Menurut Tahlis, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen mendukung pemanfaatan AI di bidang pendidikan maupun pengembangan UMKM.
“Pelaku UMKM misalnya, bisa memangkas anggaran pemasaran dan menembus pasar Asia tanpa mengeluarkan biaya besar,” ujar Tahlis.
Meski demikian, ia mengingatkan agar perkembangan AI tidak mengikis nilai kejujuran, kerja keras, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Indonesia.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi digital dan memperkuat daya saing,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Olahraga Christian Yokung, Ketua CREATOR sekaligus akademisi UNPI Lady Giroth, Senior Program Manager KUMPUL Leyne Sagay, Ketua PANDI Isnawan, CEO S.id Dimaz Maulana, serta perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara. (***)
