Sebab sesungguhnya semakin banyak sumber atau referensi publik tentang HAM maka upaya menciptakan peradaban HAM akan menjadi makin mudah.
“Bagi kami di Kementerian HAM, media atau wartawan adalah rekan seperjalanan. Kami tetap menghargai Independensi Media, tetapi saat yang sama kerja sama dan kolaborasi baik juga bisa dilakukan. Kami boleh menyebut salah satu pilar HAM adalah juga media. Bukan banyak pilar demokrasi tetapi juga Hak Asasi Manusia,” pungkas Thomas.
Sambutan Baik dari Pewarna
Menyambut ajakan tersebut, Ketua Umum Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, menyatakan komunitasnya merasa tertantang untuk ikut serta dalam membangun kesadaran HAM.
“Kami komunitas wartawan menjadi tertantang untuk ikut dalam arus besar yang sama yaitu membangun peradaban HAM,” kata Yusuf.
Yusuf menambahkan, selain meningkatkan kapasitas HAM internal, Pewarna juga berharap adanya kepastian perlindungan HAM bagi wartawan saat menjalankan tugas.
“Kami meyakini Kementerian HAM bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan itu semua,” pungkasnya.
(***/jenlywenur)
