
Manado – Tim pemenangan calon Gubernur Stefanus Vreeke Runtu dan calon Wakil Gubernur Ny. Hj. Marlina Moha Siahaan (SVR-MMS) di tingkat provinsi, mengucapkan terima kasih kepada warga Sulawesi Utara (Sulut) khususnya warga Bolaang Mongondow (Bolmong), yang tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu negatif mengarah kepada MMS.
Ketua Harian Tim Pemenangan SVR-MMS Ruben Saerang mengatakan, isu negatif tentang pelarangan ibadah di Bolmong yang dituduhkan kepada MMS, adalah isu yang menyakitkan bagi semua warga Sulut. Namun kecerdasan warga Sulut, khususnya di Bolmong, membuat warga tetap tenang dan meyakini semua itu hanya pemutarbalikkan fakta dan sebuah isu negatif.
“Kita semua tahu bahwa itu adalah isu yang tidak benar. Dan langkah kita semua dalam menyikapi ini sudah benar, tetap tenang, tidak bereaksi negatif dan menjelaskan hal sebenarnya kepada publik. Terima kasih, khususnya kepada warga Bolmong dan umumnya warga Sulut atas sikap positif dalam menanggapi isu ini,” kata Ruben, Kamis (8/7).
Semua pendukung dan orang-orang yang mencintai SVR-MMS menurut Ruben, adalah sebuah satu kesatuan yang utuh. Sehingga ketika ada sisi yang tersakiti, maka yang lain juga merasakan. Hal ini yang kemudian dirasakan semua warga yang mencintai SVR-MMS se-Sulut, dengan menolak isu negatif tersebut.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Bolmong Raya, Firasat Mokodompit, mengatakan, warga Bolmong tidak perlu miminta maaf kepada siapapun soal isu tersebut. ,Sebab warga tidak merasa bersalah dan melakukan hal-hal yang bertentang dengan kaidah-kaidah agama.
“Karena di Bolmong, kerukunan antar umat beragama sangat dijunjung tinggi dan selama ini tidak ada perbedaan yang mengarah kepada pelanggaran SARA,” kata Firasat.
Hal senada dikatakan Ketua Pemuda Sinode GMIBM, Pnt Marthen F Tangkere, SE., dan Ketua BKPRMI Bolmong Bachhruddin Marto. Keduanya mengungkapkan, isu pelarangan ibadah bersama SHS di jemaat GMIBM Kalvari dan Tiberias adalah tidak benar, dan dihembuskan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan suasana dan pembunuhan karakter terhadap MMS.

Marilah kita sikapi itu dgn penuh kebijakan sbb mungkin hal tsb sering mrk lakukan dgn cara dan tmpt yg berbeda dibolmong di kesankan ada intimidasi dari MMS tapi di minahasa ada dokter yg membuka praktek di tempat yg kebetulan milik dari kel yg PNS PROPINSI krn tdk mau memasang atribut/baliho SHS dgn dasar krn melayani Berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang gol agama apalagi parpol, LANGSUNG DI USIR OLEH ORG YG MENGATAKAN SEBAGAI TIM SUKSES SHS-DK. Sehingga pelayanan kesehatan dari Dokter tidak bisa lagi maksimal.
Terkait Masalah isu ini, terlihat adanya Kecenderungan dari Person “Oknum” Tim SHS mencoba untuk membuat black campaign kepada Pasangan SVR_MMS ; justru memperlihatkan ketakutan mereka terhadap kekuatan SVR_MMS yang makin membumi…
Apa terlebih khususnya di Bumi Totabuan yang jelas-jelas arus Simpati dan dukungan tak terbendung lagi…
Masyarakat tidak lagi bodoh dan mudah terbawa dengan isu seperti ini…
Yang hebatnya Opini yang coba di bentuk adalah dengan SHS seolah-olah di Zalimi di Bumi Totabuan langsung terbaca di balik skenario isu ini… Salam Kemenangan dann Bravo SVR-MMS.