Berita Utama

Tetty Paruntu: Pariwisata Minsel Bisa Seperti Lourdes dan Thailand!

Tetty Paruntu: Pariwisata Minsel Bisa Seperti Lourdes dan Thailand!
Tetty Paruntu: Come and visit the best place for agriculture tourism Modoinding, South of Minahasa, North Celebes, Indonesia. There is also a nice beautiful lake.... It is a place for you to come

Minsel – Tetty Paruntu: Come and visit the best place for agriculture tourism Modoinding, South of Minahasa, North Celebes, Indonesia. There is also a nice beautiful lake…. It is a place for you to come.

Sejak awal terpikir mencalonkan diri sebagai bupati, Christiany Eugenia Tetty Paruntu sudah menyadari, bahwa pariwisata seharusnya menjadi sektor andalan bagi percepatan pembangunan di Minahasa Selatan (Minsel). Seharusnya pula, sektor pariwisata ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi, transformasi masyarakat, dan tentu saja kemajuan masyarakat Minsel secara keseluruhan. Sayangnya, faktor pengelolaan dan promosi wisata Minsel belum menunjukkan hasil yang optimal.

“Sebagai pengusaha, saya melihat pariwisata Minsel itu bak mutiara dalam lumpur. Kita punya potensi agrowisata di Modoinding, wisata religi Bukit Doa di Pinaling, wisata tebing Batu Dinding dan wisata bahari di Amurang, dan wisata air terjun Popontolen di Tumpaan. Kita juga punya wisata sejarah Benteng Portugis, wisata budaya seperti Musik Bambu dan Kolintang, atau wisata kuliner yang begitu kaya. Itu semua bisa menjadi sektor andalan dan unggulan kalau dikelola secara terintegrasi dan sistematis,” komentar Tetty Paruntu yang maju di pilkada berpasangan dengan Sonny Frans Tandayu (PANTAS).

Selain soal potensi loksasi-lokasi wisata yang menjanjikan tersebut, Tetty Paruntu juga merujuk pada posisi geografis Minsel yang sangat strategis karena berada di jalur lintas darat Trans-Sulawesi. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Sulut yang di atas rata-rata pertumbuhan nasional (8,5%), jalur lintas darat Trans-Sulawesi ini semestinya juga memberikan benefit tersendiri bagi pariwisata Minsel. Minsel menjadi tempat persinggahan modal, barang, jasa, perdagangan, termasuk pariwisata yang prospektif. Memang disadari, posisi strategis itu masih harus ditopang dengan berbagai faktor penunjang agar akselerasi pembangunan pariwisata Minsel dapat melaju sesuai harapan.

Melihat begitu kayanya potensi wisata di Minsel, Tetty mengaku sangat terinspirasi pada kemajuan dan keberhasilan pariwisata agribisnis di Thailand serta wisata religi di Lourdes, Perancis. Thailand berhasil dengan wisata agribisnis karena pengelolaan wisatanya yang sangat terintegrasi dan sistematis. Keunggulan produk-produk pertanian dan perkebunan asal Thailand terkenal di seantero Asia, bahkan dunia. Sementara, pengelolaan wisata alam, budaya, sejarah, dan kuliner juga sangat maju. Pemerintah Thailand dan masyarakatnya sangat sadar akan potensi wisata tersebut sehingga mereka mampu bahu-membahu membangun perekonomian berbasiskan potensi wisata.

Sementara, Kota Lourdes adalah sebuah tempat suci yang terletak di pegunungan Pyrenees, Perancis, tempat berziarah umat kristiani dari seluruh penjuru dunia. Lourdes merupakan lokasi tujuan wisata religi yang berhasil memadukan faktor arsitektur, sejarah, tradisi, dan legenda sekaligus dalam satu kemasan. Di kota ini bangunan-bangunan indah, megah, dan bersejarah menjadi daya tarik yang tiada habisnya bagi kedatangan para wisatawan. Tak heran bila setiap tahunnya, lima hingga enam juta orang dari berbagai bangsa dan negara datang berwisata, berziarah, dan berdoa di sana.

“Mimpi saya, paling tidak wisata di Minsel bisa berkembang pesat seperti agriculture tourism di Thailand. Sedang wisata religinya saya ingin Minsel bisa seperti Lourdes. Dalam konsep saya, semua potensi wisata di Minsel, baik itu wisata alam, budaya, bahari, agribisnis, religi, semuanya akan di-combine menjadi intergated tourism. Dan, kita akan lakukan promosi-promosi pariwisata yang lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan berbagai sarana teknologi maju yang ada,” jelas Tetty Paruntu, sembari menyatakan tim suksesnya telah mengembangkan konsep-konsep percepatan pembangunan pariwisata Minsel.

44 tanggapan untuk “Tetty Paruntu: Pariwisata Minsel Bisa Seperti Lourdes dan Thailand!”

  1. Tetty Paruntu kuak cuma pengusaha, nah pengusaha itu biasanya dorang pe mind-set cuma cari untung se-besar2nya deng rugi se-dikit2nya. Lia jo Tante Tetty Paruntu so dapa oto dinas baru depe Sekda lei dapa deng kadis2, rumah dinas sementara bangun yang laeng (yang lama so nyandak tarawat, mubazir APBD), masih tinggal di Mdo (berarti banyak pake BBM bersubsidi!), Bupati yang nyandak tinggal di Minsel berarti nyandak akan pernah mangarti itu orang2 deng hidup di Minsel, deng masih banyak lei keuntungan yang Tante Tetty Paruntu so dapa.
    Nah, skarang, apa yang Tante Tetty Paruntu so kase kontribusi secara nyata secara pribadi????
    Asal bukang APBD/APBN.

  2. yah……. kita pe comments so nyandak tamasok dang ini beritamanado, jadi sedih lantaran so dapa bredel oleh beritamanado.com.

  3. Tetty Paruntu kuak cuma pengusaha, nah pengusaha itu biasanya dorang pe mind-set cuma cari untung se-besar2nya deng rugi se-dikit2nya. Lia jo Tante Tetty Paruntu so dapa oto dinas baru depe Sekda lei dapa deng kadis2, rumah dinas sementara bangun yang laeng (yang lama so nyandak tarawat, mubazir APBD), masih tinggal di Mdo (berarti banyak pake BBM bersubsidi!), Bupati yang nyandak tinggal di Minsel berarti nyandak akan pernah mangarti itu orang2 deng hidup di Minsel, deng masih banyak lei keuntungan yang Tante Tetty Paruntu so dapa.
    Nah, skarang, apa yang Tante Tetty Paruntu so kase kontribusi secara nyata secara pribadi????
    bukang APBD/APBN neh.

  4. Ketika membaca berita ini: Akses Wisata Minsel Memprihatinkan (http://beritamanado.com/2011/08/30/akses-wisata-minsel-memprihatinkan/), saya jadi teringat diskusi hangat di atas.

    Hmm…. di manakah gerangan komitmen Pimpinan Visionaris & Team yang menggebu-gebu didukung oleh Elf, “kak” Ferry, bung Victor dll?
    Semoga visi tersebut bukan hanya sekedar visi yang dijual untuk menarik simpatisan saja lalu dibiarkan untuk direalisasikan entah kapan dan entah oleh siapa….
    Ayo, sekarang sudah saatnya membuktikan janji!

    Salam bae

  5. Time to show…..!!!! Ayo, kini saatnya untuk bekerja dan menunjukkan konsep pariwisata yang akan dibangun di Minsel, Kesempatan dan Kekuasaan sudah ada.
    Kalo menurut saya, mungkin ini bisa menjadi program 100 hari pemerintahan PANTAS. Sosialisasikan konsep pariwisatanya ke seluruh masyarakat MINSEL, karena ingat keberhasilan itu datang dari dukungan mayoritas masyarakat.
    Kalau melihat potensinya, Minsel memang punya banyak potensi, dari Pantai dan Laut (spot diving di Poopo dan sekitarnya cukup menjanjikan), Darat (mulai dari wisata religius sampai Agrowisata yang bisa dibangun di Modoinding), saat ini ada wacana juga Bandara akan dibangun di Minsel walaupun ini masih mimpi di siang bolong :).
    Kalo kita bicara Pariwisata, maka hal yang paling utama tentunya adalah WISATAWAN – nya, biarpun kita memiliki begitu banyak tempat wisata, tetapi kalau tidak dipromosi, siapa nanti yang akan berkunjung????? Saat ini Manado sudah menjadi salah satu Kota alternatif kunjungan di waktu liburan, tetapi coba dihitung berapa pengunjung yang mampir ke Minsel untuk menikmati Pariwisatanya…???? Ups…Mungkin hanya bisa dihitung dengan jari…. Nah, akses transportasi salah satu yang manjadi kendalanya.

    Yang paling utama saat ini adalah START dengan langkah nyata dan kongkrit…., inilah langkah yang paling sulit, karena sering bingung mau mulai dari mana, dan ingat kalau salah start seringkali akibatnya fatal kalau tidak diperbaiki.

    Tim atau Dinas Pariwisata Minsel, jangan segan untuk bertanya kepada masyarakat, karena mereka juga memiliki konsep, bahkan sudah ada yang mulai melangkah untuk memajukan pariwisata Minsel.
    Just do the best, and God will do the rest.

    Salam membangun…….

  6. Wah selalu PANAS kalu diskusi di wilayah MINSEL…keamrin juga sampe baku abis waktu pilkada hehehe, saya kira Erick itu benar…. dia kalu tidak salah memproppose program yang touch the ground itu saja kwa, sampai melebar ke agama segala,
    En, menurut Tetty Minsel BISA SEPERTI….Louders and Thailand,
    Artinya tidak akan sama persis cuma seperti….memang contohnya talalu jauh, sedang Bali blum tantu Minsel mw sama, …..
    Mari jo sama2 bangun depe kualitas SDM, torang samua disini pintar diskusi mar belum tantu sudah berbuat sesuatu biar kecil untuk Minsel…
    kita sudah kita so perkenalkan Minsel ke dunia Internasional ttg Blongko… bgmn yg lain?

  7. Syalom for torang samua. Yang Pasti Setiap Persoalan akan ada Jalan Keluarnya Dan Setiap ada Pergumulan Pasti Ada Jawabannya. Dengan Catatan, Srahkan jo itu samua Pa Opa Manis yg Diatas noh & yang Penting Ora Et Labora Et Sciptura kang. Kalu kita kua memeng punya Jagoan jg untuk BuMin, Tp karna masi ada yg Lebeh Jago yg ja ba Tentukan alias Opa Manis, jd kt Dukung jo noh, Yang Penting Tu Program untk Kesejahtraan kita waya musti DIREALISASIKAN OKAY. Apalagi kalu PEMDA yg ada, mo ator Tu MODOINDING SEBAGAI KICENSET SULUT dan jg BUKIT DOA (GUNUNG DOLUONG), yg di KAKENTURAN yg bukan cuma Agro Bisnis Tp jg sbg Agro Wisata dan yang akan Memberikan Kontribusi DEVISA untuk MINSEL ok, Cuman ini noh kita pe Doa 4 trg samua Basudara, Sukses PEMDA dan MINSEL TETAP JAYA. GOD BLESS ALL.

  8. @ Ferry: Saya tidak permasalahkan kemalasan Anda. Untuk apa saya mengakui tuduhan tidak benar dari Anda? Rupanya Anda hobby bicara agama. Betul bahwa (saya kutip dari Anda) “Musa pemimpin politik, semua raja2 di perjanjian lama adl pemimpin politik”. Tetapi Anda lupa bahwa mereka semua adalah suruhan Allah. Musa & Para Raja di Perj.Lama menjalankan peran dalam Karya Besar Rencana Penebusan Allah bagi umatNya. Namun mereka tidak pernah minta agar dirinya dipilih menjadi pemimpin demi kepentingan mereka sendiri. Jadi, sama sekali tidak relevan membawa Musa dkk sbg contoh doa politik. Mereka tidak pernah minta kepada Allah agar dirinya menang dari lawan politiknya untuk menjadi pemimpin…. Ah, sekali lagi Anda mempelesetkan dan menyeret argumen saya ke arah lain… Ini pernyataan saya: “keyakinan bahwa Tuhan tidak dapat diminta/disuruh melakukan apapun, termasuk memerintahkan Bunda Maria atau siapapun melakukan/membuat mukjizat bila motivasinya adalah politik”. Tidak seorangpun dapat mengklaim bahwa mukjizat Tuhan terjadi atas permintaan/suruhannya.
    Anda juga nampaknya terlalu paranoid sehingga tetap menuduh saya (ternyata Anda gemar menuduh ya…) memihak salah satu calon bupati selain Tetty.
    Apapun tuduhan Anda, saya tetap tidak memihak. Saya rela meluangkan waktu untuk diskusi ini semata-mata demi pariwisata Sulut. Pariwisata Sulut akan tetap bergerak, siapapun pemimpinnya. Akselerasinya memang akan cukup dipengaruhi oleh sang pemimpin.
    Salam bae!

  9. All pendkung Tetty, sdh tdk usah diladeni perdebatan yg tdk ngefek dg dukungan di lapangan nanti. Kmr2 wkt masih proses survei jg byk yg mengaku kader Golkar dn menyatakan Tetty tdk akan dicalonkan Golkar. Faktanya Tetty jg yg menang survei dn dicalonkan Golkar. Skr suara2 lawan menyatakan Tetty tdk akan terpilih, tenang sj. Tanpa susah2 baku sanggah di sini Tetty jg yg akan terpilih nanti, 1 putaran lg….

  10. @Erick: Makasih ya bung utk tanggapannya dan pemahaman anda akan hal ini. Kita menyadari bersama bahwa TUHAN punya rencana bagi kita semua, bagi anda dan saya, ibu Tetty bahkan bagi daerah tercinta Minsel. Semua yg terjadi di Lourdes adalah atas perkenanan dan kedaulatannya TUHAN.
    Setiap lokasi2 wisata dunia pasti punya nilai history-nya masing2, kerinduan Ibu Tetty utk membangun dunia parawisata di Minsel jika TUHAN berkehendak beliau terpilih menjadi Bupati Minsel, pasti jg akan memiliki suatu nilai history sendiri.
    Sekali lg makasih bung atas pemikiran2 anda sekaligus masukan2nya, biarlah pemberitaan di atas (Pariwisata Minsel Bisa Seperti Lourdes dan Thailand) kita maknai sbg bagian dari landasan berpikir Ibu Tetty yg terinspirasi sekaligus termotivasi utk berusaha bgm menciptakan suatu perubahan menjadikan Minsel yg lebih baik dlm bidang pariwisata.
    Kita doakan.

    Sukses Selalu Ibu Tetty.
    Gbu

  11. @ Erick: Sy mulai malas menanggapi kilah anda yg tdk berani berbesar hati mengakui kesemberonoan semula. sy catat betul itu.
    kemudian kalau doa itu utk alasan politik, lalu Tuhan tdk tergerak utk mengabulkan? sy khawatir pemahaman sejarah anda. Musa pemimpin politik, semua raja2 di perjanjian lama adl pemimpin politik. Setiap minggu di gereja para pemimpin gereja mendoakan kondisi politik. setiap waktu para pendeta mendoakan para calon pemimpin yg mau ke pemilihan utk diberkati. bahkan perang pun didoakan kepada Tuhan. bgm bisa orang secerdas anda tdk memahami bhw Tuhan tdk mengeluarkan aturan bhw doa politik tdk akan dikabulkan? anda mengaku non partisan, ttp cara anda berargumentasi jelas terlihat ada blue print politik dlm mindset anda, entah itu memihak ke mana yg pasti selain Tetty.
    Anda juga salah lagi ketika memahami berita di atas bhw Tetty BERJANJI membuat Minsel spt Lourdes & Thailand. lagi2 anda sendiri asyik dg pikiran sendiri shg tetap sj tdk paham bhw Tetty terinspirasi dn menyatakan Minsel BISA… not promise… Kita enggak bodoh2 amat lah, dn kita tahu kekritisan anda dlm komentar awal bernada ‘ngenyek’ Tetty, bukan spt yg anda jelaskan panjang lebar di akhir2, sesuatu yg bersifat masukan konstrukktif.
    Klo anda memang bermaksud memberikan masukan kpd Tetty atau utk kandidat lain, utk Minsel, Sulut, Indonesia, sy kira caranya tdk dg spt yg anda lakukan di awal polemik ini.
    Salam bae

  12. @ Ferry: Saya tidak mengerti mengapa Anda kembali mempermasalahkan & menuduh saya melecehkan agama Katolik. Jujur saya tidak merasa tersentak dgn reaksi keras Anda, tetapi tidak habis pikir mengapa seorang “KAK” Ferry yang merasa lebih pandai & lebih dewasa ternyata tidak bisa berkepala dingin dalam diskusi ini melainkan menggunakan emosi yg terfokus kepada tuduhan bhw saya melecehkan agama Katolik shg menyerang pribadi saya, bukannya mempertajam pemikiran Anda….
    Saya tidak akan pernah mencabut pernyataan saya dalam Tuduhan Ferry 1. “is Tetty (or anybody) capable to tell God inviting Mother Mary to make a miracle in Minsel so that it could be like Lourdes? If the reason is for politic, I don’t think God will fulfill that….” Sbg seorang terpelajar, Anda tentu paham bhw suatu pernyataan tidak dapat dipotong-potong begitu saja. Esensi pernyataan saya bukanlah ttg Bunda Maria, melainkan suatu keyakinan bahwa Tuhan tidak dapat diminta/disuruh melakukan apapun, termasuk memerintahkan Bunda Maria atau siapapun melakukan/membuat mukjizat bila motivasinya adalah politik. Saya tidak melihat kekeliruan pernyataan ttg Bunda Maria tsb. Anda tidak menangkap esensi pernyataan ini pada awalnya. Itu sebabnya Anda menggiring diskusi ini ke arah perdebatan iman Katolik, seperti kekuatiran yg saya ungkapkan sebelumnya. Sebaiknya Anda mengenakan kacamata baca, bukannya kacamata yang lain…
    Persoalan iman/keyakinan saya adalah urusan pribadi dgn Pencipta saya. Itu sebabnya saya juga tidak ingin mengurusi persoalan pribadi orang Katolik/Kristen dgn Penciptanya.
    Contoh mengenai GWK adalah contoh yang kurang tepat. Sudah berapa lama GWK mulai dibangun? 5 tahun? 10 tahun? Sampai sekarang belum selesai, bukan? Padahal GWK digagas & dibangun seorang seniman berdedikasi yang sudah punya reputasi di bidangnya (Tetty belum punya reputasi pariwisata sebelumnya, bukan?). Nah, bagaimana mimpi seorang Tetty bisa diwujudkan? Berapa lama? Apakah penerusnya akan sudi melanjutkannya? Itulah yang saya pertanyakan sejak awal. Jangan terlalu mengumbar janji bombastis. Berikanlah janji yang dapat direalisasikan.
    Saya sama sekali tidak anti Tetty, sekali lagi karena saya non-partisan. Saya berikan masukan ini justru karena peduli pada perkembangan pariwisata Sulut, termasuk di Minsel. Bukankah lebih baik menggali setiap potensi pariwisata di Minsel lalu mengembangkannya sesuai keunggulan karakteristik masing2? Kalau sudah menjadi unik, maka nilainya akan terangkat krn sudah memiliki identitas sendiri.
    Contoh slogan Taman Laut Wakatobi (dulu): lebih indah dari Bunaken atau tidak kalah dari Bunaken. Ini tidak populer, tidak beridentitas, krn masih membawa embel2 Bunaken. Ujung2nya orang akan bertanya: seperti apa sih Bunaken? Kita lihat Bunaken dulu yuk.
    Namun kemudian Pemkab Wakatobi menyadari hal ini dan mengubah slogan mereka utk promosikan Wakatobi.
    Semoga berguna.
    Salam bae!

    @ Victor: “tp suatu keyakinan sy bahwa lokasi tsb bisa terkenal dan mendunia itu disebabkan atas keberanian dari pemimpin mereka saat itu yg berupaya dgn keras utk memanfaatkan dan menjadikan daerah mereka menjadi terkenal seperti saat ini”
    Sayangnya keyakinan Anda mengenai Lourdes kurang tepat. Pemerintah SAAT ITU dan bahkan Pimpinan Gereja Katolik setempat SAAT ITU, tidak setuju dan bahkan melarang orang mengunjungi gua penampakan Bunda Maria. Lebih lanjut pemda memagari dan memberikan hukuman bagi pelintas pagar. Namun iman umat Katolik tidak dapat dibendung, persoalan ini jadi masalah nasional. Setelah Gereja Katolik mengadakan penyelidikan resmi, baru sekitar 2 tahun kemudian Uskup setempat menyatakan bahwa Bunda Maria benar2 telah menampakkan diri kpd Bernadette; shg sampai sekarang ini setiap tahun antara 4-6 juta peziarah mengunjungi Lourdes. (http://en.wikipedia.org/wiki/Our_Lady_of_Lourdes).
    Pada hemat saya, Lourdes menjadi terkenal BUKAN KARENA KEINGINAN SESEORANG, melainkan karena Tuhan berkenan Bunda Maria menampakkan diri kpd Bernadette dan mengalirkan mata air yang bisa menyembuhkan orang sakit.
    Itu sebabnya sejak awal saya menyatakan bhw tak ada seorangpun (termasuk Tetty) yang bisa mengatur agar Tuhan memperkenankan Bunda Maria menampakkan diri di Minsel (shg Minsel jadi spt Lourdes). Kalaupun suatu kali terjadi penampakan Bunda Maria di Minsel, itu adalah hak prerogatif Tuhan yang tidak dapat dipengaruhi dengan alasan apapun termasuk alasan politis. Sayangnya ada orang lain yang memelintir, menyeret, bahkan menuduh esensi pernyataan saya ke ranah pelecehan iman Katolik….
    Salam bae!

  13. Sebagai pendukung ibu Tetty kami sampaikan Makasih utk setiap tanggapan sekaligus kritikan yg disampaikan setelah teman2 semua membaca rubrik ini. Suatu hal yg bisa kami sampaikan bahwa sebenarnya apa yg dituliskan di atas adalah suatu hal yg luar biasa, karena setiap pemimpin pasti punya kerinduan pasti punya harapan dan pasti punya perencanaan. Walaupun memang kita sadari dlm upaya pencapaiannya akan diperhadapkan dgn begitu bny tantangan dan pertentangan, hambatan dan penghambat, akan bny kritikan dan saran, serta akan membutuhkan modal dan waktu guna pencapaiannya.
    Kalau kita membaca pd paragraf yg terakhir disitu terungkap kalimat yg mengatakan “Mimpi saya ………” itu menunjukkan suatu harapan. Kita ketahui bersama terkadang hal itu bisa tercapai dgn tempo 1 thn, 2 thn, …5 thn, 10 thn,…..dst itu semua tergantung usaha kerja keras dan strategi dari pemimpin itu sendiri. Terkadang pula kita yg merencanakan tp org lain yg melakukan dan merasakan, tp setidaknya kita sudah berupaya utk melakukan yg terbaik sekalipun itu baru berupa ide atau sebuah program perencanaan.
    Memang dlm kenyataannya akan dijumpai pro dan kontra – suka dan tdk suka ketika kita memaparkan suatu program.
    Apa yg disampaikan Ibu Tetty dlm rubrik ini bagi kami memiliki nilai positif, karena beliau ingin menyampaikan kpd kita semua khususnya warga Minsel bhw sebenarnya daerah kita memiliki tempat2 yg bisa dikembangkan/dijadikan lokasi wisata yg bisa mendunia yg selama ini blm digarap/diolah sebagaimanamestinya. Mhn maaf kami memang blm pernah melihat secara lgs termasuk mengetahui sejarah lokasi wisata di Lourdes dan Thailand, tp suatu keyakinan sy bahwa lokasi tsb bisa terkenal dan mendunia itu disebabkan atas keberanian dari pemimpin mereka saat itu yg berupaya dgn keras utk memanfaatkan dan menjadikan daerah mereka menjadi terkenal seperti saat ini dan kemungkinan jg pemimpin saat itu menghadapi begitu bny tantangan dlm menjalankan program tsb tp ini semua terjd krn berkat keberaniannya dan ketulusannya dlm mewujudkan program tsb.
    Saat ini Ibu Tetty memiliki sebuah keberanian sekalipun saat ini pula tantangan kritikan mulai dia rasakan.

    Maju terus Ibu Tetty….
    Ora Et Labora
    Doa org benar sangat besar kuasanya….
    Tetap andalkan TUHAN
    Gbu

  14. @ Erick: anda pasti tersentak stl mendapati reaksi keras kami atas kalimat2 sembrono anda sebelumnya. makanya ana mulai melunak dn mencoba menjelaskan dasar pernyataan anda dg lbh hati2 lagi.
    Apapun apologi anda, pernyataan awal anda ttg kekeliruann posisi Bunda Maria dlm doa, cara anda “meremehkan” kekuatan doa (siapapun jg tahu ora et labora & Tetty atau siapapun tdk akan hya berdoa utk mewujudkan impiannya), jelas sbg upaya mendelegitimasi visi2 Tetty. Cara anda berapologi belakangan bagus, valid, bs dipertanggung jawabkan scr intelektual, tapi statement awal anda tdk bebas nilai sbg mana profesi anda sbg pengamat pariwisata.
    Tetapi bhw sbg umat Katolik kami tersinggung dg cara anda berkomentar di awal, itu jelas kami rasakan. Agnostik atau non kristiani atau non katolik terbuka berkomentar, ttp mohon jgn dg cara “melecehkan” keyakinan kami, dus lakukanlah dg “sejeli & seteliti” apologi anda terakhir.
    Dan sy tdk perlu menyodorkan bukti ketika Nyoman Nuarta menyatakan ingin membangun monumen yg hebat & monumental SEPERTI Liberty atau patung Yesus di Brasil. Atau sy jg tdk perlu ajukan bukti para penggagas jembatan Jawa-Sumatra terispirasi & inginn membagun jembatan hebat SEPERTI jembatan di Lake Pontchartrain, Lousiana New Orleans, Amerika. Ayolah, bermutu sedikit kenapa komentar anda…

  15. @ Adano: Yup, Adano betul. Hebat atau tidaknya suatu daerah tujuan wisata bisa diukur dari banyaknya pengunjung. Terlebih bagi pemerintah, hal ini akan sangat berarti bagi pergerakan roda ekonomi masyarakat akibat efek domino dari pariwisata. Adano sudah membuktikan dirimu tidak bego kok :-)
    @ Ferry: Masya Allah, kekuatiran saya terbukti. Ternyata “Kak” Ferry yang mengaku lebih pandai dan lebih dewasa ternyata betul2 menyeret diskusi ini ke arah diskusi iman spt yg saya tulis sebelumnya di atas: “Saya sama sekali belum pernah menggunakan kata Katolik, tetapi justru kak Ferry yang pertama kali menggunakannya dan bertendensi mempersempit diskusi ini ke arah iman Katolik”.
    Sama sekali tidak ada niatan saya untuk menyinggung agama manapun. Coba lihat tuduhan “kak” Ferry 1 terhadap Erick said I. Esensi pernyataan saya bukanlah tentang Bunda Maria & mukjizat, tetapi: Saya ragu bahwa Tuhan akan mengabulkan permintaan umatNya untuk membuat mukjizat bila motivasi/alasannya bersifat politis. Adalah hak prerogatif Allah untuk membuat mukjizat melalui Bunda Maria atau siapapun juga.
    Coba lihat tuduhan “kak” Ferry 2 terhadap Erick said II. Esensi pernyataan saya bukanlah meremehkan arti doa. Coba simak lagi baik2. Pertanyaannya adalah: FONDASI APA YANG AKAN DIBANGUN utk menjadikan Minsel spt Lourdes? Jelas kalau HANYA melakukan doa 24 jam sehari, selama 5 tahun x 365 hari tidak akan cukup.
    Bukankah ada ungkapan Ora et Labora? Tidak cukup hanya berdoa, tetapi juga harus bekerja. Saya yakin masyarakat Minsel banyak berdoa, tetapi itu tidak cukup, bukan? Makanya saya menyarankan di atas: Cobalah bantu Tetty dengan konsep yang lebih “kreatif” dan “membumi” sehingga pencapaiannya akan lebih realistis.
    Semoga “kak” Ferry bisa lebih jeli menangkap esensi suatu pernyataan, bukan hanya sebagian-sebagian saja.
    “Kak” Ferry yang mengaku lebih pandai dan lebih dewasa ternyata jadi tidak bijaksana dalam berdiskusi. Mengapa mempertanyakan apakah saya seorang Katolik/Kristen atau bahkan agnostik? Apa relevansinya? Apakah kalau saya seorang agnostik dan bukan seorang Katolik/Kristen lalu menjadi tidak layak berdiskusi? Waduh, mengapa “kak” Ferry jadi seperti ini? “Kak” Ferry betul-betul menyeret diskusi ini ke arah diskusi iman…. Apakah pendidikan tinggi “kak” Ferry mengajarkan untuk menyerang “pribadi” si lawan diskusi daripada esensi diskusinya?
    Oya, pembuatan GWK di Bali serta wacana+rencana jembatan Jawa-Sumatera tidak dicetuskan sembari menyatakan: SEPERTI patung anu di sana, atau: SEPERTI jembatan anu di situ lho…
    Salam bae!

  16. @alex: Membaca pernyataan anda yg mempunyai rencana yg jahat dgn slogan ABT = Asal Bukan Tetty kami hanya bisa mengatakan makasih krn kamu telah memberitahukan kepada kami setiap rencana jahatmu kekuatan kami hanyalah DOA. Semoga rakyat MINSEL tdk dibodohi dgn cara2 anda. Kami akan terus berjuang melakukan apa yg harus kami lakukan.
    @Utk semua pendukung Tetty: Tenang dan sabarlah ini bagian dari proses, hadapilah semuanya dgn dewasa tanggapilah semua pernyataan dgn modal intelektual kita.
    Maju terus Ibu Tetty dan Pak Sonny
    Tetap Semangat…..
    Ora Et Labora
    Gbu

  17. @ Adano: ternyata…. tong kosong cempreng bunyinya hahaha…. malu2in calon yg didukung :-)

  18. @ Adano: ente kan kagak ngomong bandingin dr sisi jumlah kujungan wisatawan… ente ngomong bagitu kan belakangan… stl ente terdesak. itu ngeles namanya… terang aja gw tolak komen ente Thailand lbh hebat dr Bali. ngomong dong dr awal dr sisi apanya…. sory, lu udh bego teteup aja ngeles… teteup aja keliatan bgoonya… pendukung sape seh ente… payah bgt..

  19. Lagi asyik baca-baca comment-nya erick, fery, alex, victor terkejutlah saya ada yang bilang saya “bego”. Tidak salah lagi si “the begoest balinesse man on earth” sedang nyobain kehebatan statistik saya. Made, kalau anda bicara the best island memang Bali is the best. Everybody know that for puluhan tahun belakangan ini. Tapi saya tidak sedang membandingkan Bali dengan Phuket (tahu nggak lho Phuket? sudah kesana? googling atau wiki sono gi…) Saya itu membandingkan Bali dengan Thailand yang punya kunjungan wisatawan 15 jutaan coba Made bandingkan dengan Indonesia yang cuma 5jutaan. Nah, Made mau cari percentage-nya gini, klik start, klik run, type/ketik calc, trus kali-kalian sono…Banyakan mana skarang? Kalau Made dapatnya banyakan Indonesia, mungkin PC-nya yang bego bukan Made…..Lain kali jangan remehkan orang bego ya..

  20. Coba baca lg komentar Erick yg skr tampak mulai dewasa…:
    Erick said I: “Simple Question: is Tetty (or anybody) capable to tell God inviting Mother Mary to make a miracle in Minsel so that it could be like Lourdes? If the reason is for politic, I don’t think God will fulfill that….”
    Erick said II: “Fondasi apa yang akan dibangun utk menjadikan Minsel spt Lourdes? Berdoa 24 jam sehari, selama 5 tahun x 365 hari? Apakah Lourdes menjadi terkenal hanya dengan doa?”
    Erick, anda tdk bs menyebut Maria terkait dg doa dg mengabaikan bhw itu bagian dr doktrin dn kepercayaan Katolik. Tahukah anda, Erick, statement pertama & kedua anda itu bertendensi menyinggung atau melecehkan iman Katolik? Sy yakin anda bukan org Katolik shg scr sembrono mengeluarkan statement di atas. Maria dlm komentar anda diposisikan sbg pembuat mukjizat, pdhal dlm doktrin Katolik Maria bukan pembuat mukjizat, ttp dia adl perantara yg membantu doa2 kita agar mukjizat diciptakan. Allah Bapa tetaplah Sang pembuat Mukjizat. statement kedua, ini yg lbh mencengangkan, anda bertendensi meremehkan arti doa. dan bila dikaitkan dg statement pertama, anda tampak meremehkan doa-doa sebagian umat Katolik dg perantara Bunda Maria (yg mendukung Tetty), dlm hal penciptaan mukjizat2. Umat Katolik meyakini sampai detik ini Allah Bapa, Anak, & Roh Kudus masih berkarya dg mukjizat2 sesuai jamannya. dan peran Bunda Maria adl peran kasih yg turut membawa doa2 kita dlm perwujudannya juga melalui doa. klopun anda non Katolik tapi Kristiani (atau jgn2 anda seorang agnostik?), pernyataan itupun masih menyedihkan bagi kami. Kami sungguh mengimani adanya mukjizat2 yg terjadi setiap hari krn kekuatan doa. sebab kami tdk membatasi kebenaran doktrin dg pemahaman liar kami. sy jelaskan ini spy anda tdk sembrono lg memancing diskusi ke arah katolositas.
    Soal program2 atau pemikiran2 pemajuan pariwisata spt bidang yg anda geluti, tentulah pasti disiapkan oleh timnya Tetty. program yg riil & detail pasti ada, ttp yg diungkap ke publik tentunya lbh tepat sesuatu yg sifatnya visioner, sekalipun detail akan ada waktunya sendiri. soal apakah program seorang bupati akan dilanjutkan oleh bupati berikutnya, semua daerah akan/sdh punya program pembangunan jangka panjang, menengah, dan pendek. di sini visi pemimpin yg visioner bs ikut andil. ketika Tetty menyebut spt Lourdess, kan bisa saja yg diambil inspirasi historisnya, cara mrk mengelola wisata religi, konservasinya, tata bangunannya, dll… dn tdk harus berharap ada kisah2 atau kejadian spt Santa Bernadette misalnya. Bali punya GWK yg pembangunannya makan waktu puluhan tahun utk selesai. pembangunan jembatan yg menghubungkan jawa sumatra jg sdh digulirkan wacana maupun perencanaannya. hal2 besar spt itu hya dimiliki oleh pemimpin visioner, yg berani dicemooh sbg pemimpi semacam Tetty ini. ttp sepanjang sejarah, ya hanya dr pemimpin2 besar & visioner spt ini saja yg mampu menciptakan “mukjizat2” dlm masanya. terserah siapapun calon dukungan anda Erick, mestinya anda juga bangga kalau calon anda jg memiliki visi2 besar seperti Tetty. sbb, utk sebuah daerah selevel kabupaten sj ada calon2 yg bervisi jauh ke depan. dn kami pasti akan menghargai itu, kami tidak akan mencemoohnya dg kalimat2 yg dangkal & sederhana. for better minsel…

  21. Visoner akan membawa Minahasa Selatan kearah yg lebih baik. Hasil survey dari partai berwarna biru 2 hari lalu menyatakan Ibu Tetty 45 persen jauh melebihi kandidat yg lain yg baru mau cari partai gabungan. Jangan takut sama sepak terjang AGK dan FER, mrk bukan saingannya yg harus diwaspadai adalah partai2 yg besar. Dalam sejarah pargab akn susah mendaningi partai besar spt Golkar.

  22. @ Ferry: bicara Lourdes tentu tidak bisa dilepaskan dari iman Katolik krn Lourdes menjadi terkenal karena penampakan Bunda Maria kepada Bernadette. Bunda Maria memerintahkan Bernadette Soubirous untuk menggali tanah dgn tangannya sendiri sampai muncul mata air yang membawa kesembuhan. Itu fakta sejarah (http://en.wikipedia.org/wiki/Lourdes). Saya sama sekali belum pernah menggunakan kata Katolik, tetapi justru kak Ferry yang pertama kali menggunakannya dan bertendensi mempersempit diskusi ini ke arah iman Katolik.
    Saya non-partisan dan tidak terlibat dalam tim-sukses atau tim-anti manapun. Saya hanya pemerhati pariwisata. Minggu lalu saya melalui Amurang dan Modoinding menuju Kotamobagu. Adalah sungguh benar bahwa alam Minsel sangat kaya dan potensial. Cukup banyak potensi pariwisata yang bisa digali & dikembangkan. Tapi kalau mau jadi SEPERTI (sesuai anjuran kak Ferry) Lourdes kayaknya tidak akan tercapai dalam periode 1-2 masa pemerintahan deh.
    Mau mengharapkan Bupati penerus yang melanjutkannya? Wah, bukan rahasia lagi kalau di seantero Bumi Nusantara ini (termasuk di Bumi Toar Lumimuut) para Pemimpin Baru tak pernah sudi melanjutkan program dari pendahulunya. Cobalah bantu Tetty dengan konsep yang lebih “kreatif” dan “membumi” sehingga pencapaiannya akan lebih realistis. Di sini ada Jacky, Alan, Elf, Victor, dan Ferry yang mendukung Tetty. Apakah Bro Elf dan “Kak” Ferry sudah membantu Tetty dengan pemikiran yang lebih baik dari hanya seorang “adik” Erick dan Alex yang “kak” Ferry bilang pemahamannya di bawah Erick? (Alex, saya tidak meremehkan Anda, hanya pinjam kata2 “Kak” Ferry yang merasa lebih baik dari torang dua…)
    Salam bae!

  23. ini tetty tidak akan tapilih ..trg akan menggerakan mesin politik for mo jegal ini tetty ..perlu trg beking slogan ABT=ASAL BUKANG TETTY!!!!

    SALAM BAE

  24. @ Alex: ssr visioner atau tidak, sama sekali tdk tergantung dr sudah atau belum jd bupati. petani boleh visioner bermimpi jd konglomerat & mensejahterakan kalangan petani, tukang ojek boleh visioner jd bos bisnis traveling dan mengentaskan kemiskinan, pak camat boleh visioner kelak jd presiden dn menjadikan indonesia makmur. wah, anda ini malah lbh parah pemahannya dibanding dik Erick. 2-3 kelas dibawah Erick yg lbh “pintaran” wl sayang utk beberapa kata dasar sj tdk paham maknanya ;-). sampai2 hrs sedikit menyinggung keyakinan umat Katolik. hati2 bro…

  25. Kalau kita membaca kembali pemberitaan di atas itu merupakan suatu konsep pemikiran dari Ibu Tetty yg jg merupakan suatu harapan ke depan. Sy pikir itu masih termasuk sesuatu hal yg wajar krn beliau sudah memikirkan bgm bisa membawa Minsel yg lebih baik, dlm konsep pemikirannya di atas Ibu Tetty ingin menyampaikan kpd kita semua bahwa sebenarnya Minsel daerah kita tercinta memiliki beberapa tempat yg berpotensi utk dikembangkan dan dijadikan lokasi pariwisata. Soal kalimat yg mengatakan “Pariwisata Minsel Bisa Seperti Lourdes dan Thailand” itu merupakan suatu gambaran atau bentuk pemikiran yg memberikan inspirasi tersendiri kpd Ibu Tetty soal bgm bisa membangun Minsel terlebih khusus dlm bidang pariwisata. Memang pemikiran ini klu kita hanya sekedar membaca saja tanpa mengkaji lebih dlm lg pasti akan menjadi sedikit pertentangan dan pasti kedepan pro kontra tdk akan lepas. Pemikiran sekaligus kritikan2 lwt pernyataan2 di atas akan kami jadikan sbg suatu masukan. Kami jadikan ini semua sbg bagian dari proses, paradigma org kan berbeda2. Soal pernyataan bung alex bahwa cln bupati kita mantah tengah itu terlalu tendensius, tp ga mengapa mkn memang karakternya bung alex demikian hanya suka melecehkan seseorg tanpa melihat pribadinya sendiri….wait and see.
    Buat teman2 Tim dan para pendukung tetap semangat Kerja keras kita semua akan membuktikannya.

    Christiany Eugenia Paruntu-Sonny Frans Tandayu
    For Better Minsel
    Maju terus
    Gbu

  26. @ Erick: lg.. adik erick rupanya blm paham dg perbedaan kata “seperti” dg “sama”. menyatakan SEPERTI lourdes/thailand sangat jauh beda arti/maknanya dg SAMA dg lourdes/thailand. indonesia ingin maju SEPERTI jepang jelas sgt berbeda dg indonesia ingin maju SAMA dg jepang. adik erick memahami kata SEPERTI sama persis dg kata SAMA. shg dlm persepsimu minsel hrs SAMA persis dg kedua contoh di atas. akibat dr kekeliruanmu memahami 2 kata itu saja sdh mengacaukan logikamu, sampai2 adik Erick membawa-bawa ke arah iman Katolik & soal penampakan Bunda Maria. hati2 lho…

  27. inilah calon bupati mantah tengah yg ngoni banggakan…ini yg ngoni bilang visioner..blum jadi bupati so ambil pemikiran yg masih jauh skali dijangkau ..fokus aja kwa di perekonomian dgn mendatangkan investor dan persoalan yg ada seprti stop treffiking!!

  28. @Elf: Maybe I used the wrong word of “to invent”. But if you read between the lines, what I mean is: a visionary should not promise something that is impossible
    @ Ferry: dapatkah suatu visi “meminta Tuhan mengundang Bunda Maria membuat mukjizat di Minsel shg menjadi seperti Lourdes”. Semoga Ferry mengerti arti tulisan bahasa Inggris saya di atas (yang Ferry sangka masih mahasiswa).
    Fondasi apa yang akan dibangun utk menjadikan Minsel spt Lourdes? Berdoa 24 jam sehari, selama 5 tahun x 365 hari? Apakah Lourdes menjadi terkenal hanya dengan doa? Itu semua adalah berkat Allah yang tidak dapat “dibangun dengan program2 yang mengarah kepada pencapaian visi” (pinjam kata2 Anda). Bagaimana Bro?
    @ Adano: Kita sependapat. Anda menyampaikan hal yang sama seperti saya tetapi dgn cara yang sangat lugas (shg tdk membuat bingung orang yg kurang mengerti bahasa Inggris spt salah satu komentator di atas… he 3x).
    @ Made: Saya setuju bahwa Bali lebih hebat dari Thailand. Tapi, kenapa Tetty malah mau mencontoh Thailand yang bukan produk Anak Negeri Indonesia tercinta? Inikah contoh visionary leader? Jangan2 nanti Tetty malah mengundang orang2 dari Thailand sebagai konsultan dan mengesampingkan Putra-Putri Toar Lumimuut … Waduh..!!!

  29. @ Adano… bego bener, Bali lbh hebat dr Thailand tau! baca tuh brp kali Bali dpt international award best destination ketimbang Thailand!

  30. Gila beneeer..
    Nda kesiangan tuh mimpinya mau disamain sama Lourdes dan Thailand..
    Jangan muluk2 lah, satu manado+bali juga nda bisa nyamain n Lourdes Thailand…

  31. @ Erick: brother Erick ini masih mahasiswa ya hehehe… tampaknya anda blm paham benar mana yg disebut visi dn mana yg disebut program. visi jelas menyangkut sst yg jauh ke depan, yg fondasinya bs dibangun mulai dr skr mll program2 yg mengarah kpd pencapaian visi tsb. leader yg hebat mencetuskan visi2 besar utk menggerakkan msynya, menumbuhkan optimisme, dan mengalahkan semua hambatan mental. sy kira itu mrp kelebihan, bukan kelemahan. bgm bro?

  32. @ Erick: you do & still confuse about the main different between leader and inventor. Oh, poor erick…

  33. @Elf: Visionary leader would & could invent something new, not just trying to imitate something which might be beyond her reach. God also taught us to be realistic and honest, not giving bombastic promises to others. Simple Question: is Tetty (or anybody) capable to tell God inviting Mother Mary to make a miracle in Minsel so that it could be like Lourdes? If the reason is for politic, I don’t think God will fulfill that….

  34. @ Erick: that’s the different between visionary leader with ordinary leader. Tetty is a visonary leader and she’s capable to reach her dream… off course with God all things are possible.

  35. Pariwisata memang bisa menjadi diandalkan karena memiliki efek ganda untuk menggerakkan perekonomian berbasis masyarakat.
    Tapi nampaknya terlalu muluk kalau mau bikin seperti Lourdes. Lourdes terkenal ke seantero dunia terutama karena pernah (dan kabarnya masih) terjadi mukjizat penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette ditambah kemunculan mata air yang airnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
    Thailand juga terlalu jauh dan cukup berbeda situasinya. Coba dulu berkiblat ke tanah air, Bali atau Jogja misalnya.
    Cobalah cetuskan program/visi yang lebih “mendarat”, jangan terlalu jauh “menggapai langit”. Coba sesuaikan potensi dgn kenyataan. Maju terus pariwisata Sulut di Minsel!

  36. ado pa tety dang…BLUM KASANA SO KAMARI ,,BLUM JADI BUPATI SO TEBAR PESONA .kalu cuma calon bupati kuasai 3 bahasa nda jadi ukuran.masih ada yg lebeh jago dary tety dlm bahasa asinG

  37. Pemikiran anda so bagus memang sesuai dengan geografis Minsel,…yang terpenting klo so jadi….. di BUKTIKAN dilapangan lewat program nyata…. inga salalu kesejahteraan rakyat diatas segala-galanya :
    1.Pendidikan Gratis klo boleh sampe SMA dulu
    2.Kesehatan Gratis sampai operasi ringan / Operasi besar harga terjangkau sesuai kemampuan rakyat
    3 Infrastruktur jalan terpelihara samapi dipelosok-pelosok desa tertinggal kasiang dorang disana : qt pernah pigi sampe di Poopo Motoling/perbatasan Mitra depe jalan so nyanda layak cocok boat jalan roda sapi.
    4. JANGAN KORUPSI…!
    ini jo qt pe..pesan

  38. Buatlah Minsel menjadi Kota Doa, pasti akan menjadi kota yang makmur dan sangat kaya. Dengan pengalaman International, Ibu Tetty mampu membawa Minsel dikenal oleh dunia. So mantap ini Minsel dgn adanya pemimpin yang mempunyai wawasan yang luas dan goes Internasional. Jangan salah pilih pemimpin ya, pilih yang so biasa diluar negeri spy tdk hanya jago kandang saja tapi mampu bawa investor dari luar negeri dan sanggup berbahasa asing, 3 bahasa.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara