau yang bersifat publikasi sehingga kita jarang atau tidak pernah mendengar apa yang Ibu Tetty pernah buat Untuk MINSEL….. “seandainya saja waktu bisa saya putar kembali saya akan meliput dan mengarsipkan beberapa kegiatan yang Ibu Tetty buat untuk MINSEL” memang kewajibannya sebagai pengusaha, mengharuskan Ia berdomisili di Jakarta… Namun ada keterpanggilan dalam dirinya Untuk Membangun MINSEL… “keterpanggilan” suatu kata yang bukan di buat-buat.. tapi dari ketulusan hati… Ibu Tetty bersama Tim ahlinya bekerja extra untuk mengenal, mendalami dan mencari solusi atas masalah-masalah yang ada di MINSEL.. sebagai Tambahan Tetty paruntu lahir dibesarkan dirumah Omanya di Amurang “letter b” jadi tidak ada salahnya dia menyandang nama Putri MINSEL.. marilah kita semua Berdoa dan bekerja untuk MINSEL yang lebih baik……

  24. Salam Hangat masyarakat Minsel…….

    untuk sdr. W. Mononimbar

    Saya percaya masyarakat Minsel sudah cukaup cerdas dalam menilai bahkan menetukan Pemimpinnya kedepan.
    saya pun percaya masyarakat Minsel cukup sadar bahwa sosok pemimpin Minsel kedepan bukanlah sekedar permainan bahkan perjudian yang tidak memiliki konsekuensi apapun di masa depan.
    oleh karenanya, Minsel saat ini butuh lebih dari sosok yang Populer melainkan sosok yang paham benar seluk beluk pemerintahan dan problematika pembangunan Minahasa Selatan.

    Bung Windy, saya tertarik dengan informasi anda mengenai sepak terjang dan kiprah ibu tetty paruntu di Minahasa Selatan ini….

    BERIKUT PETIKAN STATEMENT ANDA DIATAS ;

    ” Beliau sdh lama berbuat untuk Minsel,bukan hanya sekarang karena mau maju pilkada.Karenanya saya sangat optimis dengan kepemimpinanya,Minsel pasti berubah lebih sejahtera,misalnya bidang pertanian-perkebunan(bidang yg ditekuni keluarga besarnya turun temurun)&kelautan(karena beliau tinggal di paka-paka ombak Amurang),bidang ekonomi&investasi (bdg yg ditekuninya skarang).Satu lagi,karena beliau asli Minsel”

    IZINKAN SAYA BERTANYA;

    1. Saya berumur 42 tahun, lahir dan besar di Minahasa Selatan. tapi JUJUR saya tidak pernah mendengar bahwa ibu tetty paruntu sudah lama berbuat bagi Minsel. saya justru baru mendengarnya, menjelang awal tahun 2009 ditengah momentum Pilkada Minsel.

    2. Kalau berbicara bidang pertanian-perkebunan, mohon informasi mengenai usaha pertanian dan perkebunan macam apa yang ditekuni ibu T. Paruntu??

    3. Mengenai Bid. Kelautan yang anda katakan juga bahwa ibu T. Paruntu tinggal di paka-paka ombak amurang, BUKANKAH ibu tetty berdomisili di Luar daerah/Jakarta, dan baru akhir2 ini beliau bolak-balik Jakarta-Amurang??

    4. Mengenai Bid. Ekonomi & Investasi yang ditekuni ibu T. Paruntu, mungkin inilah pertanyaan yang membuat penasaran masyarakat Minsel. yaitu mengenai aktifitas dan pekerjaan ibu T. Paruntu. perusahan apakah yang dijalankannya? karena sampai saat ini saya tidak pernah mendengar sebuah perusahaan bahkan bentuk usaha yang dijalankannya baik di luar daerah, apalagi di Sulawesi Utara bahkan Minsel sendiri??

    5. Yang terakhir, anda mengatakan beliau (T. Paruntu) Asli Minsel. selama 42 tahun saya hidup, yang saya tau marga Paruntu itu asalnya dari Minahasa Utara (Tonsea). Apalagi sepengetahuan saya AYAHANDA dari ibu T. Paruntu merupakan Putra asli dan Tokoh masyarakat MINAHASA UTARA, karena beliau berasal dari KAUDITAN MINAHASA UTARA (TONSEA). oleh karenanya mohon dikoreksi statement bahwa ibu tetty paruntu merupakan putri Asli Minsel.

    Saya percaya bahwa kita semua rindu akan kemajuan daerah kita tercinta. saya pun menghargai pilihan kita semua. akan tetapi dimohonkan kepada para Tim Sukses dan Simpatisan kandidat untuk dapat memberikan INFORMASI yang akuntabel dan terpercaya. jangan sampai kita menyampaikan hal-hal yang Subjektif, yang malah menimbulkan mis-interpretasi ditengah-tengah masyarakat.

    Terima kasih.
    salam hangat Jefry Mangindaan.

  25. @A.M Singal dan R.Umboh: dari komentar-komentar anda,saya mengambil kesimpulan bhw anda tentu tidak mengenal pribadi Tetty Paruntu.Saya mmg tidak kenal dekat,bukan keluarga/kerabat,bukan tim suksesnya,tapi saya tau sejak dulu tentang pengabdiannya diMinsel.Beliau sdh lama berbuat untuk Minsel,bukan hanya sekarang karena mau maju pilkada.Karenanya saya sangat optimis dengan kepemimpinanya,Minsel pasti berubah lebih sejahtera,misalnya bidang pertanian-perkebunan(bidang yg ditekuni keluarga besarnya turun temurun)&kelautan(karena beliau tinggal di paka-paka ombak Amurang),bidang ekonomi&investasi (bdg yg ditekuninya skarang).Satu lagi,karena beliau asli Minsel,saya yakin banyak sarjana asal Minsel yg rindu jadi PNS akan diperhatikan,tidak seperti saat ini yang sebagian besar justru tidak terakomodir di daerahnya sendiri..

    Salam hormat,
    Windy Mononimbar,Tou Amurang Minsel asli.

  26. Yth: S.M Singal..
    Christiany Eugenia Paruntu Bukan hanya cantik dari segi fisik saja namun mempunyai capability sebagai seorang pemimpin…. Ibu Tetty turun lapangan bukan hanya “untuk pamer kecantikan.”.. namun bersentuhan langsung dengan masyarakat… melihat keadaan situasi dan mempersiapkan program-program yang kelak diterapkan dalam masa kepemimpinannya nanti kalo masyarakat memilih dan mempercayakan Ibu Tetty untuk memimpin MINSEL….
    Kelayakannya untuk maju, mencalonkan diri karena Ibu Tetty mempunya rasa cinta Terhadap MINSEL tempat ia lahir dan dibesarkan….
    itu adalah sebuah keterpanggilan… setidaknya sdr. M Singal memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dalam baru berkomentar….. sebelumnya kami minta maaf kalo ada kata-kata yang kurang berkenan…

  27. Yth: Sdr. A.M. Singal

    Terima kasih untuk komentar Anda. Dan memang betul, untuk tokoh/figur yang hanya bermodalkan kecantikan saja tentunya sangat meragukan untuk dipilih menjadi pemimpin masyarakat Minsel. Justru suara hati Anda itulah yang hendak dijawab oleh kiprah Tetty Paruntu dan timnya selama beberapa bulan terakhir ini dengan berbagai aksi sosialnya, berikut berbagai agenda lainnya dalam beberapa bulan ke depan. Semua catatan aktivitas tersebut dapat Anda ikuti secara terbuka, bak di kliping berita media maupun di group Facebook “Tetty Paruntu for Minsel 2010 (Media Center)”.
    Mengenai masalah pertaniaan, perkebunan, dan ekonomi lainnya, tentunya akan menjadi perhatian setiap pemimpin di Minsel nantinya. Dari latar belakang apapun yang bersangkutan (entah politisi, pengusaha, birokrat, teknokrat, atau akademisi). Semua calon pemimpin Minsel pasti sudah memahami urgensi masalah tersebut dan mempersiapkan diri untuk menjalankan roda pemerintahan nantinya dengan sebaik-baiknya.
    Tapi ingat, kerja pemerintahan adalah pekerjaan kolektif, team work, yang membutuhkan pengalaman organisasi maupun manajemen. Pada titik inilah, Tetty Paruntu yang memiliki pengalaman bisnis, manajemen, organisasional, pelayanan, dan visi nasional maupun internasional, akan berusaha keras menawarkannya kepada calon pemilih di Minsel. Apakah nanti Tetty Paruntu terpilih atau tidak, itu merupakan kuasa Tuhan dan sepenuhnya pilihan warga Minsel.
    Nah, apabila Anda merasa memiliki calon yang lebih baik dan sesuai dengan kriteria Anda, silakan saja didukung, disosialisasikan, dan dipromosikan agar menarik minat media seperti BeritaManado.com ini untuk memuat dan mengapresiasinya. Sekiranya media ini tidak melihat kelebihan-kelebihan seorang figur, tentunya juga tidak akan dimuat atau diberitakan sebagaimana mereka memberitakan peluang dan kesiapan kemenangan Tetty Paruntu.
    Salam hangat,
    Denny Arland Widjaja

  28. Hendaknya dlm memberikan informasi kepada masyarakat, didukung oleh sebuah PARAMETER TERUKUR DAN AKUNTABEL!!!
    kalau hanya berdasarkan jumlah pendukung pada sebuah jejaring sosial, lantas mengklaim mendapat dukungan yg sangat besar oleh masyarakat, itu belum mampu menjadi tolak ukur yg cerdas.
    MARI KITORANG MEMBERIKAN PENDIDIKAN POLITIK YANG CERDAS KEPADA MASYARAKAT MINAHASA!! AGAR TERCIPTA SUHU POLITIK YANG SEHAT DAN KONDUSIF.

