Agama dan Pendidikan

Synagogue Shaar Hashamayim Tondano Gelar Peringatan Hari Holocoust Internasional 2023

Synagogue Shaar Hashamayim Tondano Gelar Peringatan Hari Holocoust Internasional 2023
Rabbi Yaakov Baruch dalam pertemuan dengan para tamu dalam kegiatan Peringatan Holocaust Internasional di dalam Synagogue Shaar Hashamayim Tondano

Tondano, BeritaManado.com — Synagogue Shaar Hashamayim Tondano, Jumat (27/1/2023) kemarin menggelar peringatan Hari Holocoust Internasional Tahun 2023.

Rabbi Yaakov Baruch kepada BeritaManado.com, Sabtu (28/1/2023) mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar pada pukul 2 siang hinga jelang Buka Sabath.

Acara ini dihadiri peserta dari Jews, Christians and Muslim (JCM) Conference 2023.

Selain itu hadir juga KH Mkti Ali Quisyairi LC MA yang juga adalah Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Selain itu ada juga utusan dari Kedutaan Besar Austria serta Duta Besar Jerman yang hadir melalui zoom dikarenakan tertahan di Airport Makassar, Sekjen UEM dari Jerman serta sejumlah perwakilan dari MUI Pusat dan undangan lainnya.

“Kegiatan ini digelar untuk memberikan pencerahan tentang tragedi kelam masa lalu. Dalam sejarah tentang peristiwa Holocoust tersebut ada sisi yang tidak banyak orang mengetahuinya dan melalui kegiatan pertemuan ini diungkap,” kata Rabbi Yaakov Baruch.

Synagogue Shaar Hashamayim Tondano Gelar Peringatan Hari Holocoust Internasional 2023
Rabbi Yaakov Baruch dan para tamu di dalam Museum Holocaust

Ditambahkannya, sebagaimana sudah pernah disampaikan saat peresmian Museum Holocoust tahun 2022 lalu, bahwa sebenarnya saat komunitas Yahudi dikejar-kejar oleh tentara Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler, ada juga orang-orang dari komunitas muslim dan Nasrani yang turut menyelamatkan.

“Jadi peristiwa tersebut juga memiliki sisi kemanusiaan yang patut diketahui oleh masyarakat luas, dimana meski saat itu komunitas Yahudi berada dalam tekanan, ternyata masih ada saudara-saudari umat beragama lain yang menunjukkan simpati dan empati,” ujarnya.

Kehadiran Museum Holocaust dan digelarnya peringatan tersebut menurut Rabbi Yaakov Baruch bukan untuk mengungkit luka lama, akan tetapi sebagai momen untuk merefleksikan diri, bahwa cinta kasih itu sanggup menutupi banyak perbedaan, termasuk agama atau keyakinan.

“Dengan menggunakan pelajaran dari Holocaust, kita melawan segala bentuk rasisme dan kebencian terhadap agama apapun dan oleh siapapun,” tuturnya

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara