Berita Utama

Tentang KEK, Gubernur YSK: Saatnya Sulut Menyembuhkan Dunia

Ali A. Poorani dan Yuan Fang (2022) dalam buku Medical Travel Brand Management menyusun kerangka keberhasilan Medical Tourism Special Economic Zones (MTSEZs) dalam tiga pilar utama:

1. Infrastruktur zona ekonomi khusus yang siap pakai

2. Daya tarik destinasi pariwisata yang otentik

3. Kualitas layanan kesehatan yang kredibel dan bersertifikat internasional

Sulut sudah memiliki dua pilar pertama. Yang perlu dikejar dengan sungguh-sungguh adalah pilar ketiga. Kita perlu menggandeng investor medis internasional, rumah sakit global, serta institusi pendidikan kedokteran terkemuka untuk membangun pusat-pusat pelayanan unggulan di dalam KEK.

Keadilan Sosial dalam Wisata Kesehatan.

Namun, perlu juga kita berhati-hati. Dalam Handbook on Tourism, Public Health and Wellbeing (2022), Alejziak mengingatkan bahwa pariwisata seringkali hanya menekankan dampak positifnya terhadap pengunjung, tanpa memperhitungkan efek sosiomedis terhadap masyarakat lokal. Wisata kesehatan bukan berarti warga lokal justru tersisih dari akses layanan. Justru KEK kesehatan harus menjadi pusat inovasi sistem jaminan kesehatan publik—dengan mengintegrasikan layanan BPJS, program UHC, dan subsidi komunitas lokal dalam desainnya.

Model KEK kita harus inklusif. Tidak boleh ada dikotomi antara wisatawan dan warga. Klinik yang dibangun untuk tamu asing, juga harus menjadi rujukan teknologi dan etika pelayanan kesehatan lokal. Dengan cara ini, KEK bukan hanya zona ekonomi, melainkan zona keadilan sosial dan kesehatan berkelanjutan.

Mewujudkan Klinik Asia Pasifik dari Sulut.

Mari kita bermimpi besar—dan bekerja lebih besar. Sulawesi Utara punya semua: laut biru, langit bersih, masyarakat yang ramah, dan kepemimpinan politik yang progresif. KEK Manado–Bitung dapat menjadi jembatan bagi pasien dan pelancong dari Asia Pasifik, bukan sekadar jalur logistik industri. 

Wisatawan dari Osaka, Busan, Manila, dan Darwin bisa mendarat di Sam Ratulangi bukan hanya untuk menyelam di Bunaken, tapi untuk menyembuhkan penyakit tulang, memulihkan trauma psikologis, atau mengikuti terapi regeneratif dan wellness retreat.

Kita bisa membangun pusat kesehatan regeneratif di Minahasa. Kita bisa merancang klinik perawatan kanker payudara bertaraf internasional di Bitung. Kita bisa menciptakan wellness village dengan yoga, fitofarmaka, dan meditasi di kaki Gunung Klabat dan Lokon. Semua dengan dukungan KEK dan insentif kebijakan daerah.

Menyembuhkan Dunia dari Ujung Utara Nusantara.

Sebagai staf khusus Gubernur Sulawesi Utara, kami meyakini  bahwa arah kebijakan Gubernur YSK berkaitan dengan KEK dan logistics hub kita harus lebih dari sekadar statistik dan grafik investasi. Ia harus menyentuh aspek terdalam peradaban: kesehatan, kehidupan, dan harapan. Dunia hari ini tidak butuh lebih banyak mall dan pabrik. Dunia butuh lebih banyak tempat untuk sembuh—dan Sulut bisa jadi rumahnya.

Bukan halusinasi jika kita berkata: “Manado, Bitung, dan Likupang akan dikenal dunia bukan hanya karena pantainya, tapi karena kemampuannya menyembuhkan.” Jika Sanur di Bali telah memulainya, maka Sulut siap melampaui. Kini saatnya kita menulis ulang peta KEK bukan dengan angka dan pajak, tetapi dengan manusia, harapan, dan penyembuhan.

Dibawah kepemimpinan Gubernur YSK dengan lompatan gagasan yang besar Mari kita nyatakan: Sulawesi Utara adalah klinik Asia Pasifik masa depan. Dan kita semua adalah arsitek yang membangunnya dibawah komando gubernur YSK—bersama, hari ini, untuk dunia yang lebih sehat.

(***/Jhonli Kaletuang)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara