Kota Manado

Tatap Muka Ai-JA Dengan Warga Jadi Ajang Dialog Menarik

Harley Mangindaan - Jemmy Asiku no urut 1
Harley Mangindaan – Jemmy Asiku

Manado – Bertempat di lahan kosong yang berada di lingkungan III kelurahan Bailang, terlihat kurang lebih 250 warga berkumpul, diantaranya laki dan perempuan yang beda usia, dari muda hingga lansia. Mereka terlihat akrab dengan kandidat paslon (pasangan calon) yang saat itu berbicara dihadapan mereka. Keakraban itu membuat warga tak segan untuk bertanya dserta menyampaikan aspirasi kepada kandidat mereka, yaitu Harley Mangindaan dan Jemmy Asiku.

Berbagai permasalahan yang ada di Kota Manado menjadi perbincangan hangat dalam kampanye tersebut.

Weny Kawiwi, pria lanjut usia yang hadir saat itu tak canggung meminta mikrofon untuk menyampaikan apa yang terjadi diwilayahnya. Merasa bagian dari kedua kandidat, dirinya menyampaikan apa yang menurutnya perlu disampaikan kepada calon walikota yang akan dipilihnya nanti.

“Pak, didepan rumah saya ada kuala. Sampah sudah penuh disana. Nintau sapa yang buang. Dari ujung ke ujung so penuh sampah. Air so nimbole bajalan karena sampah so menumpuk,” ungkapnya.

Mangindaan langsung mendekat dan mengulurkan tangan kearah pundak sang pria itu. Dengan nada canda namun serius, dirinya langsung menjawab keluhan warganya itu.

“Bukan kita yang buang itu sampah ne,” canda Mangindaan yang disambut tawa warga yang hadir.

“Memang sampah merupakan salah satu masalah di Kota Manado. Namun solusi yang terbaik adalah, kita harus mengadakan tempat sampah dan mengajak warga untuk membuang sampah pada tempatnya, bukan buang sampah sembarangan,” jawabnya.

Ya, ajang tersebut merupakan bagian dari kampanye yang dijadwalkan penyelenggara Pemilu. Namun kali ini terlihat seakan ajang temu keakraban antara warga dan paslon. Karena suasana tercipta begitu akrab karena diselimuti canda, tawa namun serius.

Ketika itu, seorang pria yang berumur sekitar 70 tahun menggunakan kemeja berwarna cokelat dan menggunakan topi layaknya seorang koboi yang duduk dibagian samping tenda kegiatan tiba-tiba perlahan mengangkat tangannya, dengan maksud ingin mengajukan penyampaian.

“Nah itu opa dulu mo batanya,” ungkapan spontan dari Mangindaan sambil melangkahkan kaki kearah pria tua itu.

“Mo bilang apa opa??,” tanya dia. Mangindaan saat mendengar keluhan opa.

Dengan nada suara yang hampir tak terdengar karena faktor usia, pria itu mengatakan jika saat ini ada permasalahan dengan tempat penerimaan pensiunnya.

“Kita pe pensiun blum trima-trima,” ungkapnya.

Lagi-lagi dengan gaya khasnya, Mangindaan dengan canda menjawab pertanyaan pria tersebut. “Berarti itu di BTPN torang musti tanya akang kang??,” jawabnya.

Program-program kongkrit yang akan dilakukan kandidat akhirnya menjadi bahan dialog yang interaktif. kampanye pasangan mangindaan-asiku pun berlangsung hangat dan akrab.

Dialog menarik itu akhirnya ditutup dengan nyanyian serta tari masamper khas suku Sangir yang dinyakikan oleh istri tercinta Harley Mangindaan yaitu Seyla Kudati. Warga yang begitu antusias langsung berdiri dan mengikuti irama lagu sambil mengelilingi tenda kegiatan tersebut. (ads)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara