Minahasa

Tak Diberi Sumbangan, ‘Penjala Uang’ Marahi Sopir Angkot

Tompaso – Akibat tidak diberi sumbangan, sopir angkot jurusan Langowan – Kawangkoan dimarahi seorang ‘penjala uang’ di seberang jalan depan lokasi Pasar Tompaso. Si penjala uang dan beberapa orang rekan lainnya saat itu sedang berdiri di pinggiran jalan untuk menunggu datangnya sumbangan dari warga. Peristiwa tersebut terjadi Rabu (3/7) pagi.

Informasi yang dihimpun, upaya penggalangan dana tersebut dalam rangka pembangunan sebuah gereja. Sayangnya maksud tersebut ternoda oleh ulah seorang penjala uang. Pria yang berumur sekitar 40 – an tahun itu menuding sang sopir menjadi penyebab kemacetan di ruas jalan tepat di depan lokasi berdirinya kantin.

“Saya berhenti karena ada penumpang yang ingin naik. Kalau melihat memang tidak ada satu pun penumpang yang memberikan sumbangan. Mungkin karena itu saya seperti dimarai dengan tudingan penyebab kemacetan. Kalau melihat raut wajahnya, yang bersangkutan dan beberapa rekannya seperti sudah berada dibawah pengaruh miras,” ujar Mario, sopir angkot.(ang)

3 tanggapan untuk “Tak Diberi Sumbangan, ‘Penjala Uang’ Marahi Sopir Angkot”

  1. Sangat memprihatinkan memang mendapatkan kenyataan masih banyak Gereja di Sulawesi Utara yang harus “mengemis” ketika hendak mengumpulkan dana untuk pembangunan Gereja. dan yang lebih menyedihkan lagi ternyata sukarelawan pengumpul sumbangan ternyata dibawah pengaruh alkohol (walaupun memang tidak semuanya). hal ini bisa menjadi tanda tanya besar? mengapa hal2 seperti ini bisa terjadi terlebih khusus bagi kekristenan di daerah ini. bagi saya pribadi yaitu Gereja yang ada di Sulawesi Utara sudah sangat banyak (karena seharusnya bukan Gerejanya yang bertambah tapi jemaat yang masuk ke gereja yang harusnya semakin banyak), tidak ada salahnya memang jika beberapa jemaat terpanggil untuk merenovasi Gedung Gerejanya tapi apakah tidak ada cara lain selain harus “meminta” sumbangan di Jalan?. jadi sangat dihimbau kepada Ketua BPMJ, Gembala Sidang dan Pendeta Pemimpin Jemaat untuk tidak lagi “meminta-minta” di jalan, karena bagi saya hal itu hanya akan mempermalukan nama Tuhan bukan Memuliakan NAMA TUHAN yang TINGGI LUHUR.
    Salam Damai dari Rakyat Biasa

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara