Agama dan Pendidikan

“Tanpa Pancasila Kita Bukan Indonesia”

Oleh, Taufik Tumbelaka

Pancasila terancam menjadi sekedar simbol pemersatu bangsa tanpa makna. Hal ini terpotret dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat dan para pejabat dalam hal ini kalangan elitis, yang telah jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila. Cukup banyak orang yang mengaku Pancasilais namun sikap mentalnya tergolong penyimpangan moral.

Mental korup atau curang, sikap hidup yang sangat pragmatis dan oportunis dapat dengan mudah kita temui. Nilai etika, norma dan moral dalam bekerja dan berpolitik nampaknya hanya slogan pemanis rasa. Kesadaran akan pentingnya kebersamaan sebagai kekuatan telah jauh dari pijakan kaki anak negeri.

Pancasila ridak hanya sering diobok-obok atas nama ideologi, politik, bahkan agama, tapi juga sering dilupakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila seharusnya tidak sekedar dihafal dan dihayati, tapi yang terpenting diamalkan dalam gerak langkah sebagai warga negara Indonesia.

Kita harus sadar bahwa Pancasila adalah nafas anak negeri dalam berkarya dan mengabdi kepada negara serta Pancasila adalah Keunikan Khusus yang hanya dimiliki Indonesia sebagai negara besar yang sangat heterogen. Karena Pancasila, kita bisa bersama dalam kebhinekaan. Kita harus sadar, Tanpa Pancasila Kita Bukan Indonesia! (edit jerry)

 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara