
TONDANO-Terkait pengurangan kuota Minyak Tanah (MT) di wilayahnya, Pemkab Minahasa kembali menyurati pihak Pertamina. Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari surat yang telah dikirimkan sebelumnya. Ironisnya, hingga saat ini belum ada jawaban sama sekali dari pihak Pertamina.
Bupati Minahasa Drs Stefanus Vreeke Runtu kepada sejumlah wartawan belum lama ini membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada Pertamina agar pengurangan tersebut ditunda. “Kita memang telah melayangkan surat ke Pertamina agar menunda dulu pengurangan kuota MT bersubsidi di Minahasa. Sebab saat ini warga sangat membutuhkan banyak MT, apalagi persiapan menjelang perayaan Natal dan tahun baru. Ini harusnya menjadi perhatian dari pihak Pertamina. Jangan sampai ini menjadi keresahan di tengah masyarakat. Kita berharap semoga pihak Pertamina berkomitmen untuk melakukan penundaan ini,” ungkap SVR, sapaan akrab Bupati Minahasa pertama pilihan rakyat.
Seperti diketahui, saat ini minyak tanah menjadi barang langka dan sulit ditemui. Kalaupun ada, harga jual di sejumlah warung sangat melambung tinggi yakni berkisar Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per botol. Selain itu, cara mendapatkannya pun sangat susah. Hal tersebut terlihat dengan terjadinya antiran panjang di sejumlah pangkalan minyak tanah. Tak pelak, dengan adanya kondisi seperti ini menimbulkan keresahan di kalangan warga. (iker)
