
MANADO, BeritaManado.com — Dalam lanskap politik daerah yang terus bertransformasi menuju pola kepemimpinan adaptif dan berorientasi nasional, pengamat politik Taufik Tumbelaka menempatkan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang juga akrab disapa Tetty Paruntu sebagai representasi figur unggul yang lahir dari Sulawesi Utara.
Pandangan tersebut, menurutnya, berlandaskan pada empat variabel utama yang kerap menjadi tolok ukur objektif dalam menilai kapasitas kepemimpinan politik modern.
“Christiany Eugenia Paruntu memiliki kekuatan jejaring nasional, rekam kinerja yang teruji ketika memimpin daerah, kemampuan komunikasi politik yang efektif, serta kapasitas ide dan inovasi yang konsisten dalam merumuskan kebijakan,” ujar Tumbelaka.
Ia menambahkan, kombinasi dari empat variabel tersebut menempatkan CEP dalam kategori pemimpin strategis yang tidak hanya memahami dinamika lokal, tetapi juga mampu mentranslasikannya ke dalam konteks kebijakan dan kepentingan nasional.
Menurut Tumbelaka, kualitas seperti ini menjadi indikator penting bagi tokoh-tokoh daerah yang ingin berperan aktif dalam struktur politik yang lebih luas.
“Sulawesi Utara membutuhkan figur yang mampu menjadi jembatan antara potensi daerah dan kesempatan nasional. Dalam konteks itu, CEP memiliki modal sosial dan politik yang relatif lengkap,” kata Tumbelaka.
Pandangan tersebut memperlihatkan bagaimana aspek akademik dalam analisis politik dapat digunakan untuk memetakan figur-figur daerah berpengaruh yang memiliki peluang memperkuat integrasi antara pembangunan regional dan arah kebijakan nasional.
Baca juga:
Profil Terbaru Christiany Eugenia Paruntu, Sosok Cantik dengan Segudang Prestasi
Sosok Christiany Eugenia Paruntu dikenal sebagai politisi Partai GOLKAR asal Sulawesi Utara yang pernah menjabat sebagai Bupati Minahasa Selatan selama dua periode (2010–2015 dan 2016–2021).
Ia merupakan salah satu figur perempuan berpengaruh dari Sulut di panggung politik nasional.
CEP dikenal aktif dalam politik sejak lama melalui Partai GOLKAR yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Sulawesi Utara, dan menjadi salah satu tokoh yang sering disebut memiliki jejaring kuat hingga ke level pusat.
Dalam dinamika politik daerah, CEP sering disebut sebagai figur dengan karakter komunikasi politik yang kuat, serta punya posisi strategis sebagai jembatan antara kepentingan daerah Sulut dengan pemerintah pusat terutama ketika isu penguatan pembangunan regional dan tata kelola pusat-daerah menjadi sorotan.
(rds)