    WELCOME 2010, WELCOME PEMIMPIN MINSEL YANG MENAMPILKAN SDM MINSEL YANG BERKUALITAS DAN MAPU MEMIMPIN PEMERINTAHAN.

  29. @M Singal.
    saya sepakat…!
    Minahasa harus cerdas dlm menilai seseorang….!
    apalagi dlm moment politik 2010 nanti.
    jgn sampai salah menentukan pemimpinnya. utk menjadi TOP EKSEKUTIF, yaa harus ngerti eksekutif donk. makanya, bertekunlah dlm bidangnya masing2 hai para kandidat!!
    klo bisnis man yaa…,jadilah pebisnis yg baik…. (JANGAN HANYA KARNA MEMILIKI UANG YG BANYAK, LANTAS BANTING SETIR & MEMBRANIKAN DIRI MENJADI PEMIMPIN EKSEKUTIF)
    mau di bawah ke mana daerah kita.

    yaaa….,saya lebih percaya pada figur2 yg membangun karir d Eksekutif, Legislatif bahkan militer & akademisi utk memimpin daerah kita…
    mari kita berikan apresiasi bagi mereka yg “SUDAH BERPROSES” dalam karirnya. dlm artian, yg memulai karirnya dari bawah…
    niscahyah, daerah qta akan semakin maju krn dipimpin figur yang mengerti dan kapabel.

    INGAT!!! PEMIMPIN ADALAH POTRET & REPRESENTASI SDM MASYARAKATNYA……!! JANGAN PERMALUKAN MASYARAKAT MINAHASA…..

    PAKATUAN WO PAKALAWIREN

  30. @ M Singal,
    saya tidak habis pikir, pada jaman sekarang ada orang yang ber”picik-hati” seperti anda.
    Memang Manado terkenal dengan wanita2nya yang cantik2. Dan kalau ada wanita cantik menonjol, dan menjadi “tokoh”, kenapa harus dikritik kecantikannya, bukan “buah pekerjaannya” ?
    Seharusnya apa yang anda harus lakukan adalah membantu tokoh cantik ini untuk me”realisasi”kan apa yang anda inginkan seperti : apa yang telah anda paparkan diatas. Bantu wanita cantik ini untuk berhasil dalam membangun “tanah tumpah darah” kita yang tercinta.
    Dan jangan lupa untuk mengubah pikiran2 negatif anda dan di upgrade dengan pikiran2 positif yang membangun Manado pada masa kini dan juga Indonesia.

  31. ada banyak tokoh Minahasa yang memang tokoh, dan mau berjuang di Minahasa, bukan hidup di luar Minahasa; tiba2 muncul ingin populer di Minahasa……dan unk mencalonkan diri jd Pejabat di Minahasa……mau di bawa kemana,,,,Minahasa ku, Minahasa kami semua……
    knapa ngga di tampilkan tokoh; orang2 yang tetap berjuang dalam melestarikan p[ertanian, laut dan dan ekonomi yang memang tinggal dan memahami tentang Minahasa.

  32. sekiranya dalam memberitakan sesuatu ya’ mbok rasional dan realita sajalah……apa alasan dan realita sdr Tety P di jadikan tokoh di Minahasa????
    dan Minahasa tak butuh sosok wanita secantik Tety yang menjd pemimpin (apa lg di Minsel) sebab di Minahasa dan di kampung2 di Minahasa sangat banyak wanita2 cantik walau tak ber make up; ……………….tampilkanlah para tokoh2 Minahasa yang memang Real “TOKOH” bukan tokopajangan . mau jd apa Minahasa ( Sulawesi) kita kalau dipimpin oleh wanita2 yang hanya punya wajah cantik, tapi ….tidak ngerti dan bahkan tidak pernah tau ttg ; kebun, laut…apalagi mereka turun ke lapanganhanya kesan “pamer…”

  33. Terima kasih. Kami sebagai pengelola blog Tetty Paruntu yang beralamat di http://tettyparuntu.wordpress.com sangat mengapresiasi pemuatan berita di atas. Semoga bermanfaat sebagai referensi atau informasi bagi warga Minsel calon pemilih di Pilkada 2010.
    Penghargaan sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Berita Manado atas pemuatan berita tersebut. Terima kasih
    Salam hangat
    Denny Arland Widjaja

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara