
MANADO, BeritaManado.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara, Pdt. Lucky Rumopa, M.Th, yang juga merupakan Ketua Wilayah Manado Utara 1, mengajak seluruh tokoh lintas agama di Bumi Nyiur Melambai untuk menjadi penopang kokoh dalam mewujudkan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung program pembangunan nasional dan daerah.
Dalam pandangannya, program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi kompas strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Keberhasilan visi besar tersebut, menurutnya, sangat bergantung pada soliditas kerukunan antarumat beragama.
“Asta Cita mengamanatkan bahwa Indonesia Emas hanya dapat terwujud bila umat hidup rukun dan harmonis. Sebaliknya, tanpa kerukunan, cita-cita besar itu akan sulit kita capai bersama,” tegas Rumopa.
Dukungan serupa ia sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Visi “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” memerlukan sinergi penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk peran strategis para pemuka agama.

“Mewujudkan visi itu tentu bukan perkara mudah. Modal utama yang kita miliki di Sulut adalah kerukunan dan rasa aman. Inilah aset berharga yang harus terus kita jaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dengan tegas.
Rumopa juga menekankan bahwa peran tokoh agama tidak boleh berhenti pada aspek spiritual semata.
Mereka dituntut menjadi agen pemberdayaan ekonomi umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Para pemuka agama perlu terus mengedukasi umat agar hidup dalam suasana damai dan saling menghargai, sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Rumopa menegaskan komitmen FKUB Sulut untuk terus menjadi jembatan dialog antarumat beragama.
Dengan begitu, kerukunan tidak hanya menjadi slogan, tetapi fondasi nyata dalam membangun Sulawesi Utara yang damai, maju, dan sejahtera.
(rds)
