Politik dan Pemerintahan

Toka: Syafii Sudah Dipecat!

Toka: Syafii Sudah Dipecat!
Anggota Tim 11, Tonny Kaunang (Foto Beritamanado)

MANADO – Kader senior Partai Golkar, Didi Syafei sedang di ujung tanduk. Setelah dicopot dari posisinya sebagai Sekretaris DPD II PG Manado, Syafei, telah direkomendasikan ke DPP untuk dipecat dari keanggotaan di Partai Golkar.

“Kalau Didi Syafei sudah pasti dipecat dari posisi sekretaris, sementara untuk pemecatan dari keanggotaan partai, masih menunggu keputusan DPP,” ujar Tonny Kaunang, salah-satu anggota tim 11 bentukan DPD I, Senin (07/02) siang.

Bahkan menurut Toka, selain Syafei, ada beberapa kader Golkar yang sedang dalam penyelidikan karena diduga melakukan pelanggaran organisasi, terutama saat pemilukada lalu.

“Kami dari DPD tetap bertindak objektif, karena laporan yang masuk masih sepihak, yang jelas kalau terbukti bersalah akan diberi sanksi tegas,” tambahnya.

Lanjut Toka, untuk kasus Didi Syafei sudah tidak bisa ditolerir, dikarenakan pelanggarannya sangat berat yakni, di salah-satu amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada persidangan gugatan Pemilukada lalu, terdapat kesaksian Didi Syafii mengatas-namakan Partai Golkar untuk pasangan Vicky Lumentut-Harley Mangindaan.

“Padahal pasangan Hanny Pajouw-Anwar Panawar yang diusung Partai Golkar,” tuturnya. (jry)

“Pad

12 tanggapan untuk “Toka: Syafii Sudah Dipecat!”

  1. @denny rompas: hati-hati bro…jangan-jangan ini kasiang provokator, pemecah belah partai golkar….”Lempar batu sambunyi tangan”. Jangan terpancing deng kasiang. Maklum jo padia, mangail di kuli aer, dapa pancing udang, makanya depe kapala rupa udang ‘kotoran deng otak baku campur’

  2. Kasiang kiapa lempar bola pa Toka? Memang aturan rumah tangga Golkar bagitu. Kalu itu bukan keputusan Toka itu dorang pe keputusan partai.

  3. Guys, mending ngoni tanya jo pa Toka apa tu kebenaran itu. Dia lebe tahu karena dia da belajar bertahun2 itu.

  4. @kasiang: kita perhatikan..setiap ada tanggapan berita menyikapi fenomena ataupun problematika di beritamanado.com ini Kasiang pe pernyataan dapa Kasiang ja lia….nda pikir panjang, asal babunyi..temperamental…ato memang tofor katu..coba kasiang perbaiki itu cara mengulas…malu-malu’in.

  5. ini kasiang nda baca jerry pe maksud….hahahaha
    Dia (didi) pengurus partai tentu harus membela partai, soal kebenaran, kalu bagitu at least jangan bersaksi, dan kalaupun begitu apakah waktu didi diangkat jadi direktur PAM, sudah di”konsultasikan” dengan pimpinan partai. Ah terang benderang kwa..ini case jang beking rumit. Didi yg tidak elegant. Bersaksi benar tapi ada bargaining. So why Adrei cannot see that scenario? do not pretend you are so innocent to close your eyes. How long you are in the politics. I just don’t understand???!! What is the truth in politics…its relative?

  6. @Kasiang: ngana jelaskan akang dang, bukan stel ngana so mangarti…coba jelaskan akang molia ngana pe penjelasan kalo betul.

  7. @andre angouw : Filosofi kebenaran versi anda masih sangat luas, namanya manusia pasti ada sisi benarnya. Dalam konteks kasus didi syafii, sudah menjadi rahasia umum. Dan jelas merupakan pembangkangan dan pengkhianatan terhadap perjuangan partai. Kepentingan pribadi yang diutamakan.
    Andre : membela kebenaran atau partai sih??
    Jerry jfp : benar apanya??? Membela partai harga mati. Objektivitas anda dipertanyakan.

    Andre : kebenaran bertentangan dengan kepentingan partai, apakah kebenaran harus dikorbankan?
    Jerryjfp: namanya keputusan partai berdasarkan AD/ART partai, mutlak harus diamankan. Tidak ada pengecualian karna duduk sebagai pengurus inti partai.

    Kesimpulan :
    Sanksi Pemecatan harus sesegera mungkin, kalau tidak, maka cara-cara ini akan ditiru oleh para kader partai, menyebabkan kemerosotan integritas partai.
    Pernyataan anda terlalu filosofis dan bukan itu yang dibutuhkan, karena anda (andre angouw) bukan mahasiswa atau dosen filsafat. Anda seorang politisi, tidak etis berbicara dengan style seperti itu. Mencerminakan integritas anda dipertanyakan. Trima kasih

  8. sorry mau kase tangapan tanpa informasi yang lengkap. menjadi saksi itu untuk membela kebenaran atau partai sih? kalau kebenaran itu bertentangan dengan kepentingan partai, apakah harus mengorbankan kebenaran?

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara